Hehehe....

Lucu sekali pengalamannya  :D

 

Sekedar info, SIM keliling itu setauku ada jadwalnya di masing2 wilayah,
Jakarta barat, utara, pusat, timur, and selatan.  Memang setiap minggu akan
muter2, beda tempat mangkalnya.  Misalnya untuk Jakarta utara minggu ini di
Pluit (belakang megamal), setelah itu di Mal Artha Gading (bukan di MKG deh
setauku).  Kalo di barat, kadang suka di Carrefour Puri Indah.  Biasanya
jadwalnya suka dibacain di radio Metro tuh, 107.8FM.  Nah kalo radio itu,
cukup reliable deh informasinya  :-)

 

 

   _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, December 11, 2007 9:10 AM
To: undisclosed-recipients
Subject: [BinusNet] Fwd: OOT: Ada Cerita Bagus neh....(Pengalaman Mencari
Bus Sim Keliling)....huahhahaha

 

Pengantar:
Posting ini panjaaang...-banget, dan mungkin sebagian besar isinya nggak
penting. Tapi sebagai ringkasan, pesan moral yang hendak disampaikan
adalah:
1. Internet tidak selamanya mampu menjadi sumber informasi yang handal.
2. Janganlah berjalan kaki mengelilingi parkiran MKG karena tempat itu
sangat luas.
3. Tapi kalopun bener-bener kepingin jalan kaki keliling parkiran,
pilihlah Atrium Senen.

Selamat membaca, kalo emang lagi kurang kerjaan.

(Embedded image moved to file: pic00292.gif)

Di manakah Bus SIM Keliling mangkal?
B
erhubung bulan ini SIM gue abis, maka gue menemukan journalnya mas Tian
yang ini alangkah sangat menarik sekali deh.
Bayangin, perpanjang SIM nggak harus ngantri, nggak harus pake calo, cukup
10 menit jadi. Indah banget!

Terdorong motivasi untuk memenuhi kewajiban sebagai pengguna jalan raya
yang bertanggung jawab, sekitar 2 minggu yang lalu gue mencoba mencari
informasi lebih lanjut tentang Mobil Keliling Pembuat SIM ini. Pertanyaan
logis pertama yang muncul adalah; "di manakah mobil itu mangkal?"

Dengan harapan menemukan denah lokasi memuat sebuah sebuah titik merah
besar bertuliskan "Lokasi Mobil SIM Keliling hari ini" gue masuk ke
www.polri.go.-id. Yang gue temukan adalah:
Di bagian "Pelayanan" > "Persyaratan / Administrasi" cuma ada
undang-undang tentang SIM.
Ada SMS Polri ke nomor 1120, gue coba kirim sms ke situ dan 'not
delivered'.
Ke bagian "Link" > "Polda", gue berharap menemukan sesuatu di 
website
"Polda Metro Jaya". gue klik ke "Cara Mendapatkan SIM Baru"; 
ternyata
isinya lagi-lagi peraturan. Gimana sih? Tapi akhirnya gue maklum
setelah baca cuplikan berita di 'Home'-nya. Berita terbaru berjudul
"Polda Tangkap Puluhan Bandar Judi Togel" tertanggal 3 Juli 2004!
Pantesan.... Yang baru ketemuan tanggal segitu aja sekarang udah
kawin, mas...

Putus asa dengan website polisi, gue cari di www.google.co.-id . Ternyata
cuma nemu 2 info untuk keyword 'sim keliling'. (update: barusan gue coba
lagi dengan keyword yang sama, dan nemu cukup banyak. Klik aja di sini 
kalo
mau liat.) Itu pun cuma posting blog seseorang yang berbunyi 
"denger-denger
sekarang ada layanan sim keliling yah?"

Kenapa polisi suaranya mirip-mirip?

Oke, dengan demikian gue berkesimpulan bahwa info tentang sim keliling
belum masuk ke net. Jadi, gue kembali ke jaman baheula, mundur beberapa
puluh tahun ke belakang, mencampakkan kemajuan teknologi cyber, dan 
mencoba
mencari informasi lewat.... telepon. Gue coba nomor pertama di journalnya
Mas Tian, 5446362.

"Halo!" terdengar suara tegas dengan sedikit aksen medok jawa - khas suara
polisi. Buat yang pernah ditilang pasti tau suara macam apa yang gue 
maksud
(Embedded image moved to file: pic12382.gif)
"'Pagi pak, mau tanya, lokasi mobil sim keliling hari ini di mana ya?"
"Di Kelapa Gadheng!" jawab suara di seberang dengan nada 'siap grak!'
"Kelapa Gadingnya di sebelah mana ya pak?"
"Di Moll-nya!"
"ehm... tepatnya di mananya, Pak? Mall-nya kan luas..."
"Cobha sajha cari di parkirannya! Andha domisili dhi mana?"
"Jakarta Pusat, Pak."
"Kalo githu langsung sajha ke Polsek Kemayoran!"
"Lokasinya di mana itu pak?"
"Lokasinya di.... Atau Andha langsung sajha ke Daan Mogot dyeh, biar
gampang ya! Selamat Paghi!"

&%$#*&#@ Polisiiiii..-.....!!!! Tapi ide tentang ngurus di Polsek Kemayoran
cukup menarik juga. Toh nggak terlalu jauh dari rumah. Maka gue coba
telepon 5709261, nomer telepon Polda Metro Jaya.
"Polda Metro Jaya Selamat Pagi..." wah, yang ngangkat mbak-mbak bersuara
merdu... bak oase di gurun gersang

"Selamat pagi mbak, saya mau tanya, lokasi Polsek Kemayoran di mana
tepatnya ya mbak?"
"Polsek Kemayoran? Mohon tunggu sebentar ya Pak..."
"Iya mbak, terima kasih.."
"...... [sayup2 terdengar suara kresek-kresek kertas bergeser dan dialog
"eh, tau alamat polsek kemayoran nggak? ada yang nanya nih... bukan,
polsek... polsek KE-MA-YO-RAN.-.. tau nggak...?]"
"..." (sabar menunggu).
"Halo Pak?"
"Ya mbak?"
"Anu, maaf ya pak, saya nggak tau alamat polsek Kemayoran, tapi saya punya
nomor teleponnya. Mau?"
"Oh boleh deh mbak..."
Habis itu dia ngasih nomor polsek kemayoran. Waktu itu sih gue catet di
kertas, tapi sekarang udah ilang, jadi nggak bisa gue tulis di sini. 
Jangan
kecewa ya.

Kenapa hari gini masih ada aja yang basi?

Setelah nutup telepon, giliran gue nelepon polsek Kemayoran.
"Halo!" Menakjubkan, suaranya miriiip... banget dengan suara yang di nomer
5446362 tadi! Jangan2 intonasi suara termasuk persyaratan jadi polisi.
"Pagi Pak, dengan Polsek Kemayoran?"
"Bethul!"
"Begini Pak, saya mau perpanjang SIM, tapi nggak tahu lokasi tepatnya
Polsek Kemayoran. Bisa tolong kasih ancer-ancer gitu pak?"
"Dekat PRJ! Belakang apartemen anu... blablabla...-" dia ngasih petunjuk
lokasi.
"Oh, Ok Pak, terima kasih. Perlu bawa apa saja ya pak?"
"Fotocopy KTP dhua, SIM dhua! Sama ini, cathat nomer HP saya, 0815******
dengan Sersan G****. Kalo udhah sampe' sini telepon saya sajha, nanti saya
banthu..!"
"Oke Pak, terima kasih..."
"Bener yha... nanti sampe sini telepon saya ke HP! Saya banthu biar
gampang, cepet! Yha?"
"Sip deh pak!" Yaelah pak, hari gini, udah ada mobil SIM keliling, masih
mau main calo-caloan? Basi deh lo pak, basiiii.....-!

Tapi ngomong-ngomong, gue masih belum tau nih di mana tepatnya lokasi si
mobil keliling. Kayaknya Mal Kelapa Gading ada 3 jilid gitu loh, plus La
Piaza pula, ditambah cuaca panas terik gini, masa iya gue harus nyari2
keliling parkiran yang entah berapa hektar itu? Maka gue mencoba
peruntungan dengan nomor ke dua di jurnal Mas Tian, 8299444.
"jflajerdjdhegfalgj-rlr... selamat pagi.." terdengar suara mbak-mbak yang
menyebutkan nama sebuah lembaga di awal sapaannya. Apakah mobil SIM
keliling ini kerja sama Polda dengan pihak lain, ya?
"Pagi mbak, minta informasinya dong, mobil sim keliling hari ini ada di
mana ya?"
"Di Kelapa Gading, Pak."
"Ok, tepatnya di mananya mbak?"
"Waduh saya kurang tau juga pak, habis kita kan di pusat, mana tau dia
parkir di mana... " logis juga sih penjelasannya - tapi akan lebih logis
lagi kalo ini nomer mendingan dipasangnya di bis kelilingnya sekalian,
ketimbang dipasang di pusat dengan informasi nggak jelas gini.... 
hiiih...!

Kenapa gue apes banget?

Akhirnya, setelah putus asa mencoba mencari informasi tanpa hasil, gue
memberanikan diri langsung berangkat ke lokasi: Mal Kelapa Gading. Perlu
dicatat, waktu keberangkatan adalah pukul 09.00 pagi, dengan waktu tempuh
sekitar 40 menit sehingga jam 9.40 gue udah tiba di lokasi.
"...cathat nomer HP saya, 0815****** dengan Sersan G****. Kalo udhah 
sampe'
sini telepon saya sajha, nanti saya banthu..!"

Asumsi 1: Mobil SIM Keliling nggak mungkin main nyelonong aja ke parkiran
Mal tanpa koordinasi, pasti pihak gedung dikasih tau.
Asumsi 2: Kalo pihak gedung udah tau tentang kehadiran mobil ini, maka
seluruh Satpam sebagai pihak2 yang terkait erat dengan aktivitas
perparkiran pastinya juga dikasih tau.
Kesimpulan: Lebih baik tanya sama Satpam.

Satpam I (di dalam mal)
"Permisi pak, mau tanya, lokasi mobil sim keliling di mana ya?"
"Wah ndak tau saya Pak, saya tugasnya di dalem terus sih. Coba tanya sama
security yang di luar."

Satpam II (di pintu mal)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Wah nggak liat saya. Mungkin di pinggir jalan kali pak..."

Satpam III (di gerbang masuk parkiran MKG I dan II)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Dari tadi kayaknya nggak lewat Pak."

Satpam IV (di gerbang masuk parkiran La Piaza)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Oh... emang sekarang bisa ngurus sim di mobil keliling ya pak?"

Satpam V (di gerbang masuk parkiran MKG I dan II yang deket Food City)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Mobilnya kayak apa pak?"
"Wah ya gak tau ya... bis gitu kali pak..."
"Kalo bis nggak mungkin masuk parkiran pak, kan ada itu (sambil menunjuk
portal setinggi 2.2 meter). Kalo dia lebih tinggi dari itu ya nggak bisa
masuk sini pak!"

Bener juga. Walaupun gue sama sekali nggak kebayang kayak apa bentuk
mobilnya, tapi bayangan gue pastinya bis yang cukup gede lah. Nggak 
mungkin
cuma segede mobil pos, karena di dalamnya harus ada peralatan foto, cetak
kartu, mesin tik, etc etc. Maka arah pencarian gue ubah ke wilayah di luar
MKG. Asumsi tambahan: pasti bis itu memuat logo Polisi dalam ukuran cukup
menyolok. Maka gue mengarahkan pandangan mencari-cari logo polisi di
sekitar situ.

Dan saat itulah, saat posisi gue di depan Food City, gue liat di kejauhan,
di sekitar Pasar Mandiri yang jualan onderdil mobil, ada selembar spanduk
kuning berlogo Polda Metro Jaya! Ah, ketemuuu....-!! Setengah berlari gue
mendekati lokasi spanduk itu, hingga pada jarak yang cukup terbacalah
tulisannya "LOKASI PANGKALAN SEMENTARA BAJAJ DAN OJEK KELAPA GADING".
hkghkghkghkg.-..!!!

Tapi sebagai orang yang beriman, gue pantang berputus asa.
Satpam VI (di gerbang masuk Pasar Mandiri, nggak jauh dari spanduk sialan
itu)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Nggak tau pak, nggak pernah liat mobil 'kayak gituan' di deket sini..."

Ya ampun....
Gue mencoba mikir lagi. Dari tadi gue nanya sama satpam melulu, dan mereka
rata2 nggak tau di mana lokasi bis itu. Kenapa gue nggak nanya sama polisi
aja?
Asumsi 1: Mobil SIM keliling diawaki oleh para polisi.
Asumsi 2: Para polisi saling mengetahui keberadaan temannya
Kesimpulan: Lebih baik tanya sama polisi.

Setelah nanya-nanya sama beberapa tukang bajaj dan tukang rokok, akhirnya
gue menemukan Polsek Kelapa Gading, sekitar 800 meter dari lokasi MKG.
Perlu dicatat bahwa saat itu waktu udah menunjukkan pukul 11 lewat, 
artinya
udah lebih dari satu jam gue keliling-keliling jalan kaki di bawah sorotan
matahari. Gue jadi merasa sangat kaya dengan vitamin D.

"Selamat siang pak," kata gue kepada para polisi di ruang jaga, "Numpang
tanya lokasi Bis SIM Keliling di mana ya?"
"Hari ini nggak ke sini Pak! Jadwalnya bukan sekarang."
"Tadi saya telepon ke pusat katanya lagi Kelapa Gading tuh pak..." jawab
gue sabaaar sekali.
"Oh kalo gitu kita nggak tau. Habis dia koordinasinya langsung ke Polda 
sih
pak, nggak pernah ke Polsek! Dia itu kalo ke daerah sini nggak pernah
informasi ke kami pak!" Oh ya? Sombong sekali dia ya? Tapi masih suka
teleponan kan? Atau minimal... SMS, gitu?

Jadi gue harus nanya sama siapa?

Dengan lunglai gue melangkah tak tentu arah keluar dari Polsek. Mobil itu
pasti cuma beberapa (ratus) meter dari posisi gue.... masa nggak ketemu
sih...penasaran! Sebenernya kalo mau memudahkan para 'customer' seperti 
gue
ini, caranya gampang banget loh. Bekalin aja tuh bis satu biji HP, nggak
usah yang mahal2 asal bisa SMS... trus setiap kali dia mulai mangkal, dia
kirim SMS ke pusat "mobil mangkal di MKG, depan toko anu" Cuma keluar
ongkos 350 perak per hari, tapi bisa membantu mbak2 di pusat untuk
memberikan jawaban yang lebih akurat... ya kan? Tapi itu kalo ada niat
untuk memudahkan lho...

Sebagai upaya terakhir, gue jalan menuju gerbang MKG III, sekitar 1.5 kilo
dari Polsek (karena gue jalan mengitari mal-nya, siapa tau ketemu tu mobil
di pinggir jalan).

Satpam VII (di gerbang masuk MKG III)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Nggak tau tuh pak. Nggak liat dari tadi."

Bersamaan dengan jawaban yang memilukan itu, ujan mulai turun. That's it.
I'm outta here.
Akhirnya hari itu gue pulang dengan tangan hampa. Jam 12 lewat. Hampir 2.5
jam gue ngerondain parkiran Mal tanpa hasil. Seumur-umur main di Mal, 
belum
pernah gue menghabiskan waktu selama ini di parkirannya. Bener.

(Embedded image moved to file: pic17421.gif)-(Embedded image moved to file:
pic18716.gif)-(Embedded image moved to file: pic19718.gif)

Maju terus pantang mundur...

Hari ini, pas bangun tidur entah kenapa gue dapet ilham untuk nyoba nyari
si mobil sim keliling misterius itu. SMS ke kantor, bilang mau dateng
siang, terus kembali gue nelepon 8299444.
"Hari ini di Atrium Senen, Pak." kata mbak-2nya. Kali ini gue nggak mau
repot2 nanya 'persisnya di mana'. Hm... Atrium Senen, jauh lebih kecil 
dari
MKG. Mudah2an lebih gampang dicari. Kalo sampe nggak ketemu juga, ya 
sud...
artinya udah suratan takdir gue untuk ngurus SIM di Polsek Kemayoran. Tapi
amit2 deh, nggak akan lewat Sersan G****!!

Jam 1/2 10 gue udah nyampe Atrium Senen, dan udah tanya-tanya sama Satpam
pertama.
"Bis Sim Keliling? Wah, saya nggak denger dia mau ke sini tuh pak,"
katanya. Yah... jadi deh ngurus di Polsek Kemayoran... pikir gue.
"Kenapa ini?" tiba-tiba datang Satpam ke dua.
"Ini, bapak ini nanya Bis SIM Keliling..."
"Oh ADA! Ada pak!"
"Hah, yang bener?" baik gue maupun satpam pertama sama2 ragu.
"Bener! Tadi saya dapat informasinya lewat SMS. Katanya mangkal di depan
kantor Djakarta Lloyd (di seberang Atrium Senen)".
"Wah, makasih ya pak!" gue langsung ngacir menuju pintu Atrium Senen yang
satunya lagi, yang di depan Djakarta Lloyd.
"...mending bapak besok ke sini aja lagi, daripada sekarang nyari-nyari.-..
Jakarta kan gede pak..."

Sampe sana gue langsung jelalatan ke seberang jalan. Mana... mana...? Kok
nggak ada tanda2 mobil berlogo polisi? Adanya cuma sebuah Espass memasang
spanduk kuning bertuliskan "Jual Serabi". Satpam... Satpam... gue harus
menemukan Satpam terdekat. Celingukan bentar kayak copet, dan nhaaa... tuh
ada satu.
"Permisi Pak... bapak liat mobil sim keliling nggak di deket sini?"
"Wahh.. baruuuu aja pergi pak! Tadi emang dia mangkal di depan situ, tapi
sekarang udah jalan... mending bapak besok ke sini aja lagi, daripada
sekarang nyari-nyari.-.. Jakarta kan gede pak..." Aduh, makasi ya, untung 
lu
kasih tau, tadinya gue kira Jakarta segede baskom. Grrr...!

Habislah sudah harapan. Tragis banget, giliran ada di lokasi yang 
Satpamnya
informatif, bisnya udah pergi... whuaaaaa....-.(Embedded image moved to
file: pic19895.gif) (Embedded image moved to file: pic05447.gif)-(Embedded
image moved to file: pic21726.gif)

Nggak pake nunggu lama2, gue langsung keluarin mobil dan ngarah pulang.
Pikir-pikir, berhubung hari ini udah kadung bilang mau ngurus SIM, 
sekalian
aja deh gue menuju ke markasnya Sersan G****. Keluar Atrium gue ambil arah
lurus menuju Hotel Borobudur, dengan rencana nanti belok kanan ambil arah
Sahari.

Tapi pas mobil baru mau ngelewatin Hotel Oasis (eh, itu hotel atau
apartemen sih?) tiba-tiba mata gue menangkap sebuah bentuk persegi panjang
besaaar beroda, berwarna belang putih-biru dengan tulisan gede-gede "Kami
siap melayani Anda" plus tulisan lain dengan ukuran sedikit lebih kecil
"Layanan Perpanjangan SIM Keliling" Ya Allah, benarkah apa yang kulihat
ini... gue liat sekali lagi...ternyata bener! YES!! Ketemu!! Gila, belum
pernah gue segirang ini ngeliat mobil polisi!!

Saking kalapnya, dari jalur kanan gue langsung motong ke kiri mendekati
mobil terindah di dunia itu, diiringi alunan klakson dari aneka mobil di
belakang gue. Klakson gih sampe pegel sono, yang penting gue mau 
perpanjang
SIM!!! Berhubung di sekitar mobil SIM keliling itu penuh dengan rambu S
dicoret, maka sekalian aja gue parkir di parkirannya RSPAD trus jalan kaki
ke luar. Sempet rada ragu juga waktu ngeliat mobilnya tertutup rapet gitu,
tapi waktu gue nanya sama bapak-bapak yang duduk deket situ, "Iya, bisa
perpanjang SIM di sini pak! Silakan langsung aja masuk!"

Masih setengah nggak percaya atas mukjizat Allah yang begitu luar biasa
ini, gue masuk ke bis, dimintain fotocopy KTP dan SIM (masing2 cukup satu,
bukannya 2 seperti kata si Sersan G**** yang calo itu), tanda tangan,
difoto, nempelin jempol di scanner, bayar 100 ribu, dan tau2 SIM barunya
udah jadi aja! Cuma 10 menit, sodara-sodara!-!!

Gue nanya2 sama petugas di situ, ternyata mereka punya jadwal tetap 
sebagai
berikut:
Minggu pertama: di Pluit (gue nggak nanya persisnya di mana, nggak 
tertarik
bikin SIM di Pluit, soalnya).
Minggu ke dua: di Glodok, deket halte busway
Minggu ke tiga: di Gajah Mada, deket gedung Kejaksaan.
Minggu ke empat: di Atrium Senen ini, seberang Oasis.

Tapi jadwal itu hanya berlaku hari Senin sampe Jum'at, jam 8 pagi sampe 1
siang. Sedangkan weekend-nya mereka pindah2 tergantung pesanan, karena dia
bisa dipanggil ke suatu lokasi untuk perpanjangan SIM secara kolektif,
minimal 3 orang. Rupanya waktu gue muter2 kayak orang gila di MKG itu,
mereka lagi beroperasi di luar jadwal rutinnya. Pantesan orang2 di
sekitarnya gak ada yang tau.

Yang dilayani di sini hanya perpanjangan SIM A dan C, termasuk yang udah
telat perpanjangan sampe batas waktu 1 tahun. Yang SIMnya udah kelamaan
mati, atau yang mau bikin baru, tetep harus ngurus ke Daan Mogot.

Too good to be true...

Setelah proses 10 menit yang membahagiakan itu, gue pulang dan pamer sama
Ida yang kebetulan lagi bolos ngantor.
"Liat nih! SIM baru, ongkos cuma 100 ribu, 10 menit jadi, bebas calo.
Uangnya halal masuk kas negara semua...!" kata gue bangga.
"Eh bentar... 100 ribu? Perasaan di journal mas Tian biayanya cuma 70
ribu..!"
"Hah, yang bener?? Sialan, berarti tu kunyuk2 ngembat duit gue 30 ribu!
Mana sini, liat journal mas Tian!" gue baca sekali lagi... iya ya... 70
ribu... padahal tadi gue bayar 100 ribu... kurang ajar...

Langsung gue angkat telepon, pencet 8299444.
"Mbak, numpang tanya dong," kata gue begitu terdengar sapaan, "untuk
perpanjangan SIM di mobil keliling, BIAYA RESMI-nya berapa ya??"
Tukang-tukang catut itu... pikir gue dongkol.
"Biayanya 75 ribu untuk SIMnya, 10 ribu untuk biaya tes kesehatan, dan 15
ribu untuk asuransi, pak..." kata mbak2nya.

...but it is true!

Tunggu bentar.. 75 tambah 10 tambah 15... bener dong 100 ribu....
"Ooo... makasi ya mbak..." kata gue sambil buru2 nutup telepon. Ternyata
bener biayanya segitu, dan gue udah ber su'udzon terhadap para petugas
mobil sim keliling... jadi malu...

Jadi, akhir kata, gue menghimbau kepada seluruh pembaca untuk 
beramai-ramai
memperpanjang SIM di mobil keliling: murah cepat bebas calo!

PS:
Oh iya, hampir lupa. Buat Sersan G**** di Polsek Kemayoran, sekali lagi 
gue
ucapkan, basi deh lu, basiiiiiii..-...

[Non-text portions of this message have been removed]

 



--- 




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke