IT Corner – IT Organization Evolution
  Terlepas dari banyaknya kelemahan teori evolusi dalam pembahasan biologi, 
penulis mencoba mengilustrasikan perjalanan evolusi IT Organization secara umum 
di kebanyakan institusi. Ilustrasi ini walau tidak sempurna, namun diharapkan 
pembaca memahami perkembangan IT Organization secara garis besar.
  Berawal dari perjalanan sebuah usaha kecil, yang biasanya sering diberi label 
Small Office Home Office (SOHO), mungkin dirintis dengan dukungan pengolahan 
data secara manual. Pada saat dirasakan proses pengolahan data semakin 
melambat, mulailah dilakukan komputerisasi. Biasanya pada level ini cukup 
memakai aplikasi Office Suite, contoh: Microsoft Office, Open Office, dan 
sejenisnya.
  Pada saat bisnis semakin berkembang, unit komputer – Workstation atau PC – 
mulai bertambah, mulailah terasa membutuhkan jasa layanan khusus untuk 
melakukan maintenance terhadap sistem komputerisasi tersebut. Maka evolusi 
dimulai, muncullah Technical Support yang diibaratkan semisal organisme 
sederhana bersel tunggal.
  Kemudian bisnis berkembang ke level Small-Medium Business (SMB). Seiring 
perkembangan tersebut, proses bisnis akan bertambah baik dari ragamnya maupun 
intensitasnya. Dan dibutuhkan semakin banyak komputer berikut aplikasi 
pendukung, dan tentunya membutuhkan komunikasi antar komputer berikut 
kolaborasi antar aplikasi di dalamnya. Kita berbicara jaringan komputer, yang 
biasanya dinamakan LAN – Local Area Network. 
  Maka IT berevolusi menjadi bentuk organisme bersel banyak, yang lebih tinggi 
dan lebih kompleks dari sebelumnya, dan memunculkan organ-organ tubuh baru. 
Pada kondisi seperti ini, muncullah bagian Network Engineer yang orientasinya 
membentuk infrastruktur IT secara physical terutama pada komunikasi data secara 
low level; dan biasanya diikuti dengan adanya System Administration yang 
orientasinya mengatur sistem komputerisasi secara logical terutama pada proses 
authentication dan authorization, dan proses lain secara high level.
  Bisnis semakin berkembang, ternyata aplikasi yang ada maupun yang dijual di 
pasaran kurang sesuai dengan kebutuhan yang ada, sehingga butuh customization 
atau bahkan harus mengembangkan sendiri. Maka terasa bahwa sekali lagi IT 
Organization harus berevolusi supaya dapat bertahan hidup, muncullah developer. 
Dan karena banyak aplikasi harus dikembangkan sendiri, dan pengembangannya 
menggunakan bahasa pemrograman yang spesifik, maka biasanya developer juga 
merupakan programmer. 
  Aplikasi yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan bisnis, sehingga 
harus dilakukan analisa yang mendalam terlebih dahulu. Muncullah bagian 
Analyst, terutama System Analyst. Tidak tertutup kemungkinan dibantu oleh 
Business Analyst bila proses bisnis kompleks.
  Bisa jadi proses pengembangan aplikasi ini diwujudkan dalam dedicated 
project, dan membutuhkan supervisi yang baik, sehingga mungkin juga memicu 
bagian Project Management.
  Menjadi efek berantai dan sirkular, bisnis berkembang menuntut dukungan 
sistem komputerisasi dalam bentuk jaringan beserta aplikasi yang beragam, dan 
implementasi sistem tersebut memicu bisnis untuk berkembang lebih besar dari 
sebelumnya. Akibatnya data yang diolah, dan informasi yang dibutuhkan akan 
berkembang pesat, dan menuntut perhatian khusus. Pada satu titik, sering kali 
mendorong IT Organization berevolusi membentuk bagian Database Administration.
  Bisnis semakin berkembang pesat, mulai menuju skala Enterprise atau 
Korporasi. Demikian juga dengan IT Organization. Pada akhirnya semakin terasa 
mendesak kebutuhan akan jaminan bahwa semua proses termasuk sistem 
komputerisasi berjalan dengan baik dan benar serta aman. Ini akan memicu suatu 
bentuk evolusi lebih lanjut, yaitu memunculkan bagian Audit dan bagian khusus 
yang concern dengan issue Security.
  Kemudian dengan semakin berartinya IT, mempunyai nilai strategis, maka bisa 
jadi IT Organization berevolusi menjadi sebuah unit yang mandiri, menjadi 
sebuah divisi yang sederajat seperti divisi fungsi bisnis lain semisal 
Sales-Marketing, Operasional, Keuangan, dan sebagainya. Inilah puncak evolusi 
IT Organization.
  Layaknya evolusi, bisa jadi ada organ tubuh yang tidak terpakai atau tidak 
bermanfaat akan lenyap. Ini juga terjadi pada IT Organization. Tatkala bila ada 
beberapa proses yang tidak dibutuhkan, atau bisa diambil alih oleh organ lain 
(baca: unit lain), atau bahkan oleh organisme lain (baca: outsource dan 
sejenisnya), maka akan memunculkan perampingan. 
  Misalnya, proses Database Administrator bisa saja dirapel, diambil alih oleh 
Developer atau System Administration. Ini bisa terjadi bila beban kerja yang 
ada tidak tinggi, pekerjaannya tidak rumit, apalagi trend teknologi yang makin 
canggih dan user-friendly memungkinkan Developer atau System Administration 
melakukan pekerjaan Database Administration tanpa harus mempunyai skill dan 
knowledge yang mendalam atau khusus. 
  Atau kasus yang lain, suatu perusahaan bisa menghilangkan atau merampingkan 
unit Developer dan/atau Technical Support karena diserahkan ke pihak luar. 
Sebagai kompensasinya, biasanya unit Project Management akan berkembang lebih 
banyak, karena harus memanage pihak luar yang melakukan atau terlibat dalam 
proses application development dan technical support.
  Kemudian, ada ilustrasi tambahan terkait IT Organization. Semisal pembagian 
fauna, ada hewan yang bertulang belakang (vertebrata) dan yang tidak bertulang 
belakang (avertebrata), umumnya orang melakukan pembagian IT Organization ke 
dalam dua kelompok besar.
  Ada bagian Development, yang bertugas merintis dan mengembangkan sistem 
komputerisasi terhadap proses bisnis, baik sebagian maupun keseluruhan. Ada 
pula bagian Operation, yang bertugas memelihara sistem komputerisasi yang telah 
dikembangkan, supaya terjaga dan tetap optimal mendukung proses bisnis. 
  Umumnya bagian Developer, terutama para programmer termasuk ke dalam bagian 
Development. Dan begitu pula Analyst, serta Project Management, dimasukkan ke 
dalam bagian Development. Adapun bagian System Administration dan Technical 
Support termasuk ke dalam bagian Operation.
  Sedangkan bagian yang lain, bisa berdiri independent, semisal bagian Audit 
dan Security. Dan juga ada bagian yang dapat dimasukkan ke dalam bagian 
Development, tetapi juga dapat dimasukkan ke dalam bagian Operation. 
  Contohnya adalah Database Administration, umumnya dimasukkan ke dalam bagian 
Operation. Tetapi ada juga yang memasukkannya ke dalam bagian Development, atau 
kedua bagian ini mempunyai Database Administration tersendiri, dengan pemberian 
nama jabatan bervariasi. Misalnya pada bagian Operation diberi nama DBA atau 
Senior DBA, dan di bagian Development diberi nama Database Developer, atau 
Junior DBA. 
  Khusus untuk Database Administration, mengingat trend teknologi Database 
Management System yang semakin canggih dan user-friendly, bisa jadi fungsi DBA 
secara formal ditiadakan, dan akan dirangkap oleh bagian lain, yang biasanya 
adalah Developer, dan dalam beberapa kasus mungkin cukup oleh System 
Administration, atau bahkan Technical Support pada area Server. Ini terlihat 
dengan trend dari evolusi produk RDBMS, semisal MS SQL Server, Oracle, IBM DB2, 
dan sebagainya.
  Bagaimana dengan Network Engineer? Umumnya dimasukkan ke dalam bagian 
Operation, terlebih karena mempunyai hubungan yang erat dengan System 
Administration. Tetapi beberapa IT Framework, contoh Microsoft Operation 
Framework (MOF), mengilustrasikan bahwa Network Engineer lebih berorientasi 
kepada bagian Development, karena biasanya berperan besar pada saat awal,  
mengembangkan jaringan komputer secara fisik di tahapan awal pengembangan 
sistem komputerisasi.
  Demikian ilustrasi umum dalam proses evolusi IT Organization. Dan ilustrasi 
ini bukanlah sebuah keharusan atau pun standar. Melainkan hanya sekedar 
gambaran umum yang diimplementasikan atau pun yang dibahas dalam beberapa 
konsep IT Organization atau IT Framework. 
  Dan yang terpenting adalah IT Organization dibentuk sesuai dengan 
perkembangan kebutuhan proses bisnis terhadap IT, bisa jadi IT Organization 
bertumbuh atau pun malah melakukan perampingan, sekali lagi sesuai kebutuhan 
bisnis. 
  Dan bila dilakukan perampingan, hal ini dipengaruhi oleh kecilnya kemungkinan 
conflict of interest, perkembangan teknologi IT yang semakin canggih dan 
user-friendly, kualifikasi personel yang bisa melakukan beberapa fungsi IT, 
serta beban kerja yang masih dapat tertangani dengan baik.
  Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan kita semua. Silahkan menanggapi 
atau memperbaiki ilustrasi tersebut.
   
  Salam,
   
   
  Nugon (Nugroho Laison)

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!

http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/
http://nugon19.multiply.com/journal
       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke