--- In [EMAIL PROTECTED], ridwan fadil wrote: MENGGALI POTENSI KEBAIKAN DARI HATI NURANI
Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi kebaikan yang ada dalam hati nuraninya. Semua itu tercermin ketika dirinya merasa senang / bahagia bila menerima kebaikan dari orang lain. Seseorang yang memiliki perangai judes sekalipun akan senang bila diberi senyum oleh orang lain.. Seorang yang pelit dan kikirpun dia akan merasa senang bila dibantu orang lain. Seorang pemarahpun akan senang hatinya ketika orang bertutur kata dengan ramah dan santun. Sebaliknya seorang raja koruptor, dia pasti akan mencari karyawan yang jujur apabila dia membuat perusahaan, walaupun modal untuk membuat perusahaan tersebut hasil dari korupsi. Seorang penipu ulung akan marah apabila dirinya dibohongi. Seorang pezina yang senang menziai istri orang atau anak orang pasti dia akan marah besar ketika dia tahu istri atau anaknya dizinai orang. Itulah fitrah nurani manusia yang pada dasarnya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk/jahat. Kecenderungan manusia untuk berbuat mungkar disebabkan oleh kekuatan nafsu syaithaniyah lebih dominan menguasai hati, fikiran dan jasad manusia sehingga mengalahkan kekuatan Ilahiyah yang bersemayam dalam nurani manusia. Manusia diberi hati, nafsu dan akal oleh sang Khalik lengkap dengan tuntunannya. Ada dua pilihan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Memilih jalan kebaikan dengan segala konsekwensi yang telah dijelaskan dalam tuntunan-Nya, atau memilih jalan sesat dengan segala konsekwensi atas apa yang menjadi pilihannya. Ketika manusia menyadari bahwa dirinya adalah makhluk Tuhan, maka untuk memahami siapa dirinya, butuh petunjuk dari sang pencipta. Karena hanya Tuhanlah yang memiliki otoritas penuh untuk menjelaskan tentang siapa manusia sebenarnya, karena yang paling tahu tentang sesuatu yang diciptakan, dari apa dia diciptakan dan tujuan diciptakan adalah sang pencipta itu sendiri. Menggali potensi kebaikan dari hati nurani manusia harus merujuk kepada petunjuk dan tuntunan Tuhan sebagai pencipta sekaligus yang menguasai segala sesuatu yang diciptakannya. Kebaikan adalah sesuatu yang apabila orang lain berbuat sesuatu kepada kita kemudian hati nurani kita merasa senang dan bahagia.Bila hati nurani kita senang dan bahagia menerima kebaikan dari orang lain, begitupun sebaliknya, orang lain akan merasa senang dan bahagia hati nuraninya ketika menerima kebaikan dari kita. Berarti, memberi kebaikan kepada orang lain sejatinya kita sedang memberi kebaikan kepada diri kita sendiri. Sebaliknya perbuatan buruk/jahat, adalah apabila orang lain melakukan suatu perbuatan, hati nurani kita akan menentang, dengan kata lain, perbuatan yang bertentangan dengan hati nurani akan mengakibatkan orang lain merasa kesal dan marah. Ketika hati nurani kita menentang perlakuan buruk dari orang lain, maka yakinlah bahwa orang lainpun sama tak ingin diperlakukan buruk. Berarti sebelum kita berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan orang lain, tanyankan dulu kepada hati nurani kita, bagaimana perasaan kita apabila menerima perlakuan buruk dari orang lain. Ketika kita sedang berbuat jahat kepada orang lain, sejatinya kita sedang berbuat jahat kepada diri kita sendiri. Mari kita jadikan hati nurani kita sebagai dasar penggerak untuk memberikan kebaikan kepada orang lain, sekaligus sebagai benteng yang bisa menahan keinginan untuk berbuat jahat kepada orang lain. Dan semua itu bisa kita peroleh dengan cara kembali kepada petunjuk dan tuntunan Sang Khalik. Semoga bermanfaat. Salam IHSAN Ridwan Fadil REKSA LEADERSHIP CENTRE 081317212141 ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ --- End forwarded message --- Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal --------------------------------- Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how. [Non-text portions of this message have been removed]
