Dan menurut g, daripada capek2 berdebat mana yang terbaik, ada baiknya toh kita mulai dari hal terkecil dari kita sendiri. G dulu selalu nyalain AC 24 jam, nah skrg g uda nggak loh, cman klo kepanasan aja. Hehehe... gara2 trauma AC bocor ada hikmahnya. Hal laen mungkin simple kek kumpulin plastik bekas belanja, jangan langsung dibuang. Klo perlu, bawa plastik cadangan kemana-mana, jd somehow klo perlu plastik di mal atau dimana gak perlu minta xtra. Kurangi pemakaian tissue dan sumpit kayu. Klo tissue okelah untuk distop keknya memang amat susah, tp sumpit kayu bagi yang jualan makanan mending ganti pake sumpit yang bisa dicuci. Lebih ramah lingkungan dan amat bagi pelanggan. Ganti deterjen dengan sabun colek lebih aman loh untuk limbah. Dan yang pasti, inget jaga kesehatan fisik dan pikiran. Karena semua berawal dari sana.
Tiw² ~ ----- Original Message ---- From: Kenneth Neo Jun <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, May 20, 2008 9:57:37 AM Subject: Re: [BinusNet] Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru sorry, but menurut gue one-child policy doesn't really go along with the global warming issue. Gue setuju dengan pertumbuhan penduduk dunia yang ada, sulit untuk diikuti untuk pertumbuhan bahan pangan juga. Contohnya China, mereka sudah terapin one child one family, but how much do they help to prevent global warming. As the most populated nation, they are causing much more problem to contribute to global warming instead of reducing it with their policy. With the industrial booming it really doesn't help at all. Menurut gue, Birth control is a good idea. But as long as you can affort it, nobody should be restricted to have more than 1 child. But if you can't afford it, napa juga punya anak banyak2, bukan cuman bikin sengsara sendiri tapi juga bikin sengsara anak yang dilahirkan ke dunia ini.Sebenarnya program KB dulu di Indo sudah cukup bagus, 2 anak cukup. cuman mungkin kurang effective untuk pelaksanaannya berhubung tingkat pendidikan and ekonomi orang indonesia yang bisa dibilang jauh dibwh rata2. 2 anak dengan Tujuan menggantikan orang tua. so bisa dibilang pertumbuhan penduduk = 0 dengan program ini Selain itu, sekarang ini banyak negara maju, contohnya singapura yang pusing dengan aging population karena rendahnya natalitas (tingkat kelahiran). Sampai2 pemerintah harus memberikan subsidi atopun bonus supaya warganegara- nya mau punya anak bahkan sampe 3 ato 4. IMHO, we all have contribution to the global warming. Therefore we all also need to contribute on reducing it. Recycling, save energy, reduce polution, reduce using plastic bags and etc. Start with small thing and start it with ourselves because it really help. Best Regards, Kenneth On 5/20/08, william lou <williammonx@ yahoo.com> wrote: > > Maksud dari satu keluarga punya anak satu yah kalo emang ada kecelakaan > atau apa yah diperbolehkan mempunyai anak lagi sebagai replacement. ... > Gue tau bahwa bnyk yg sayang ama anak tapi utk mengatasi persoalan penduduk > dunia ini kita semua mesti hilangin rasa egoisme dan menurut gue sptnya gak > mungkin banget deh... > Jgn lupa bahwa masa depan generasi anak and cucu kita dlm keadaan kritis, > persediaan sumber minyak alam yg menipis sedangkan terobosan teknologi msh > jauh dari memuaskan.Global warming mulai mengakibatkan bnyk bencana alam > dimana2. > Bayangin alam yg memanas dan es dikutub mencair,bnyk pulau yg tenggelam dan > manusia semakin bnyk ,persediaan makanan yg berkurang... .yg ngerasain yah > kita semua dan bagaimana ama generasi anak2 kita dan cucu2 kita nantinya.... > Membuka lapangan pekerjaan juga bukan segampang yg diperkirakan. ... > contoh, Anda buka perusahaan dibidang makanan, otomatis perlu bahan dasar > dan lain2 donk sedangkan sumber daya alam semakin berkurang dan permintaan > semakin bertambah seiring dgn pertumbuhan penduduk.... lama kelamaan efeknya > akan dirasakan oleh generasi mendatang... .sorry bhs indo gue agak kacau abis > lama jarang dipake sih.. > > Tiw Tiw <tiw_tiw_united@ yahoo.com <tiw_tiw_united% 40yahoo.com> > wrote: > Yup, g setuju banget ama Evy. Biarpun g blom merit n blom punya anak yah. > Cman yah amit2 mikirin bakal ada accident. Cman mikirnya satu anak terlalu > sepi. Ada bagusnya punya anak lebih sih asal jgn kebanyakan. Karena gak ada > yang bisa jamin anak satu2nya pasti akan bahagiain ortu. Klo masalah kerja, > yah g setuju banget ama Evy, be creative person, jangan cman nunggu aja. Tp > pinter menggali dan menciptakan peluang. > > Tiw² ~ > > ----- Original Message ---- > From: Evy Aprilina <vivianlilianku@ yahoo.com <vivianlilianku% 40yahoo.com> > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com <binusnet%40yahoogr oups.com> > Sent: Monday, May 19, 2008 12:49:08 PM > Subject: Re: [BinusNet] Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru > > 1) > Wah ga setuju sih kalo anak cuma boleh satu.Dua masih oke lah. > Kalo anak cuma satu,terus tahu-tahu si anak kecelakaan terus meninggal, ga > punya anak lagi dong :-(. > Bagi yang udah punya anak,mungkin dah ngerasain kalo anak tuh > sumber kebahagian teee...rrbesar. Uang ato tunjangan ga ada yang bisa > gantiin rasa bahagianya > dipeluk dan dicium anak! Mungkin lebih pas kalo punya anak ke 2 ada > syaratnya.Musti > pendapatan perkapita sekian,punya asuransi ec..etc...pokoknya bisa menjamin > kalo ortu tuh > akan maintain anak2nya agar jadi orang terdidik dan tidak nganggur. > 2) > Lowongan pekerjaan kurang?Tumbuhkan jiwa wiraswasta Anda.Jangan > mengandalkan mencari pekerjaan > tetapi ciptakanlah lapangan pekerjaan.Sebelum menjalani sih biasanya takut, > tapi setelah dijalani > enjoy loh!Kendali ada di tangan kita.. > 3) > Education tentang lingkungan hidup harus sangat-sangat- sangat > gencar.Pemanfaatan media massa > untuk kampanye ini menurut saya sangat kurang.Mulailah dengan diri sendiri > dan lingkungan > sekitar Anda.Saya sendiri kemarin melihat karyawan saya melempar kulit > kacang ke depan toko,marah > besar lah saya.Suruh ambil kulit kacang itu taruh di tempat yang > bener.Contoh kecil. > Aduh masih banyak isi kepala kalo mau dituangkan nanti saya kelamaan ngetik > nggak kerja2...hehe. > Sekedar sharing. Thanks. > ----- Original Message ---- > From: Agus Irawan <agusirawan@ hotmail. com> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Sent: Tuesday, May 13, 2008 9:09:41 AM > Subject: RE: [BinusNet] Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru > > Kelihatannya usul yang bagus, tapi kok bikin takut kalau di terapin di > indonesia. > > Bayangin tunjangan yang mestinya diterima malah di korup habis-habisan. > > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > > From: williammonx@ yahoo.com > > Date: Mon, 12 May 2008 10:29:23 -0700 > > Subject: Re: [BinusNet] Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru > > > > well...cuma ada satu cara...kurangin jumlah penduduk > > > > Tiap keluarga cuma diperbolehkan punya satu anak, setelah melahirkan anak > pertama si Ibu akan diberikan tanda/blacklist supaya gak boleh punya anak > kedua...kalo nekat yah punya anak 2 yah didenda miliaran rupiah atau > penjara.Kalo masih memikirkan anak pemberian Tuhan yah situasi dunia gak > bakalan selesai....global warming diakibatkan oleh jumlah penduduk dunia , > lowongan pekerjaan kurang, binatang banyak yg terancam punah dan food suply > yg berkurang serta pemakaian minyak semakin meningkat seiring jmlh penduduk > yg bertambah... .Bayangin kalo penduduk dikurangin setengah yah gak bakalan > bnyk pengangguran dan hidup masih bisa makmur. > > > > Keluarga yg gak punya anak akan diberikan reward atau tunjangan sosial yg > besar.... > > Mgkn banyak yg gak setuju tapi ini salah satu solusi.... > > > > > > Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > > Wah kok laporan kompas sering bertolak belakang sama statistik jumlah > pengangguran dan orang miskin yang tiap tahun selalu berkurang.. :D > > > > menurut binusian yang mana yang lebih bener yach ? > > > > statistik yagn diumumkan ama menteri tiap tahun.. ato laporan kompas ??? > > > > kalau orang kategory nganggur dan miskin sekarnag ada sekitar 36 jt.. > menurut statistik.. dan ditambah 15 juta yang baru.. berarti dari 200 jt > penduduk ada lebih dari 55 jt orang miskin.. (25%) gimana peran serta > binusian dalam mengentaskan kemiskinan?? apa yang bisa dilakukan.. > > > > misalnya dengan beramai ramai kerja ke SG, dan amrik buat bantu devisa > dalam negeri.. > > > > any idea?? > > > > http://www.kompas. com/kompascetak. php/read/ xml/2008/ 05/08/0020578/ > bisa.ada. 1568.juta. orang.miskin. baru > > > > Bisa Ada 15,68 Juta Orang Miskin Baru > > Pemerintah Berusaha Keras Kurangi Tekanan APBN > > Kamis, 8 Mei 2008 | 00:20 WIB > > Jakarta, Kompas - Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi > memperkirakan, kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi mengakibatkan > orang miskin bertambah sebesar 8,55 persen atau sekitar 15,68 juta jiwa. > > > > Data Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah orang miskin se-Indonesia > adalah 16,85 persen dari total populasi atau sekitar 36,8 juta jiwa. > > > > Berdasarkan simulasi yang dibuat, kenaikan harga BBM 30 persen juga > mengakibatkan tambahan inflasi sebesar 26,94 persen. Selain memperhitungkan > harga BBM, simulasi itu juga memasukkan komponen produk domestik bruto, > penerimaan dan pengeluaran pemerintah, defisit anggaran, investasi, dan > ekspor. > > > > â€�Memang angka ini terlihat sangat besar, tetapi kalau dilihat dari > realitas kenaikan harga barang, memang lebih tinggi,â€� ujar Direktur > Eksekutif Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi Pri Agung > Rakhmanto di Jakarta, Rabu (7/5). > > > > Menurut Pri Agung, untuk kenaikan harga BBM sebesar 30 persen, kompensasi > yang harus diterima masyarakat minimal Rp 168.000. Sementara itu, pemerintah > berencana memberikan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 100.000 per > bulan kepada 19,1 keluarga miskin begitu harga BBM dinaikkan. Selain itu, > pemerintah juga memberikan bantuan komoditas pangan berupa minyak goreng dan > gula. Bantuan ini akan berlangsung setidaknya selama satu tahun. > > > > Pri Agung menambahkan, kalau rata-rata harga minyak naik sampai 105 > dollar AS per barrel, pemerintah masih bisa menekan defisit anggaran dengan > mengurangi marjin keuntungan dan biaya pendistribusian (alpha) Pertamina > maupun mengurangi belanja pembangunan. â€�Menurunkan alpha dari 9,5 persen > menjadi 5 persen, subsidi energi bisa dihemat sekitar Rp 9,5 triliun,â€� > ujar Pri Agung. > > > > Inflasi langsung turun > > > > Pengamat ekonomi Chatib Basri memperkirakan, begitu harga BBM naik 30 > persen, inflasi bisa naik sampai 3 persen pada bulan tersebut. â€�Tapi, > inflasi langsung turun pada bulan berikutnya karena konsumsi BBM biasanya > langsung turun. Kalau konsumsi turun, impor BBM juga berkurang. Inflasi juga > bisa ditekan lagi bila pemerintah melakukan program stabilisasi harga > pangan,â€� kata Chatib. > > > > Jika dibandingkan dengan kenaikan harga BBM pada Maret 2005 yang juga 30 > persen, dampak terhadap inflasi akibat kenaikan harga BBM tahun ini akan > lebih tinggi karena porsi premium dalam kenaikan lebih besar. > > > > Berbagai penghematan > > > > Sebelumnya, pemerintah sudah menegaskan bahwa selain menaikkan harga BBM, > berbagai upaya untuk mengurangi tekanan terhadap APBN juga akan dilanjutkan. > . Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyaluran dana bagi > hasil migas akan dibatasi agar sesuai dengan pagu, pembatasan volume BBM > dengan kartu kendali dilanjutkan, serta tagihan listrik di departemen dan > instansi akan dijatah. Penghematan dari tagihan listrik ditargetkan mencapai > 30 persen. > > > > Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono mengatakan, inpres > penghematan energi yang akan segera dikeluarkan memuat sanksi yang tegas > tidak hanya kepada instansi pemerintah, tetapi juga pelanggan swasta. > â€�Pelanggan besar di atas 6.600 VA yang boros akan dikenai tarif > nonsubsidi,â€� kata Purwono. > > > > Dipertanyakan > > > > Di Bandung, pengamat ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Ina Primiana, > mempertanyakan efektivitas BLT. Program BLT hanya sebagai penanggulangan > jangka pendek yang tidak menyelesaikan akar permasalahan. > > > > â€�BLT itu hanya mampu merambah masyarakat miskin selama satu tahun ke > depan. Padahal, kenaikan harga BBM hingga 30 persen ini menyebabkan daya > beli masyarakat semakin rendah sehingga uang BLT itu tidak ada artinya,â€� > ujar Ina. > > > > Menurut Ina, kenaikan harga BBM tidak hanya memukul masyarakat kecil dan > menengah, tetapi juga sektor dunia usaha, sedangkan pemberian BLT hanya > menanggulangi sesaat kesulitan masyarakat miskin saja. > > > > â€�Pemerintah seharusnya menyadari bahwa kenaikan ini memukul dunia usaha > yang hitungannya baru berdiri dari pukulan kenaikan harga BBM pada 2005,â€� > kata Ina. Maka, seharusnya pemerintah dapat lebih arif menanggulangi masalah > kenaikan harga BBM dunia dengan membentuk suatu program ekonomi jangka > panjang atau menengah. > > > > Ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi kembali kebijakan dan proyek > pemerintah yang kurang efisien. Dengan demikian, penghematan tidak dilakukan > melalui pencabutan subsidi BBM. â€�Dana hasil efisiensi proyek dan kebijakan > dapat dialihkan untuk menjaga kestabilan harga BBM sehingga sektor usaha > yang baru berdiri dapat tumbuh,â€� kata Ina. > > > > Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengemukakan, kenaikan harga BBM > hanya merupakan jalan pintas pemerintah untuk melepaskan diri dari beban > keuangan negara. Namun, kebijakan tersebut menuai dampak buruk yang > melemahkan daya beli masyarakat, meningkatkan kemiskinan, dan memukul sektor > usaha. > > > > Menurut Ichsanuddin, ada sejumlah kebijakan alternatif yang dapat > ditempuh untuk menyelamatkan ekonomi, antara lain mengurangi alokasi > pembayaran pokok dan bunga utang melalui penjadwalan kembali pembayaran > utang luar negeri, seperti yang dilakukan Argentina dan Brasil, serta > restrukturisasi utang dalam negeri dan pemangkasan biaya pengadaan BBM. > (yop/nit/A15/ MDN/ LAS/ACI/DOT/ lkt) > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > > Be a better friend, newshound, and > > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile. yahoo.com/;_ > > ylt=Ahu06i62sR 8HDtDypao8Wcj9tA cJ > > > > > > > > > > > > ------------ --------- --------- --- > > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it > now. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ------------ --------- --------- ------ > > > > "We cannot all do great things.But we can do small things > > with great love." - Mother Teresa > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- > > > > BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan > > Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar > > > > Stop or Unsubscribe: send blank email to binusnet-unsubscrib > [EMAIL PROTECTED] com > > Questions or Suggestions, send e-mail to binusnet-owner@ yahoogroups. > com > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > NEW! Get Windows Live FREE. > http://www.get. live.com/ wl/all > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- Best Regards, Kenneth Neo [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
