Kejadian dibalik bencana Sichuan

Saat tim penyelamat menemukan dia, dia telah meninggal, tertindih oleh bangunan 
yang hancur
Melalui lubang di antara timbunan bata, tim penyelamat melihat dia dalam posisi 
berlutut, tubuh bagian atas terlipat ke depan, dengan kedua lengan menyangga 
tubuhnya, seperti posisi orang berdoa dalam upacara2 kuno. Tim penyelamat 
memanggilnya melalui bata2 dan debu2 bangunan, tidak ada jawaban, maka mereka 
bergerak meninggalkan tempat itu.
Namun tiba2 ketua tim penyelamat menyadari sesuatu, dan bergegas kembali ke 
tempat itu, "kembali, kembali" serunya, dia bergerak mendekati wanita itu, 
berusaha mencapainya melalui timbunan bata yang hancur, setelah berulang kali 
mencoba, dia berhasil mencapai wanita itu dan berteriak " ada seseorang, ada 
seorang anak... dia hidup "
Setelah menyingkirkan bata-bata, mereka menemukan seorang bayi berusia 3 - 4 
bulan, tertidur tenang, dibungkus selimut merah dengan bunga2 kuning, di bawah 
dada wanita itu, terlindungi oleh lengan dan tangannya. 
Seorang dokter datang untuk memeriksa bayi itu, saat membuka selimut itu, 
sebuah handphone terjatuh, di layar hp itu tertulis sebuah pesan " anakku 
tercinta, bila kamu dapat bertahan hidup, ingatlah.... aku sangat mencintaimu "
Dokter itu yang telah melihat berbagai kejadian mengerikan dalam beberapa hari 
terakhir ini, menangis ..Handphone itu diedarkan kepada para tim penyelamat 
lainnya, diikuti dengan aliran air mata

  



 
This e-mail is intended for the use of the addressee(s) only and may contain 
privileged, confidential, or proprietary information that is exempt from 
disclosure under law.  If you have received this message in error, please 
inform us promptly by reply e-mail, then delete the e-mail and destroy any 
printed copy.   Thank you. 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke