Kapal Terbaang Minta Uangnyaaaa...!! Oleh : Ferry Djajaprana Dulu sewaktu masih anak ingusan, saya tinggal di kampung yang jauh dari keramaian kota. Ada satu pengalaman lucu bila dikenang, karena setiap kali pesawat terbang lewat diatas udara kampung kami, kami semua anak-anak ingusan yang sebaya selalu berlarian menyongsonya sambil meneriakkan kata "Kapal mabur ..njaluk duite..!!" yang artinya "Pesawat Terbang Minta Uangnya...", kami semua teriak sekuat tenaga sealah-olah beradu suara keras agar terdengar oleh pilot. Apalagi saya memiliki tante yang bekerja di salah satu perusahaan penerbangan Internasional, jadi harapannya seolah semakin akan menjadi kenyataan, angan-angan saya melambung, berharap tante saya itu akan melihat dan melemparkan uang dari pesawat terbangnya. Duh senangnya... andai imajinasi itu menjadi kenyataan.
Kemarin sore, saya melihat acara berita di salah satu stasiun televisi yang menceritakan tentang Tung Desem Waringin (TDW) membagi-bagi uang lewat pesawat udara, saya melihatnya sambil tersenyum-senyum lucu, karena teringat akan masa kecilku dulu yang sekian lama minta uang pada pesawat terbang tapi tidak pernah menjadi kenyataan. Andai kata saya tinggal di Serang boleh jadi saya akan ikutan berebut... bukan mengharapkan akan mendapatkan banyak, tapi hanya sekedar melepas kangen keinginan terpendam dulu. Bahkan dengan kreatifitas fikiran, saya akan menggunakan payung terbalik, agar uang yang didapat paling besar diperolehnya dibandingkan dengan yang lainnya. Jumlah uang yang disebar TDW konon katanya Rp 100,000,000,- (Seratus Juta Rupiah Saja), entah kalau diatas ada yang keselip di saku yang melempar, atau nempel di pesawat Cessna. Nggak-ah, saya nggak mau suudzon (berfikir buruk), pasti uang itu akan dilempar semua.. karena kalau kurang seribu perak saja, maka tidak genap lagi menjadi seratus juta. Melihat animo masyarakat yang mengejar rezeki itu, entah berapa orang yang terluka tertusuk duri, kukunya copot, atau bajunya terkoyak karena ditarik-tarik orang lain, ada yang tumpang tindih, boleh jadi ada juga yang tidak tahu ada acara itu, kalau kebetulan mendapatkan lembaran uang yang melayang-layang di udara mungkin mereka beranggapan bahwa uang itu adalah uang yang jatuh dari langit.... Memang apa yang dilakukan TDW sangat unik, sehingga mampu meyedot perhatian masyarakat, kalau bisa saya sebut seluruh warga Indonesia, betapa tidak cara pembagiannya itu tidak lazim. TDW sudah menjelaskan bahwa pelemparan uang itu memang bukan dalam rangka bakti sosial, tapi untuk sekedar diingat. Bagi saya, apa yang dilakukan TDW memang luar biasa walaupun dilakukan dengan cara-cara yang tidak sopan. Terus terang cara TDW ini pun sering saya lakukan bila lebaran, biasanya setelah angpau diberikan kepada ponakan-ponakan kecil dengan jumlah yang seragam, ada kelebihan yang diberikan untuk ditebarkan, acara ini hanya untuk memberikan kegairahan anak-anak untuk mendapatkan uang sendiri walau sekedar untuk membeli bakso Bang Gimo, bakso langganan mereka. Ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa apabila kita memberikan sesuatu dengan tangan kanan diharapkan tangan kiri tidak mengetahuinya. Maknanya, apabila kita menolong seseorang sebaiknya orang lain tidak perlu tahu, alih-alih memberikan dengan harapan akhirat malahan akan terjerumus "riya" (memberikan sesuatu agar mendapatkan pujian saja). Jaman memang selalu berubah, nilai-nilai sakralitas agama yang dulu berfokus pada kwalitas, sekarang semua diukur dengan kwantitas dunia... Kembali lagi ke TDW, memang TDW sudah mengklarifikasi bahwa langkahnya itu bukan bakti sosial, jadi jelas TDW memang melakukannya untuk duniawi, untuk mendapatkan pusat perhatian bagi seluruh kalangan. Manurut saya, rasanya TDW berhasil mendapatkan apa yang dia harapkan bahkan berlebih. Maaf saya berfikir nakal, saya membayangkan andai kata uangnya yang seratus juta itu dibelanjakan untuk iklan di televisi atau pasang iklan di harian nasional, iklannya tidak lebih dari hanya beberapa menit tayang, atau hanya satu halaman saja, sesudah dibaca atau dilihat oleh pemirsa kemudian dilupakan. Nah, dengan cara menyebarkan uang itu membuat orang terkenang, setidak-tidaknya membuat saya menulis artikel ini... TDW memang ada-ada saja...! Salam, Http://ferrydjajaprana.multiply.com [Non-text portions of this message have been removed]
