Diganti aja lagu burung kakatua nya dengan Kucing Garong he..he.. :)

On 10/31/07, Nugroho Laison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Mari buru-buru benahi diri dan lindungi karunia yg telah diberikan Allah,
> sebelum dicabut oleh Allah dgn `tdk nyaman` seperti beberapa kasus dgn
> Malaysia.
>
> Best Regards,
>
>
>
> Nugon
>
> tuan_xyz_17 <[EMAIL PROTECTED] <tuan_xyz_17%40yahoo.com>> wrote:
> Date: Wed, 31 Oct 2007 01:23:58 -0000
> From: "tuan_xyz_17" <[EMAIL PROTECTED] <tuan_xyz_17%40yahoo.com>>
> To: [EMAIL PROTECTED] <nugon19%40yahoo.com>
> Subject: Fwd: FW: CONTOH kesombongan orang Malaysia
>
> --- In [EMAIL PROTECTED]<PENGAJIAN-KANTOR%40yahoogroups.com>,
> "Hakim, Lukman "
> wrote:
>
> Sent: Monday, October 22, 2007 9:19 AM
> Subject: CONTOH kesombongan orang Malaysia
>
> Subject: Sahabatku Malaysia, Kamu kok Marah sih!
> Date: Fri, 19 Oct 2007 09:16:11 +0700
>
> ***********************
> Your mail has been scanned by InterScan.
> PT. AJ Central Asia Raya
> ***********-***********
>
> Regards,
>
> Isma
>
> From: "Seeridewi malam"
> Date : Thu, 11 Oct 2007 23:24:11 +0100 (BST)
>
> Jangan menghina rakyat Malaysia begitu... dan jangan ingat Indonesia
> tu semua baik saja. Jika org indonesia itu baik.. mengapa ramai
> antara anda yg datang ke sini untuk merompak dan meyamun bahkan
> lokap di malaysia ini penuh dengan org anda. Jika tidak puas hati
> suruh org anda jangan datang ke sini lagi.
>
> Tentang lagu rasa sayang, sebenarnya apakah bukti lagu itu kepunyaan
> Indonesia? Kerajaan Indonesia sendiri tidak tahu siapa penciptanya
> dan ia adalah lagu yg telah di dengari sejak turun temurun.
> s=97359714/grpId=17568606/grpspId=1705043731/msgId=52468/stime=119197
> 8517/nc1=3858796/nc2=3848641/nc3=4776346>
>
> Sebenarnya anda yg cemburu dan sakit hati sama malaysia kerana
> negara anda tidak aman, banyak rusuhan, ekonomi anda jatuh kerana
> itu ramai yg datang ccari kerja disini , selain itu, banyak bala
> gempa bumi yg merosakkan dan menggoncang bumi anda tapi kami di sini
> aman.. org anda yg datang kesini buat kacauu..
>
> ----------------------------------------------------------
> --------
> Kepada sahabat-sahabat Malaysia
> Yang telah membalas suratku
>
> Terimakasih karena telah membalas suratku terdahulu yang bertajuk
> Surat Kepada Sahabatku, Malaysia
> ysia> Senang sekali rasanya di bulan yang baik ini kita masih bisa
> bersenda gurau dengan rasa persahabatan yang dekat.
>
> Tapi entah kenapa surat-surat yang kukirim kepadamu Malaysia dibalas
> oleh wargamu dengan nada marah dan tak senang hati. Ya, hampir dalam
> satu minggu ini emailku penuh dengan email-email seperti itu. Bahkan
> di pagi Idul Fitri hari ini pun aku menerima satu surat dari wargamu
> yang tengah memuncak emosinya.
>
> Sungguh sahabatku, Malaysia, aku Indonesia tidak cemburu denganmu.
> Tidak cemburu dengan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan negerimu
> yang bergema sampai ke pelosok dunia itu. Aku Indonesia seharusnya
> memang belajar darimu bagaimana mengelola ekonomi yang baik dan
> mensejahterakan rakyatnya. Ya, aku Indonesia tidak pernah malu
> mengakui segala kekurangan yang kumiliki.
>
> Tapi, kenapa ya wargamu Malaysia tidak mau mengakui kalau kemajuan
> dan kemakmuranmu itu menyisakan luka yang besar bagi Indonesiaku.
> Mengapa kau tidak mau mengakui kalau duit yang kau pakai untuk
> pembangunan negaramu adalah hasil dari mengambil hutan-hutanku tanpa
> bilang-bilang kepadaku?
>
> Sungguh sahabatku, Malaysia, aku tidak cemburu denganmu. Tidak
> cemburu karena engkau akan terbang ke angkasa dengan menumpang
> pesawat Soyuz dari rusia itu. Aku indonesia mengakui bahwa aku tidak
> punya uang untuk menjadi turis luar angkasa sepertimu, karena uangku
> digunakan untuk pendidikan calon-calon astronot asli dan bukan
> menjadi turis.
>
> The deal to send a Malaysian came after the controversial Sukhoi-
> deal with Russian government. The deal, cost Malaysia nearly
> RM95Million more to send one single guy to space. Don't get me
> wrong, I am proud that we are capable of sending someone to space,
> but how are we doing that? A Russian spacecraft, US and Russian
> space technology, launched from some site in US. Yes, its a
> Malaysian mission after all!
>
> Now, this is what the government of Malaysia is hiding from us. The
> fact that it is not sending an astronaut, but what is known as SPACE
> TOURIST. Usually it will cost around USD20 Million to send a tourist
> to space, where they will orbit the Earth for 10days and back to
> ground.
>
> Space tourism is the recent phenomenon of individuals paying for
> space travel, primarily for personal satisfaction.
>
> As of 2007, space tourism opportunities are limited and expensive,
> with only the Russian Space Agency providing transport. The price
> for a flight brokered by Space Adventures to the International Space
> Station aboard a Soyuz spacecraft is now $30 million. Flights are
> fully booked until 2009. (source: http://www.nasa.
> gov/mission_pages)
>
> Sungguh sahabatku, Malaysia, aku tidak cemburu denganmu. Aku tidak
> tersinggung dan marah bila kau menyebut bahwa ada perampok dan
> penjenayah yang berasal dari Indonesia di Malaysia yang makmur itu.
> Ya, aku Indonesia tidak sekalipun menutupi keadaan itu karena memang
> begitulah kenyataannya. Aku minta maaf ya sahabatku Malaysia atas
> segala ketidak enakan itu.
>
> Oh ya bagaimana generas-generasi Noordin M Top dan Azhari-mu? Kamu
> lupa ya bahwa dua orang itu adalah 'guru' paling canggih yang kau
> kirim ke Indonesia. Seorang dokter yang mengajarkan anak-anak
> Indonesia bagaimana mengebom dan mengambil nyawa orang lain yang tak
> berdosa. Bukankah mereka adalah warga negaramu?
>
> Ya, aku Indonesia tidak pernah sekalipun menyatakan kalau kau harus
> pula bertanggung jawab untuk segala kerusakan dan ledekan yang
> diberikan masyarakat dunia kepada Indonesiaku. Karena aku tahu kamu
> begitu malu dan lupa diri bahwa air susu yang diberikan oleh
> Indonesia telah kau balas dengan air tuba. Indonesiaku telah
> mengirim guru-guru terbaiknya untuk mendidikmu menjadi orang
> terpelajar sementara kamu mengirim 'doktor' yang menjadikan wargaku
> teroris. Kok, kamu begitu sih Malaysia.
>
> O ya, dalam kesempatan yang mulia ini, aku ingin ucapkan terima
> kasih karena saudarakau Donald Pieters Luther Kolopita yang juga
> menjabat sebagai Ketua Dewan Wasit Karate Indonesia PB Forki telah
> diajarkan bagaimana berkarate dengan benar, yaitu memukuli orang
> saat tangannya di borgol.
> malaysia-meski-tangan-diborgol/> Aku melihat kok oleh-olehmu di
> muka Donald yang lebam dan biru itu.
>
> Aku Indonesiamu juga mengucapkan terima kasih karena kepintaran
> wargamu Malaysia. Karena Ceriati
> penganiayaan-ceriati-dituntut-secara-hukum/> yang tidak pernah
> nonton film Spiderman baik seri pertama hingga ketiga akhirnya bisa
> memanjat gedung di lantai 15. Aku Indonesiamu bahkan sangat takjub
> dengan keberhasilanmu mengajarkan Ceriati memanjat hotel dengan
> wajahnya yang juga membiru. Apalagi saat kucari nama Ceriati di
> google hl=id&q=ceriati&btnG=Telusuri&meta=> ada lebih dari 4.790 laman
> yang
> membahas soalnya. Wah, orang desa di Indonesiaku bisa jadi terkenal
> gara-gara Malaysiamu ya. Hebat.
>
> Ups, aku Indonesia kok hampir lupa. Bagaimana kabarnya 12 warga
> Malaysiamu yang menjadi RELA di sana. Apakah mereka cukup puas
> mengeluarkan nafsu binatangnya dengan memerkosa TKI yang sedang
> hamil itu malaysia-tertibkan-kegiatan-rela/> ? Wah, kok kamu begitu sih
> Malaysia. Satu orang kok kamu garap rame-rame. Jadi inget lagunya
> Salome... satu lobang rame-rame. Tapi aku nggak heran kok, bukannya
> kamu memang begitu.
>
> Duhai sahabatku Malaysia, kamu kok marah sih?
> Aku nggak marah kok kalau kamu ingatkan. Bahkan aku bersyukur punya
> sahabat yang bisa mengingatkan akan kesalahan-kesalahan sahabatnya.
> Dan aku pun beharap begitu juga kepadamu, ketika aku ingatkan kamu
> jangan marah ya. Kan kita serumpun. Walau kamu sering menikam dari
> belakang, aku tetap nggak marah kok. Kita masih serumpun.
>
> Nah, sampai di sini dulu ya suratku ini.
> Jangan lupa lho bahwa namaku masih tetap Indonesia dan bukan Indon.
> Salam untuk semua Malaysia.... dan jangan marah ya. Kan kamu memang
> begitu,
>
> Best Regards,
> .K.A.N.G.A.R.U.L.
>
> Freelance Writers, Radio Announcer, Media & PR Consultants
>
> Business Contact +62 812 8749 407
> Private +62 817 804 088
> e-mail Business [EMAIL PROTECTED]
> com
>
> Private [EMAIL PROTECTED]
> com
>
> Blog | www.novelis.
> blogdrive.com | www.arul.multiply.
> com |
>
> _____
>
> .
>
> s=97359714/grpId=17703388/grpspId=1705416045/msgId=1449/stime=1192171
> 726/nc1=4025321/nc2=4725796/nc3=4776345>
>
> _____
>
> Help yourself to FREE treats served up daily at the Messenger Café.
> Stop by today!
> ocid=TXT_TAGLM_OctWLtagline>
>
> ---- D I S C L A I M E R ----
>
> The contents of this email, together with any attachments, contain
> confidential information and are intended only for the individual(s)
> only. If you are not the named addressee you should not
> disseminate, distribute, copy or otherwise use this email or any
> part thereof in any form whatsoever. Please notify the sender
> immediately by email if you have received this email by mistake and
> delete this e-mail from your system.
>
> ---- END OF DISCLAIMER ----
>
> --- End forwarded message ---
>
> Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!
>
> http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/
> http://nugon19.multiply.com/journal
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke