Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!

http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/
http://nugon19.multiply.com/journal

--- On Wed, 7/16/08, nugon19 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:




--- In [EMAIL PROTECTED], "Didi Mardiyanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Pilih Jualan Bakso atau ikut MLM ?
By  Didi Mardiyanto

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Pertanyaan di atas diajukan kepada saya oleh seorang kawan yang sedang 
dihadapkan pada pilihan kegiatan usaha sampingan untuk menambah 
penghasilannya.  Kawan saya punya pilihan Jadi Pengusaha Bakso atau Ikut MLM.  
Sebagai seorang sahabat, saya mencoba memberikan beberapa pertimbangan kepada 
kawan saya  tentang pilihan yang paling baik yang harus di ambil oleh kawan 
saya.

Saya mencoba memberikan beberapa fakta yang sering saya temui pada kebanyakan 
orang yang menjalani bisnis MLM.  Beberapa fakta tersebut adalah sebagai 
berikut :

 Fakta 1 :  Ikut MLM  Pasti Tidak Berani Terus Terang

Pada era saat ini, Semua pengikut  MLM di tahap awal, pasti tidak pernah berani 
unjuk gigi dan terang-terangan memberikan pengumuman ke semua orang bahwa ia 
punya bisnis MLM.  Beda dengan orang yang memulai bisnis bakso, pasti akan 
berani dan secara terbuka mengumumkan kepada banyak orang bahwa ia punya bisnis 
bakso.

Pada saat menawarkan produk usahanya,  hampir sebagian besar pengikut MLM pasti 
tidak pernah berani secara langsung mengatakan  ? Ayo beli produk MLM saya ? 
atau ?Ayo Pak ikutan Bisnis MLM saya ?.  Penawaran produknya pasti putar-puter 
kemana-mana dahulu yang diujungnya baru menawarkan produk MLMnya.  Beda dengan 
orang yang memulai usaha bisnis bakso, karena sejak awal sudah berani terus 
terang, pasti tidak perlu putar-puter kemana-mana hanya untuk bilang ?silahkan 
dicoba produk bakso saya ?

Pada setiap hari Sabtu atau minggu, para pengikut MLM biasanya menghadiri 
kegiatan pertemuan anggota MLM.  Hal yang juga seringkali dijumpai pada 
pengikut MLM adalah, ketidakberanian mereka berterus terang mau pergi kemana.  
Jika ada tetangga yang bertanya mau kemana,  pasti akan dijawab dengan jawaban 
klise ?mau ada acara? dan tidak ada yang dengan lantang dan bangga berani 
bilang ?mau pertemuan MLM ?.  Entahlah Berbisnis kok tidak bangga dan tidak 
berani terus terang ?.  Ini sudah jelas berbeda dengan pengusaha bakso yang 
jika ditanya orang mau kemana, pasti akan berani bilang ?Mau Belanja Bahan 
Bakso?


Fakta 2 :  Ikut MLM artinya cerai dengan kegiatan Sosial Kemasyarakatan

Jika ada pengikut MLM yang sebelumnya adalah aktivis kemasyarakatan, pasti 
kebanyakan mereka harus bercerai dengan aktivitas sosial kemasyarakatan.  
Semboyan ?Jangan sia-siakan waktu luangmu untuk kegiatan yang tidak memiliki 
dampak finansial ke dirimu dan  keluargamu? adalah semboyan yang mengharamkan 
waktu luang digunakan untuk kegiatan sosial yang tidak menghasilkan aspek 
finansial.   Jadi jangan aneh kalo di pengajian rutin mingguan akan ada celoteh 
?sejak Bisnis MLM, sekarang pak adi jadi jarang ke majelis?.  Karena untuk 
memajukan bisnis MLM memang harus sering melakukan presentasi dan prospek ke 
banyak orang.  

Cerai kegiatan Sosial menjadikan hanya aspek finasial dan komersial  saja yang 
ada di kepala pengikut MLM.  Jika ingin suskes di MLM, maka waktu luang adalah 
untuk prospek dan presentasi bisnis.  Tidak boleh ada kesempatan yang 
dilewatkan untuk melakukan presentasi bisnis.  Jadi kalo mau ikutan MLM, harus 
siap jika kerumunan warga yang sedang beraktivitas tiba-tiba saja bubar ketika 
kita datang, karena mereka berpikir kalo ada kita,  pasti ujung obrolan selalu 
menawarkan MLM.  

