emang sudah ada kabut yah?kok pagi ini cm tefasa mendung karena hujan?hohoohohoh


bingung kabutnya dimana....

On 2/26/08, Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Halo..
>
> Gimana nich dengan Binusian di SG?   Aktivitas sudah
> terganggu ?  Indexs Polusi nya sudah berapa di SG gara
> gara ekspor ASAP dari indo ?
>
>
>
>
> http://www.suarapembaruan.com/News/2008/02/26/index.html
>
> SUARA PEMBARUAN DAILY
> -----------------------------------
>
> Kabut Asap Mulai Menyelimuti Singapura
> [BATAM] Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan
> dan lahan di Provinsi Riau hingga Selasa (26/2) pagi
> masih menyelimuti wilayah Batam, Kepulauan Riau
> (Kepri), dan Kota Medan itu kini memasuki kawasan
> Singapura.
>
> Meskipun kabut asap mulai dirasakan warga Singapura,
> akan tetapi masih di ambang batas mencemaskan
> (moderat). Begitu juga feri yang melintasi jalur
> pelayaran Batam - Singapura belum terganggu akibat
> kabut asap.
>
> Masalah kabut asap yang memasuki wilayah Singapura
> memang sering menimbulkan protes dari penduduk
> setempat. Namun sampai Selasa pagi ini belum terdengar
> protes yang dilancarkan
>
> Kepala Biro Pemasaran dan Humas Otorita Batam,
> Rusliden Hutagaol mengatakan, sampai saat ini belum
> ada investor asing yang beroperasi di Batam komplain
> soal kabut asap. Meskipun hal ini pernah terjadi
> sewaktu kabut asap memasuki Singapura dua tahun lalu.
>
> Walaupun demikian dia mengharapkan, persoalan kabut
> asap dapat diatasi pemerintah secepatnya. "Namun yang
> sangat dikhawatirkan para investor asing di Batam
> adalah soal pemogokan buruh dan gangguan keamanan,"
> ujarnya.
>
> Menurut dia, dalam kurun waktu Januari-Desember 2007,
> total nilai investasi penanaman modal asing di Batam
> mencapai US$ 298.864.665. Di Batam saat ini terdapat
> 79 proyek penanaman modal asing yang baru
> diaplikasikan dan empat proyek PMA yang merupakan
> perluasan usaha. Keseluruhan proyek-proyek tersebut
> telah disetujui aplikasinya. Proyek PMA antara lain
> berasal dari Singapura, Australia, Inggris, Malaysia,
> RRT, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, dan Korea.
>
> "Singapura masih merupakan investor asing terbesar
> karena letaknya dekat dengan Batam. Oleh karena itu,
> masalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan
> harus segera diatasi sehingga tidak mengganggu
> investasi di negara kita," tuturnya.
>
>
> Mengkhawatirkan
>
> Kabut asap asal Provinsi Riau yang mulai menyelimuti
> Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), mulai
> mengkhawatirkan. Bila hal ini berlangsung lama dengan
> tidak adanya turun hujan maka akan dapat mengganggu
> jalur penerbangan. Kebakaran hutan dan lahan
> perkebunan ini pun sering terjadi sebagai bukti karena
> lemahnya penegakan hukum.
>
> "Sampai saat ini, kabut asap yang ada belum mengganggu
> jalur penerbangan dari Medan maupun sebaliknya. Namun
> bila jarak pandang mencapai 1.000 meter maka akan
> membahayakan penerbangan," ujar Kepada Data dan
> Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
> Wilayah I Stasiun Bandara Polonia Medan, Firman AMG
> kepada SP, Selasa pagi di Medan.
>
> Firman memastikan, kabut asap kiriman dari Riau
> tersebut mulai mengganggu aktivitas pengguna kendaraan
> bermotor di jalanan maupun masyarakat pada umumnya.
>
> Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat
> pengguna kendaraan agar lebih ektra hati- hati di
> jalanan, apalagi jarak pandang akibat kabut asap
> tersebut semakin hari bertambah dekat.
>
> "Semakin hari kabut asap ini mulai mempengaruhi
> aktivitas masyarakat di kota ini. Keadaan ini semakin
> mengkhawatirkan karena daerah ini tidak pernah turun
> hujan. Kabut asap ini semakin menebal. Masyarakat juga
> mulai merasakan akibat dari kabut asap ini, yang
> dipastikan akan membawa penyakit," kata Firman.
>
> Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Cabang
> Sumatera Utara (Walhi Sumut) Job Rahmad Purba
> mengatakan, kebakaran hutan yang terjadi di Riau,
> dipastikan akan membawa penyakit. Kebakaran hutan yang
> berimbas pada kiriman kabut asap ke Medan, sudah
> sering terjadi.
>
> Menurutnya, kebakaran hutan itu merupakan bukti dari
> kelengahan instansi terkait mengontrol hutan.
>
> "Ini juga sebagai bukti lemahnya pemerintahan Presiden
> Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal penegakan hukum.
> Pemerintahan sekarang hanya pintar berbicara saja,
> namun tidak melihat kejadian sebenarnya di lapangan.
> Apa yang disampaikan sangat jauh berbeda dengan yang
> ditemukan di masyarakat," ungkapnya.
>
> Ia menambahkan, bila dari jauh hari sebelumnya aparat
> penegak hukum menindak tegas pelaku pengrusakan hutan,
> maka kebakaran hutan seperti ini tidak akan terulang
> kembali.
>
> "Walhi sedang mempersiapkan upaya sesuatu menyusul
> adanya kejadian ini. Pemerintah juga harus bertanggung
> jawab melakukan bantuan pemadaman. Dengan demikian
> tidak berdampak ke negara tetangga sehingga kita
> dijuluki negara pengekspor kabut asap," tandasnya.
> [MUL/AHS/W-8]
>
>
>
> ----------------------
> Last modified: 26/2/08
>
>
>
> ____________________________________________________________________________________
> Never miss a thing.  Make Yahoo your home page.
> http://www.yahoo.com/r/hs
>

Kirim email ke