Comments inline...

2008/2/18 Frans Salim <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> Yup Surya,
>
>  setojoe sekali. paling enak di indonesia adalah keaneka ragaman makannya yg
>  enak banget dan tidak dapat ditemui di luar indonesia.

Ini betul. Kalau mau cari makanan Indonesia yang enak, ya harus di Indonesia.

>  tahu kah anda betapa susahnya mencari makanan enak di LN? heuhuehueh....
>  coba bayangkan kayak di singapura, tiap hari hanya lihat nasi ayam/hainam,
>  mie goreng, dan makanan yg ga ada rasa pedas dan asinnya.

Makanan enak ya banyak di luar Indonesia, malah jauh lebih banyak. Masalahnya
yang dicari apa dulu?
Kalau mau cari Sushi, ke Jepang. Mau pasta, ke Italy. Mau Tandoori
Chicken, ke India.

Jangan cari makanan jenis Indonesia di luar Indonesia, ya jelas lebih
susah untuk cari
yang lebih enak.

>  terus bayangin yg tinggal di ausie, atau sejenisnya, cari nasi juga susah,
>  makan di KFC, ayamnya enak tp kaga ada nasi T_T

Saya kurang tahu mengenai Australia, tapi mustinya negara maju seperti Australia
cukup gampang untuk cari nasi. Di luar negeri malah pilihan beras-nya
lebih banyak jenisnya.
Saya pribadi lebih suka Jasmine Rice daripada beras di Indo.

>  sekitar kampus, banyak yg jual software petani, pelem petani juga. bisa
>  research sendiri ttg software/aplikasi itu untuk modal cari kerja.
>
>  terus coba bandingin budaya indonesia dengan budaya di LN, cuma lihat
>  sekilas, ah masih kalah jauh sama indonesia. indonesia lebih kreatif.

Kreatif itu sangat relatif. Budaya Indonesia mana dulu yang "jauh" lebih maju?
Setiap negara punya kebudayaan masing-masing, dan seperti halnya kebudayaan
yang lain, sulit untuk dibandingkan mana yang lebih maju.

>  trus lihat lagi preman2 di LN, coba ajak berantem sama satpam di komplek
>  rumah, wah jauh deh...... :D

Tergantung juga. Preman yang mana ini? Kalau dibandingkan dengan Yakuza atau
Bronx bagaimana?

>  cuma masalahnya, negara kita masih semerawut saja. tetapi kalau dilihat di
>  belakang itu, wah banyak dibanggain dan diceritakan sama teman2 di LN sana.

Memang Indonesia semerawut. Tapi itu bukan "hanya". Semerawut ini yang membuat
Indonesia lebih terbelakang dibandingkan dengan negara lain. Kalau
kita ingin membuat
Indonesia lebih maju, maka kesemerawutan ini harus dibereskan.

>  1 fakta lagi, di singapura sendiri pun ada survei, bahwa sebagian besar
>  orang kaya disana adalah orang Indonesia. :D

Ini adalah campuran antara bangga dan sedih. Bangga karena nama orang
Indonesia bisa termasuk
daftar orang kaya, dan sedih karena negara lain yang menikmati hasilnya.

>  kayaknya kalau ga salah, tahun 2000an gitu (atau tahun berapa yah), pernah
>  baca kompas juga (CMIIW), bahwa indonesia adalah pengkonsumsi mobil BMW
>  terbesar ke-3 di dunia.

Sorry, tapi yang ini bukan hal yang patut dibanggakan.

>  yg paling sedih, cuma lihat orang luar mulai mengkalim satu persatu milik
>  kita sebagai milik mereka T_T..... dan yg membanggakan adalah orang luar aja
>  bisa sirik liat indonesia punya ini dan itu. masa kita ga pernah menghargai
>  milik kita sendiri ? :D

Saya bukannya mau menjelek-jelekkan Indonesia. Tapi sama seperti
halnya para individu,
kalau kita tidak pernah menyadari dan menerima kekurangan kita, kapan
kita bisa maju?

Di dalam "5 stages of grief", ini masih level yang pertama, Denial.
Kita bisa mulai memperbaiki
diri kalau kita sudah menempati tahap terakhir, Acceptance.


KOkon.

Kirim email ke