kok tiap beberapa bulan pasti rutin sih..  kasian turis turis yang sampai 
nginep di bandara.. dan ngak  bisa keluar dari bandara..  palagi banjir yang 
dulu  kalau naik pesawat lokal..  kagak diberikan kompensasi atau lunch..   
kalau terlambat biasanya tiket disuruh beli lagi kalau pesawat lokal.. 


gimana mau promosi visit indonesia year 2008..



http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/09/00230259/lalu.lintas.ke.bandara.kacau

Lalu Lintas ke Bandara Kacau
Tol Sedyatmo Tergenang 1,65 Meter dan 150 Penerbangan Tertunda


Jumat, 9 Mei 2008 | 00:23 WIB 
Jakarta, kompas - Akses utama ke Bandara Internasional Soekarno- Hatta, Kamis 
(8/5), terganggu lagi karena banjir di Tol Sedyatmo Kilometer 26. Lalu lintas 
kacau-balau sehingga mengganggu jadwal penerbangan.


Hal itu mulai terjadi sekitar pukul 03.30 saat parit di jalan tol jebol karena 
tak mampu mengatasi luapan air tambak di sisi tol. Praktis mulai pukul 05.00 
jalan utama dari arah Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta terputus karena 
tergenang air setinggi 1,65 meter di sepanjang 600 meter. Jalur itu hanya bisa 
dilalui oleh truk tronton milik Tentara Nasional Indonesia dan Brimob.

http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/09/01170734/setelah.22.tahun.berjualan.mi.ayam.kini.jadi.pemulung...

KEMISKINAN
Setelah 22 Tahun Berjualan Mi Ayam, Kini Jadi Pemulung...
  
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO / Kompas Images 
Dengan dibantu temannya, Iskandar (kanan) membongkar barang hasil memulung di 
pengepul barang-barang bekas, Jalan Harapan Mulia, Jakarta Pusat, Kamis (8/5).  

Jumat, 9 Mei 2008 | 01:17 WIB 
Mata Iskandar (42) terlihat merah dan berkaca-kaca pada hari Rabu (7/5) ketika 
menuturkan pilihan hidupnya menjadi pemulung yang sehari-hari mesti mencari 
barang bekas. Ayah tiga anak ini baru saja datang dari kampung halamannya, 
Kuningan, Jawa Barat, setelah dua minggu menjenguk istri dan dua anaknya.

Pak Kumis, demikian dia dipanggil warga sekitar dan teman sesama di tempat 
penampungan barang rongsokan, lebih banyak menunduk. Sesekali dia mengangkat 
mukanya, itu pun ketika menarik napas panjang.

”Saya terpaksa menjadi begini. Uang enggak kepegang. Sementara di kampung, 
istri dan anak-anak berharap-harap dapat kiriman uang,” keluh Pak Kumis.

Sebenarnya dia merasa berat melepaskan pekerjaan sebagai penjaja mi ayam yang 
digeluti selama 22 tahun, sejak 1986, di Berdikari, salah satu anggota 
Paguyuban Mi Tunggal Rasa Nasional mitra PT Bogasari.

Sehari-hari, dia menjajakan mi ayam di Jalan Harapan Mulia, Utan Panjang, 
Kemayoran, Jakarta Pusat. Di tempat ini, dia mendapat inspirasi untuk alih 
profesi setelah diajak pelanggan yang tidak lain adalah pencari barang 
rongsokan.

Alih profesi ini sudah berjalan sejak Januari. Ketika itu, harga minyak tanah 
Rp 6.000 per liter. Selain minyak tanah, harga bahan baku mi ayam, seperti 
daging ayam, minyak goreng, dan cabai rawit, juga merangkak naik.

Dia terpaksa menaikkan harga jual dagangannya dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000 
per porsi. Sejak itu, pembelinya berkurang. ”Setiap hari saya harus nombok 
terus. Modal keluar besar, yang terjual cuma 9 porsi,” ujar Pak Kumis yang 
setiap hari memodali usahanya Rp 150.000. Dari penjualannya, dia memperoleh 
pendapatan Rp 45.000 per hari.

Putus sekolah

Pak Kumis harus menelan pahitnya hidup mencari nafkah di Jakarta. Dengan 
pendapatan yang minim, kiriman uang ke kampung halaman seret.

”Saya cuma bisa kirim Rp 200.000 per dua sampai tiga minggu. Tahun 1990-an 
sampai 2006, saya masih bisa mengirim Rp 500.000 per dua minggu,” ujarnya. Dia 
menghemat sendiri agar bisa mengirim uang buat keluarganya dengan makan sekali 
tiap hari. Itu pun makan mi dan minum dari air rebusan mi.

Soleh, anaknya yang duduk di kelas I SMK Pertiwi, Kuningan, terpaksa putus 
sekolah. ”Dia ingin sekolah agar tidak seperti bapaknya yang hanya tamat SD. 
Karena pintar, dia dapat beasiswa dari sekolahnya. Tetapi, untuk transportasi 
dan kebutuhan sekolah lainnya enggak ada,” keluh Pak Kumis.

Kisah sedih Pak Kumis hanyalah satu dari penjaja mi yang berguguran karena 
terlimbas akibat ketakberpihakan pemerintah terhadap kaum dengan pendapatan 
rendah ini. (PIN)



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke