Gimana pendapat para Binusian tentang Visit Indonesia Year 2008, yang sudah menganggarkan 17 milyar buat website pariwisata indo..
Menurut gue sih.. daripada 17 milyar buat bikin website di negara yang 49% rakyat masih di bawah garis miskin (sesuai data statistik 2006 yang sering diiklankan di TV-TV itu), apa ngak lebih baik 10 milyar dipake buat perbaiki lampu lalulintas aja,, biar rakyat ngak kena macett.. masa lampu lalulintas dari 2007 sampe 2008 mati terus sihh.. :( Dan sisanya 7 milyar buat perbaiki sistem di bandara bandara saja.. biar ngak ada calo lagi yang nyusahin turis.. biar petugasnya ramah sama turis domestik dan asing.. Bangkok dan Changi Singapore aja bisa.. masa indo ngak bisa.. Kok baru awal 2008 udah ada berita begini: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0801/05/opini/4123430.htm Bandara Internasional Soekarno-Hatta Menakutkan Beberapa waktu lalu saya mempunyai kesempatan pergi ke Bangkok selama beberapa hari, sangat menyenangkan dan jauh lebih teratur dari Jakarta. Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, saya sempat menolong dua wisatawan asal Irlandia karena kelebihan bagasi. Keluar dari imigrasi check point Jakarta tanggal 4 Desember 2007 sekitar pukul 02.15 saya memutuskan untuk istirahat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena berencana mengambil penerbangan yang paling pagi ke Surabaya. Begitu juga kedua wisatawan asal Irlandia tersebut yang hendak ke Bali. Begitu keluar, saya melihat kedua wisatawan tersebut bercakap-cakap dengan beberapa orang, entah apa yang mereka perbincangkan. Dan begitu melihat saya, kedua wisatawan tersebut tersenyum dan sempat berbicara sebentar tentang Bandara Soekarno-Hatta. Namun, tak disangka salah seorang dari orang yang ngobrol dengan kedua wisatawan tersebut langsung marah karena saya menyinggung adanya free shuttle bus yang menghubungkan ke terminal domestik. Dengan nada tinggi orang tersebut meneriaki saya: "Sok jadi pahlawan, kami juga bayar di sini." Juga mengumpat dengan kata-kata lainnya. Mendengar teriakan itu, beberapa orang langsung menoleh kepada saya dan salah seorang di antaranya melihat ke saya dengan tatapan mata liar dan penuh amarah berjalan dengan pincang (maaf) ke arah saya dan meneriaki saya tak kalah kerasnya dengan makian dan ancaman. Seorang petugas satpam sekitar 30 meter dari saya tak acuh melihat hal tersebut dan saya memutuskan untuk pergi dari lokasi tersebut dan merasa ketakutan sepanjang penantian. Terus terang saya tidak mendapatkan manfaat apa-apa dengan menginformasikan hal yang sejujurnya, tetapi dunia pariwisata Indonesia yang merasakan bahwa mereka mempunyai pengalaman yang baik. Dan saya juga tidak bisa memahami seseorang yang mengolok saya sok pahlawan ketika saya berkata apa adanya dan tidak bermaksud menarik rupiah dengan memanfaatkan ketidaktahuan orang lain. Saya tidak berharap banyak kepada pengelola bandara, yaitu Angkasa Pura, dan hanya agar masyarakat tahu apabila mereka benar membayar untuk bisa menipu wisatawan. Sungguh sangat memalukan Indonesia ketika Changi di Singapura, KLIA di Kuala Lumpur, atau Suvarnabhumi di Bangkok berlomba memberikan pelayanan yang terbaik, Angkasa Pura bagaikan katak dalam tempurung yang asyik dalam dunia mereka sendiri dunia yang kelam dan busuk. Semoga itu tidak benar. AHMAD KHOIRON Ledok Selatan, Pasuruan, Jawa Timur ____________________________________________________________________________________ Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
