Bung Eko,

Kalau tetap menggunakan aplikasi Ms-Office walaupun menggunakan virtual box, 
artinya lisensi Microsoft tetap harus dibeli dong. Kalau tidak, tetap saja 
illegal. Betul gak ?

Memang sih, seperti yang saya ceritakan, kebetulan aplikasi yang dipakai di 
perusahaan saya  banyak sekali yang berbasiskan Microsft (Ms-Office, aplikasi 
database menggunakan FoxPro dan VB), sehingga migrasi ke Linux agak bermasalah.

Thanks,

Stefanus


----- Original Message ----
From: Eko Prasetya <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, January 7, 2008 10:14:37 AM
Subject: Re: [BinusNet] Software License dan Linux ... Sharing + Nanya

Mungkin lingkungan saya agak berbeda, tapi kantor saya juga melakukan
migrasi yang
sama dari Windows ke Linux.

Alasan dasarnya berbeda. Kantor saya adalah telecom manufacturer, dan
kita migrate ke
Linux karena hampir semua aktifitas kita dijalankan di Linux platform.
Semua tools utama,
seperti gcc (simulation & cross-compiler) , gdb, uboot, dll. berjalan di Linux.
Kita memang menggunakan ms office juga, tapi hanya untuk keperluan dokumentasi.

Prosesnya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, maka partisi
NTFS-nya di-
resize, sehingga Windows hanya menggunakan ~30% dari total hard drive.
Sisanya digunakan
untuk Linux (ext3).
Setelah Linux di-install, kita menggunakan virtual box (atau vmware
kalau mau) untuk menjalankan
aplikasi-aplikasi Windows yang sebelumnya sudah ada di partisi kita yang lama.
Jadi selama proses migrasi, aplikasi-aplikasi yang hanya jalan di
Windows dan belum ada alternatif
lain di Linux (eg. Visio), kita menggunakan virtual box. Sisanya kita
menggunakan Linux/open source
alternatives.

Memang agak repot pada awalnya, mulai dari hal-hal kecil, seperti
setup wireless network, menu shortcut,
etc. Tapi lama-lama terbiasa juga. Malah kalau dibandingkan dengan
Windows, performance Linux jauh
lebih bagus.
Yang paling saya suka dari Linux adalah configurability. Hampir semua
komponen operating system-nya
bisa diganti. Performance IP/TCP tidak bagus, tinggal ganti lewat
sysctl. Performance scheduler/memory management,
tinggal ganti lewat /proc/sys/vm. Ada bug di driver, tinggal recompile kernel.

Kalau performance Linux-nya tidak bagus (relatif dibandingkan
Windows), ada kemungkinan
setting Linux-nya belum optimal. Tinggal pinter-pinter admin-nya saja
searching di Google.

Hope that helps.

KOkon.

On Jan 6, 2008 5:45 PM, Lucky <[EMAIL PROTECTED] net.id> wrote:
>
> Betul yg dibilangin bung Indra yg paling penting dari migrasi adalah program
> aplikasi operasional sukses jalan di linux.
> agar program aplikasi operasional running di linux gunakan wine.seperti yg
> saya lakukan dikantor saya. semenjak migrasi tahun 2003 sampai sekarang
> program aplikasi sukses running di linux Debian.
> program using VB,PB,delphi running di linux using wine.
>
> Salam




      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke