From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
CC: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [realta.jakarta] Good story... {01}
Date: Thu, 29 Nov 2007 12:47:10 +0700




Message










 
Semoga bisa jadi 
renungan dalam hidup kita 
This is really a good 
story....
========================= 
Saya adalah ibu tiga 
orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. 
Kelas terakhir yang harus saya ambil  adalah Sosiologi. 
Sang Dosen 
sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. 
  

Tugas terakhir yang 
diberikannya diberi nama "Tersenyum". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar 
dan tersenyum kepada tiga orang dan 
mendokumentasikan reaksi mereka. Saya 
adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap
orang 
dan mengatakan "hello", jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah 
mudah.

Segera setelah kami menerima tugas tsb, suami saya,  anak 
bungsu saya, dan saya pergi ke restoran 
McDonald's pada suatu pagi di bulan 
Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami
dalam 
antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami 
mulai
menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. 
Saya 
tidak bergerak sama sekali... suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika 
saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.

Ketika 
berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat, dan 
berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma. 
Ketika saya menunduk 
melihat laki-laki yang lebih pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang 
"tersenyum".   

Matanya yang biru 
langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia 
berkata "Good day" sambil menghitung beberapa koin yang telah 
ia kumpulkan. 
Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di 
belakang temannya.

Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita 
defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. 

Saya menahan haru 
ketika berdiri di sana bersama  mereka.

Wanita muda 
di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, "Kopi 
saja, 
Nona" karena hanya itulah yang mampu mereka beli. 
(Jika mereka ingin duduk 
di dalam restoran dan  menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli 
sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan).
Kemudian saya benar-benar 
merasakannya - desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh 
dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. 
Hal itu  terjadi 
bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap 
saya, menilai semua tindakan saya. 

Saya tersenyum dan berkata pada 
wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi  lagi 
dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan
melingkari sudut ke arah meja 
yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. 

Saya meletakkan 
nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki 
bemata biru itu.

Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan 
berkata "Terima kasih."
Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan 
berkata, "Saya tidak melakukannya untukmu. 
Tuhan  berada di 
sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan."

Saya mulai menangis 
ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. 

Ketika saya duduk 
suami saya tersenyum kepada saya dan berkata, "Itulah sebabnya mengapa Tuhan 
memberikan kamu kepadaku, Sayang. 
Untuk memberiku 
 harapan." Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu 
kami tahu bahwa hanya karena 
Kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami 
berikan untuk orang lain.

Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih 
Tuhan yang murni dan indah.
Saya kembali ke college, pada hari terakhir 
kuliah, dengan cerita ini ditangan saya. 
Saya menyerahkan 
"proyek" saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan 
berkata, "Bolehkan 
saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya 
mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai 
membaca dan saat itu
saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari 
Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk  disembuhkan. 
. 

Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang 
yang ada diMcDonald's, suamiku,
anakku, guruku, dan setiap jiwa yang 
menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi..
Saya lulus 
dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK 
BERSYARAT.

Banyak cinta dan kasih 
sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan 
 mempelajari bagaimana untuk   
MENCINTAI SESAMA DAN 
MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA 
MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN 
SESAMA.

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh anda dengan 
cara apapun, tolong kirimkan cerita ini 
kepada setiap orang yang anda kenal. 
Disini ada seorang malaikat yang dikirimkan untuk mengawasi anda.
Supaya 
malaikat itu bisa bekerja, anda harus menyampaikan cerita ini pada orang-orang 
yang ingin anda awasi. Seorang malaikat menulis: 
Banyak orang akan datang 
dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat2 sejati yang akan meninggalkan 
jejak di dalam hatimu. 
Untuk menangani 
dirimu, gunakan kepalamu. Tetapi untuk menangani orang lain, gunakan 
hatimu.

Tuhan memberikan kepada setiap burung makanan mereka, tetapi Ia 
tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka. 
Ia yang kehilangan 
uang, kehilangan banyak; Ia yang kehilangan seorang teman, kehilangan lebih 
banyak; 
tetapi ia yang 
kehilangan  keyakinan, kehilangan semuanya. Orang-orang muda yang
cantik 
adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang cantik adalah hasil karya 
seni. Belajarlah dari kesalahan orang lain. 
Engkau tidak dapat 
hidup  cukup lama untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri. 

GBU 
all...!! 
 .

 

  
  
    
      



IMPORTANT 
      NOTICE
Email from OOCL Logistics is confidential and may be legally 
      privileged. If it is not intended for you, please delete it immediately 
      unread. The internet cannot guarantee that this communication is free of 
      viruses, interception or interference and anyone who communicates with us 
      by email is taken to accept the risks in doing so. Without limitation, 
      OOCL Logistics and its affiliates accept no liability whatsoever and 
      howsoever arising in connection with the use of this email. Under no 
      circumstances shall this email constitute a binding agreement for 
      provision of services by OOCL Logistics, which is subject to the standard 
      terms and conditions of OOCL 
  Logistics.
 

_________________________________________________________________
Edit your photos like a pro with Photo Gallery.
http://www.get.live.com/wl/all

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke