Budi Chayadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    From: "Budi Chayadi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: Subject: "BIS"
Date: Wed, 10 Jan 2007 12:23:49 +0700

              Cinta itu seperti seseorang yang menunggu bis.
 
Sebuah bis datang, dan kamu bilang, "Wah...terlalu sumpek dan panas, nggak bisa 
duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"
 
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya 
kurang asik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.." 
 
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi dia seakan-akan tidak 
melihatmu dan melewatimu begitu saja.
 
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu 
bilang, "Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bis 
keempat pergi.. 
 
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.
 
Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke 
dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki 
bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kamu baru sadar telah 
menyiakan waktumu sekian lama.. 
 
Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang  yang benar-benar 
'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% 
memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa 
menjadi 100% sesuai keinginan dia. Tidak ada salahnya memiliki persyaratan 
untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang 
berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita 
tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih 
bisa berteriak 'Kiri !' dan keluar dengan sopan. 
 
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada 
keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti 
menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi. 
 
Cerita ini juga berarti, kalau kamu benar-benar menemukan bis yang kosong, kamu 
sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu 
dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu. Untuk dia 
memberi kesempatan kamu masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu 
adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, 
dan bagi dia. Bis seperti apa yang kamu tunggu? 
   



       
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke