Hi Binusian.. Bukan tidak mungkin Binus juga bisa.. Soalnya bukan hanya sudah terjadi di daerah segitiga kampus di grogol doank.. tapi juga di beberapa kampus terkenal lain..
Yang ada saudara masih kuliah ./ skolah mungkin bisa diberitahu buat lebih hati hati... Dan yang security di kampus / skolah mungkin bisa lebih waspada terlepas dibilang terlalu strict ... http://www.suarapembaruan.com/News/2007/11/01/Jabotabe/jab03.htm SUARA PEMBARUAN DAILY -------------------------------------------------------------------------------- Trisakti Bukan Kampus Orang Kaya [JAKARTA] Universitas Trisakti bukan kampus orang kaya. "Kalau penculik mahasiswa mencari korban di kampus ini untuk mendapat uang, maka mereka salah tempat. Tidak sedikit mahasiswa Trisakti berasal dari keluarga kurang mampu," kata Hasjany, Humas Universitas Trisakti, Rabu (31/10), di Jakarta, menanggapi kasus penculikan yang menimpa, Dennis Jonathan (22), mahasiswa Universitas Trisakti, yang diculik di depan Kampus I Trisakti, Grogol, Jakarta, Senin (29/10). Ia menyampaikan, pengamanan kampus sudah ditingkatkan menanggapi tiga kasus penculikan mahasiswa Trisakti sejak April lalu. "Pengamanan kampus hanya sebatas lingkungan kampus. Kalau di luar pagar kampus, seharusnya menjadi tanggung jawab polisi," jelasnya. Selain itu, wanita asal Aceh ini meminta supaya kasus penculikan mahasiswa Trisakti jangan dibesar-besarkan media dan internet. "Kasus ini juga menimpa mahasiswa kampus lain, tapi kenapa Trisakti yang disorot? Yang penting itu pengungkapan kasusnya, bukan tempat kuliah korban," katanya. Menurut pemberitaan sejumlah media, Dennis diculik di depan kampusnya, Senin kemarin. Penculik, yang berjumlah tiga orang, membawanya dengan taksi ke arah Depok, Jawa Barat. Menggunakan telepon genggam Dennis, penculik menghubungi keluarga korban. Mereka meminta uang tebusan Rp 20 juta. Karena keluarga Dennis tidak menyanggupi memenuhi tuntutan ini, penculik marah. Mereka memukuli Dennis yang terikat tangan dan kakinya. Setelah itu, Diturunkan di Jalan Tole Iskandar Depok, sambil dipukuli hingga pingsan. Dennis kemudian ditolong tiga warga Depok, yaitu Marno, Abas, dan Antoni. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Yudha, Depok. Saat ini, kasus Dennis ditangani Polres Depok, Jawa Barat. Kasus penculikan juga menimpa dua mahasiswa Trisakti April lalu. Waktu itu, korban juga dibawa dengan taksi. Nilai uang tebusannya pun sama dengan yang diminta penculik Dennis, Rp 20 juta. Hingga kini, belum ada informasi polisi mengenai hasil pengusutan kasus tersebut. Setelah marak penculikan anak-anak, penculikan orang dewasa mulai merebak. Fenomena ini menjadi tugas baru polisi. Sementara itu, hingga Kamis (1/11), Polres Depok telah memeriksa empat warga sebagai saksi. Mereka yang pertama kali menemukan Dennis dalam kondisi babak-belur di wilayah Depok. "Lokasi penganiayaan bisa di kawasan Depok atau tempat lainnya. Kepastiannya belum diketahui, sebab sampai saat ini, Dennis belum dapat dimintai keterangan secara intensif karena masih dalam perawatan di rumah sakit. Kami juga menunggu hasil pemeriksaan medis untuk diizinkan meminta keterangan korban secepatnya atau hari ini (Kamis, 1/10)," kata Kapolres Depok, Kombes Pol Imam Pramukarno dalam percakapan dengan SP, di Jakarta, Kamis pagi. Menurut Imam, korban belum bisa diperiksa karena kondisi lukanya serius akibat bagian kepala dipukuli oleh benda keras diperkirakan balok kayu. Ciri pelaku pun diharapkan akan terungkap dari keterangan Dennis. [G-5] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 1/11/07 __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
