Dari kompas cetak. mengingat kejahatan makin meningkat..
karena harga tahu naik.. minyak goreng naik.. mie instan sudah naik..listrik naik.. dan mungkin bbm juga bisa naik.. http://www.kompas.com/kompas-cetak/0801/18/metro/4173841.htm Tips Menghindari Perampokan di Jalan Raya 1. Sebelum kendaraan berjalan, selalu periksa pintu dan kaca jendela agar dalam keadaan tertutup dan terkunci rapat. Waspadai dan catat nomor polisi kendaraan yang Anda curigai. 2. Bila ada yang memberi tahu kendaraan yang Anda tumpangi tidak beres, hentikan kendaraan hanya di pos atau kantor polisi, pos satpam perkantoran, ruko, tempat parkir, atau bengkel yang ramai. Jangan buka pintu atau kaca jendela sampai kendaraan ada di salah satu tempat tersebut. 3. Hubungi layanan darurat polisi lewat telepon seluler bebas pulsa, 112, atau layanan pesan singkat 1717, atau Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, 021-5276004. Sumber : Kepala Satuan Pencurian Kendaraan Bermotor, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Nico Afinta. (WIN) http://www.kompas.com/kompas-cetak/0801/18/metro/4173531.htm bahan pokok Harga Mi Instan Naik, Stok Aman Jakarta, Kompas Seiring kenaikan harga terigu, harga mi instan di pasaran juga merangkak naik. Di beberapa pasar swalayan, harga mi instan rata- rata naik Rp 100-Rp 200 per bungkus. Jika biasanya Rp 800- Rp 900 per bungkus, sekarang menjadi Rp 1.000-Rp 1.100 per bungkus. Di kios-kios kecil, harga mi instan menjadi Rp 1.500 per bungkus. Kejahatan Delapan Perampok Jalanan Diringkus jakarta, kompas - Delapan anggota komplotan perampok yang memilih korbannya kaum perempuan pengendara mobil dibekuk Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Kamis (17/1) di sebuah warung bakso di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur. Kedelapan tersangka tersebut, menurut Kepala Polrestro Jaksel Komisaris Besar Chairul Anwar, adalah STO (32), SRL (43), SKMN (50), ALN (41), MSN (22), MSI (40), SRO (34) dan ACA (30). Dari tangan mereka, polisi menyita 16 telepon genggam, 1 komputer jinjing, tujuh sepeda motor, dan uang Rp 7,52 juta. Modusnya, tersangka memberi tahu korban, pengendara mobil, bahwa ban mobil korban kempes atau dari kendaraan keluar asap dan atau api. Setelah korban turun dari mobil, salah seorang pelaku mengalihkan perhatian dengan cara mengajak ngobrol korban, sementara pelaku lainnya mengambil barang-barang yang ada di dalam mobil. "Ini modus baru yang melibatkan banyak sepeda motor yang posisinya mengepung korban," ucap Chairul. Komplotan ini umumnya mengincar pengendara mobil perempuan karyawati, mahasiswi, ibu rumah tangga, atau pengusaha. Banyak perempuan yang sudah menjadi korban. Mereka umumnya dihentikan dengan cara menakut-nakuti seakan-akan terjadi sesuatu pada kendaraan korban. Menurut beberapa korban yang tidak mau disebutkan namanya, ketika korban berhenti dan turun dari mobil, pelaku dengan cepat mengambil barang- barang di mobil lewat pintu kiri atau belakang. Sebelum beraksi, komplotan sudah menentukan titik operasi di tempat yang relatif sepi. Menurut Chairul, kedelapan tersangka mengaku telah puluhan kali beraksi di Jakarta, Tangerang, Bekasi, maupun Depok. Di Jakarta, mereka kebanyakan beraksi di Jalan Dr Satrio Setia Budi, Jalan Raya Pondok Indah, Jalan Casablanca, Jalan Buncit Raya, Jalan Sahardjo Tebet, dan Jalan Cireundeu Ciputat. "Mereka tak segan melukai, bahkan membunuh korbannya," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Iwan Kurniawan. Pada bagian lain ia menjelaskan, Polres Metro Jaksel juga menangkap Muh (32) di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Warga Tangerang, Banten, ini ditangkap karena diduga mencuri komputer jinjing milik Heri Ria Setiawati (35). Tersangka berpura-pura menjadi petugas PLN. (WIN) ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
