Ester <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: "Ester" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <Undisclosed-Recipient:;>
Subject: Fw: Kegagalan Coca Cola di China
Date: Sat, 17 Nov 2007 12:40:25 +0700
v\:* { BEHAVIOR: url(#default#VML) } o\:* { BEHAVIOR:
url(#default#VML) } w\:* { BEHAVIOR: url(#default#VML) } .shape {
BEHAVIOR: url(#default#VML) } st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) }
Kegagalan Coca Cola di China
Seorang salesman Coca-Cola baru saja kembali dari tugasnya di Pedalaman
Tembok China. Dengan wajah yang sangat kecewa ia berhadapan dengan bossnya.
Si Boss bertanya 'Kenapa kamu gagal melakukan transaksi di China?'
'Saat tiba di China saya begitu yakin bisa menjual produk kita...' kata si
salesman. 'Cuma, ada satu masalah, saya tidak mengerti bahasa China, jadi saya
memutuskan untuk mempromosikan produk ini melalui poster bergambar... .'
Poster pertama gambarnya seorang pria yang sedang sekarat & kehausan di
tengah perjalanannya di Tembok China, poster selanjutnya bergambar pria
tersebut kemudian meminum Coca-Cola, dan poster terakhir bergambar pria
tersebut akhirnya bangkit kembali dengan kondisi yang segar bugar. Kemudian 3
poster tersebut saya tempel di seluruh penjuru China.'
'Lho bukannya itu ide yang brilian? Tapi kenapa kamu masih gagal dalam
menjual?' tanya si Boss.
Si Salesman menjawab 'Saya tidak tahu kalo orang China membaca dari kanan
ke kiri.'
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]