Ketika disinggung mengenai aspek sosial, para pengikut MLM pasti akan 
mengatakan bahwa apa yang mereka jalankan saat ini, akan juga memberikan 
manfaat sosial di kemudian hari, karena jika mereka sudah sukses dan kaya, 
mereka bisa membiayai beragam kegiatan sosial yang ada.  Heran sekali ? mau 
berkegiatan sosial kok nunggu jadi orang kaya ?


Fakta 3 :   Ikut MLM harus siap dilecehkan orang

Jika kita bergabung dengan bisnis MLM, maka ditahap awal kita memulainya, 
jangan kaget jika banyak kata-kata yang menusuk perasaan kita ketika kita 
bilang ?aku punya bisnis MLM?.  Kata-kata tersebut isalnya : ? Sialan ? pasti 
mau nawarin MLM ? saya ikut kalo kamu sudah lebih kaya dari saya ??  atau ? 
Kamu bukti?in dulu bisa kaya raya lewat MLM, baru saya ikut ?.  Motivator MLM 
bilang " jika ingin sukses memang selalu banyak ujian yang harus dilalui ".  
Apa enaknya sich memulai bisnis yang dilecehkan orang  dan tidak membuat diri 
jadi bangga untuk pertama kalinya?

Tapi kalo bisnis Bakso, saat kita bilang bahwa kita punya bisnis bakso, pasti 
orang akan bilang ?wah hebat ya ? mudah-mudahan bisa berkembang ??. Tidak akan 
ada orang yang bakal melecehkan ketika kita mengatakan punya bisnis bakso.  
Tetangga kanan kiri akan ikut senang ketika dikabarkan kita punya bisnis 
bakso.  Tetapi jika kita punya bisnis MLM dan menyampaikan ke tetangga 
kanan-kiri, pasti sang tetangga akan bersungut-sungut dan berucap dalam hati ? 
kasihan .. mimpi pengin jadi orang kaya ?. bukti?in kalo bisa anda bisa sukses 
di MLM?

Fakta 4 : Ketika Katanya Sukses di MLM,  harus pamer kekayaan

Ketika pebisnis MLM merasa dirinya mendapatkan manfaat dari bisnis MLM dan 
memperoleh penghasilan dan kekayaan dari binis MLM, maka sukses tersebut harus 
dipamerkan ke orang lain agar dipercaya.  Jangan kaget kalo saat diajak ikutan 
MLM pasti akan dipamerkan Buku rekening Tabungan milik sang pebisnis MLM yang 
menunjukkan bukti adanya uang transfer hasil MLM.  Cara memamerkannya biasanya 
dengan kata-kata ? Nih pak ? baru 3 bulan sudah dapet bonus 5 juta .. ini 
buktinya ? Ayo ikut pak biar bisa seperti saya ? dan dalam setiap kesempatan 
bertemu orang pasti akan selalu dipamerkan.  Jadilah sang pemimpi kaya via MLM 
berubah menjadi  Sang Pamer Kekayaan.

Urusan Pamer Kekayaan ini memang dididik sejak awal kita ikut kegiatan MLM.  
Pertama kali mengikuti kegiatan presentasi MLM, motivator MLM pasti akan 
menunjukkan beragam bukti kekayaan yang katanya didapatkan dari kegiatan MLM.  
Akan ditunjukkan Foto di depan Mobil Mewah, Foto di depan Rumah Mewah, Foto 
saat liburan ke Amerika, serta Foto saat Wisata ke Eropa. Ketika sedang trend 
isue religius, juga dipamerkan Foto-foto  pada saat sedang umrah ke tanah suci 
yang diklaim sebagai bonus MLM.

Sedangkan kalo kita bisnis Bakso, tidak perlu memamerkan kekayaan ke orang lain 
sebagai bukti klaim sukses di bisnis Bakso.  Tidak perlu memamerkan buku 
tabungan dan memajang foto liburan ke luar negeri untuk menyampaikan ke banyak 
orang bahwa kita sukses.  Orang lain yang menilai kita sukses, bukan kita 
sendiri. 

Sampai fakta ke empat ini, saya masih berpikir fakta apa lagi yang bisa saya 
sampaikan ke kawan saya tersebut,  tetapi kawan baik saya ternyata bilang STOP 
!  karena kepalanya menjadi pusing setelah mendengarkan 4 fakta yang diuraikan 
oleh saya . Kawan saya masih bingung untuk memutuskan bisnis Jualan Bakso 
atau ikutan bisnis MLM.  
 
Mungkin ada rekan-rekan di milis yang bisa menambahkan perilaku pebisnis MLM 
lainnya yang bisa menambah informasi untuk kawan saya yang masih bingung ? 


Wassalamu'alaikum Wr.Wb

--- End forwarded message ---



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke