Halo... Bicara topik "Indo Kacau", jadi inget kenangan waktu bikin SIM (tahun 2003). Karena dengar2 jaman sudah berubah akibat reformasi, katanya bikin SIM semua resmi (tanpa calo). Datanglah ke Samsat, eeeh emang bener di depan jalan sudah ada "plang" pengumuman kalau kita harus hindari calo dan ada suara lewat speaker kalau kita harus hindari calo.
Waaah hati seneng juga, waktu mau masuk gedung di depan sudah diminta tunjukin KTP dan ditanya mau apa ?. Waktu dijawab mau bikin SIM, disuruh masuk-lah.Dipikiran waktu itu kalau gini caranya calo ga bakalan bisa masuk, habis deh riwayatnya. He..he..he..waktu di dalam celingak-celinguk, sy disamperin polisi dan ditanya mau apa. Waktu dijawab mau bikin SIM, polisi ajak sy ke pinggir dan bicara sudah ada orang yang urus belum ?. Sy bilang belum, itu polisi langsung nyosor. Sini diurusin biayanya "sekian" kalau urus sendiri ntar bisa bolak-balik. Waduh hati langsung ciut juga, bolak-balik bisa buang waktu. Tapi sy waktu itu bilang mau jalan lihat-lihat dulu. Eeeeeh di dalam ternyata yang jadi calo itu "polisi" juga. "PM" kelihatannya sih tahu tapi pura-pura, rasanya sih dapat jatah juga. Karena suka ada "PM" yang nyamperin "polisi" dan tangannya ngambil uang dari "polisi" (dilipat-lipat tertutup). Dan dari tanya-tanya ke orang yang mau bikin SIM di dalam, kebanyakan emang pada bikin lewat "polisi". Katanya kalau bikin sendiri, bisa bolak-balik buang waktu. Naaaah begitulah kenangannya...jadi kalau Indo mau benar-bersih, rasanya harus keras (BILA PERLU hukum mati).Banyak yang ga setuju "HUKUM MATI" tapi ga bisa kasih solusi...he..he..he.. Salam hin
