Nah menurut satpam Binus di Kompas.. tiap hari dia nolong puluhan motor yang terjungkal..
Selain itu untuk Binusian gue juga mo update.. Sejak jembatan layang roxy bisa dilewatin.. kemacetan sedikit berkurang.. Tetapi.. Sama seperti berita di bawah ini.. 2 Hari berturut turut di pagi hari gue liat ada kecelakaan.. Kalau lewat dari Kyai Tapa ke arah Gajah Mada.. sebelum naik jalan layang itu perasaan jadi tambah serem.. Bukan karena preman.. Tapi karena ada separator itu.. Jalur lambat.. Jalur Cepat.. Jalur Busway.. Nah yang dari Jalur Cepet kadang ngak mo naik ke jembatan.. Sementara yang dari jalur lambat mau naik jembatan.. Jadi saling bersilangan... Apalagi ada metromini dari jalur cepet langsung potong ke jalur lambat sambil ngebut terus tepat di mulut jembatan layang.. Bagusnya sih dari jalur cepet sejak beberapa ratus meter dibikin ngak bisa motong ke jalur lambat demikian pula yang jalur lambat ngak boleh naik ke jalan layang.. kecuali dia masuk jalur cepet sejak beberapa ratus meter sebelumnya.. Kemaren malah kabel listrik nya melintang di tengah jalan di atas jalan layang.. sebelumnya cuma disangga pake bambu doank.. :D Sampe pas lagi jalan di pinggiran jalan layang kaget karena bisa nyangkut di kendaraan itu kabel... Untung hari ini kayaknya sudah ngak keliatan lagi itu kabel listrik nya.. Serem.. 2 Hari berturut turut liat kecelakaan.. Sampe ada ambulance.. dan aspal jadi merah.. :( Buat Binusian ati ati kalau lewat grogol.. http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0712/12/metro/4077341.htm Rabu, 12 Desember 2007 Pemisah Busway Picu Kecelakaan Polisi Telah Peringatkan Dishub sejak Lama Jakarta, kompas - Pemisah jalan atau separator antara jalur khusus bus dan jalur umum kerap menyebabkan kecelakaan bagi pengguna kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. Dinas Perhubungan DKI Jakarta dianggap abai dengan masalah tersebut. Salah satu jalur khusus bus (busway) yang saban hari selalu menyebabkan kecelakaan adalah Koridor VIII jurusan Harmoni-Lebak Bulus. Lokasi rawan kecelakaan itu tepatnya berada di ruas Jalan Teuku Nyak Arief (arteri Permata Hijau), di depan Sekolah Bina Nusantara (Binus). Heru, petugas satpam Binus, mengatakan, setiap hari dia bisa menolong puluhan pengendara motor yang terjungkal karena menabrak separator busway yang baru dipasang sebulan lalu. Selasa (11/12) antara pukul 09.00 dan pukul 11.00 empat pengendara motor terjungkal karena menabrak separator busway itu. Seorang korban, Dodo (35), mengaku kehilangan keseimbangan ketika berusaha menghindari separator. "Keluar dari underpass (terowongan), tiba-tiba ada separator, ya jelas kaget. Yang bikin separator ini enggak mikir," ujar Dodo, yang mengalami luka-luka di kaki dan tangan. Siapa pun akan kaget begitu keluar dari terowongan langsung berhadapan dengan separator yang jaraknya hanya sekitar 10 meter dari mulut terowongan. Di titik rawan itu tidak ada rambu apa pun. Pada malam hari lokasi itu juga gelap. Di ruas jalan itu jugake arah Pondok Indahpada dini hari pada pekan lalu sebuah Suzuki Escudo menabrak separator hingga terloncat lalu menabrak tiang listrik. Separator busway di tempat lain, terutama pada musim hujan sekarang ini, juga membahayakan pengguna jalan. Banyak separator yang tidak terlihat karena terendam air. Polisi memperingatkan Kepala Direktorat Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Yudi Sushariyanto mengatakan sudah sejak lama kepolisian memperingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI tentang maraknya kecelakaan karena busway itu. "Anak buah saya di lapangan secara khusus mencatat semua kecelakaan terkait busway. Laporannya sudah diserahkan ke Dishub. Tetapi, ya enggak ada kelanjutannya dari sana (Dishub)," ujar Yudi. (SF) ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
