Pemerintah daerah Jakarta sekarang mengalami nasib yang hampir sekarat. Banyak pendatang daerah mau cari kerja di Jakarta (jadi pelayan, buruh bangunan, dsbnya), dan pemerintah benar menindak orang2 tersebut. Tapi hanya dengan sidang di tempat dan denda 20rb sudah cukup untuk bebas (untuk yg tidak punya KTP, datang dari daerah tidak lapor, jobless, dsbnya). Ujung2nya yah duit. pemerintah dpt duit dari denda tsb, dan di mata masyarakat (diberitakan di tipi2 atau koran) bahwa pemerintah jakarta tidak tinggal diam. Tapi apakah ini efektif? larinya uang denda itu kemana?
Hal ini paling cuma dilakukan sekali dua kali dalam setahun. Masih ingat ttg larangan merokok? Sekarang udah BASI. semuanya pada merokok seenaknya secara dudul di dalam ruangan AC, atau bahkan di restoran, dimana yg duduk di sampingnya banyak anak kecil di bawah 10 tahun. Bisa bayangin kan? kenapa generasi muda saat ini tambah oon? banyakan dipaksa ngisep polusi, asep rokok, ngadepin macet2, perasaan was-was akan kejahatan, dsbnya. siap2 tuk nambahin mental sama kesabaran :-) Pemerintah == UUD == Ujung-ujungnya Duitttt.... **parah2 On Nov 9, 2007 9:17 AM, prastyo hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > menurut saya coba aja, sistem kereta trem kaya negara-negara di eropa, pasti > deh cocok untuk alat transportasi di jakarta udah gitu gak makan banyak > tempat lagi cuma bangun rel doank, gak kaya buat busway yang makan separuh > badan jalan udah gitu di cor lagi bukan buat karpet merah. Orang2x jakarta > sekarang selama 3- 4 bulan ke depan harus siap2x deh kena hipertensi........ >
