Ikut posting yach! Pengalaman aku melahirkan di RS harapan kita, semuanya, nggak bermasalah dan lancar2 aja! Memang susternya kurang melayani, dan kita harus ambil inisiative sendiri.
Baru-baru ini aku melahirkan dan bayiku juga butuh di rawat di ruang perawatan Khusus. Krn bayi ku juga tertelan air Ketuban.Setahu saya, kondisi yg di plester adalah selang infus/ oksigen dan selang kecil (spt selang infus) Pengganti dot untuk bayi yg tidak dapat menghisap.Kadang ada bayi yg saat lahir blm dapat dgn sendirinya mempunyai reaksi untuk menghisap, jadi butuh perawatan spt itu, Dari pada bayi kita tidak dapat asupan apa2, krn untuk menghisap saja dia tidak bisa, jadi bagaimana untuk bisa masuk susu ke dlm tubuhnya? Lebih kasihan lagi kalau dia dehidrasi, kelaparan dan akhirnya fatal. Untuk itu, kita sebagai orang tua, saat kita melahirkan, rajin2 melihat bayi kita di ruang rawat bayi. dan konsultasi dgn suster serta dokter yg menanganinya.Di RS Harapan Kita itu, Sang ibu diperkenankan untuk menengok bayi setiap saat, apabila di letak kan di ruang perawatan Khusus, Tidak menggunakan jam, jadi bebas setiap saat. Shg kita sendiri dapat menangani Bayi kita walaupun diluar jam kunjungan. Kecuali bayi masuk dalam box, perawatan yg steril dan ruang perawatan Khusus bayi bermasalah tingkat menengah. (spt Hydrosefalus, lahir dgn cacat yg butuh perawatan ICU, dsb), kalau ini memang, kita sang ibu hanya boleh lihat dari luar box bayi, tidak bleh melakukan apapun kecuali dokter dan suster di sana. Tidak hanya di RS Harapan Kita, saya rasa dimana pun rumah sakit kadang memperlakukan bayi dengan tindakan yang kurang berkenan pada orang tua, dan mereka punya alasan sendiri untuk melakukan itu. Segala sesuatu harus di lihat dari banyak segi, kadang perasaan kita tidak berkenan tapi keputusan dokter harus, maka kita harus pilih yg terbaik buat anak kita. Ini cuma sharing aja untuk pengalaman aku yg pernah melahirkan di Harapan Kita, Mudah2 an semua melihat segala sesuatu dari dua belah sisi.Dan mudah2 an pengalaman yg diceritakan teman kita tidak terjadi dengan bayi 2 yg lainnya. Kalaupun ada terjadi konsultasikan kepada dokter anak kita, apa maksud tindakan tersebut. Saya rasa dokter akan memberikan penjelasan yg rasional. Thanks & Best Regards, Julie ----- Original Message ---- From: sri youlie kusuma lia <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, September 4, 2007 11:41:10 AM Subject: Balasan: [BinusNet] Fw: [idbb-oot] Pengalaman melahirkan di Harapan kita Terus terang saya baca email ini geram banget, bayi itu juga kan sama manusia,,,kok diperlakukan seperti boneka ??? Ga punya ati nurani bgt sih suster2nya,, ,kalo mo dikasih empeng ya jangan diplester dong, apa nanti cabut plester kaga sakit??? itu kan bayi masih sensitif banget, padahal itu tempat RS mahal ya malah pelayanannya murahan banget...... Salam yuli,,,, [EMAIL PROTECTED] <yudish.milisgadget@ gmail.com> wrote: -----Original Message----- From: "Cokriberry" <[EMAIL PROTECTED] com> Date: Mon, 3 Sep 2007 12:43:14 To:[EMAIL PROTECTED] s.com Subject: [idbb-oot] Pengalaman melahirkan di Harapan kita Rekans, Sekedar info buat ibu2 yang akan melahirkan, ini bukan mengintimidasi ya..tapi sedapat mungkin hindari RS bersalin Harapan Kita. Adik saya tanggal 4 agustus kemarin baru saja melahirkan di harapan kita secara caesar karena denyut jantung bayi terus menurun dan ketubannya sudah berubah warna. Karena proses melahirkannya tidak normal, adik saya belum boleh bangun dari tempat tidurnya selama satu hari dan belum boleh menyusui bayinya. Pada hari ke3 si bayi belum diperkenankan pulang karena terkena infeksi (saya belum sempat tanya apa yang infeksi) singkat kata karena adik saya sudah merasa sehat, pada malam ke 3 dia bermaksud melihat anaknya yang berada dalam ruang perawatan khusus. Wah...adik saya kaget banget waktu liat bayi2 lain di ruang bayi karena yang dia liat semua bayi dikasih dot (mpeng) dan dotnya di plester dimulut bayi biar nggak lepas kata susternya (hi...jahat banget ya...saya ngetik ini sampai gemeteran tangan saya...) langsung dia liat anaknya ternyata diperlakukan sama dengan bayi2 lain. Adik saya tanga sama susternya kenapa kok mulutnya di kasih dot terus di plester, kata susternya biar nggak nagis bu malem2 biar nggak berisik. Lha adik saya bales nanya khan kalo nagis paling dia minta susu, kasih aja ke Ibunya atau kasih susu formula..... tau apa jawaban susternya, Ibu ini gimama sih...kita nggak ada tenaga buat yang ngurus begituan makanya kasih dot aja biar diem terus dotnya diplester biar nggak lepas....... Ya ampun saya pengen nagis denger cerita adik saya kasian banget....makanya saya nggak mau hal ini terjadi lagi di orang lain...... Salam, LI2 prawito "kenyal-kenyal nikmat" "Selamat Makan" Leo Kosasih YM : gkosasih Yahoo! Groups Links ------------ --------- --------- --- Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers [Non-text portions of this message have been removed] ____________________________________________________________________________________ Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 [Non-text portions of this message have been removed]
