setuju sama pendapat2 kawan2 smua
hanya ingin sedikit menambahkan, dari sudut pandang lain

sebaiknya ga kasi sembarang orang bawa kendaraan
contohnya sopir2 mikrolet & bus, saya percaya 90% lebih sopir mikrolet & bus, 
ga ada yang punya SIM. kalaupun punya, saya yakin 90% nya kaga pake ujian. asal 
dateng, cap jempol, foto, bayar,jadi
yg sy sering stress itu waktu pulang kerja (kantor lama) dari arah gatsu, belok 
kiri ke arah pasar palmerah
itu jalur.. penuh sama mikrolet.. berhenti semua.. heran banget dengan cara 
pikir mereka :p

tertibkan pengendara
pengendara motor juga banyak tidak tertibnya (mungkn sekali waktu saya juga 
masuk kategori ini) contohnya, di lampumerah batusari. kalo ga ada polisi.... 
itu lampu kaya ga ada aja =)) wakakakaka mo merah kek. mo ijo kek, motor2 ga 
ada yang peduli
padahal, posisi dari arah laen ada yang lampu ijo & terpaksa mengerem untuk 
memberi -si pelanggar- jalan.

tapi opini saya ini mungkin sebatas "sedikit mengurangi" kemacetan aja, sekali 
lagi sifatnya hanya menambahkan point2 dari kawan2, dari sudut pandang lain

hohohohow
<')(((((( ><

Fish



----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, July 31, 2008 10:20:13 AM
Subject: Re: [BinusNet] Solusi kemacetan Jakarta?


Hi

Just share, SG menerapkan pajak kendaraan hingga 200%, untuk mendorong 
turunnya daya beli, dan menaikan road tax, and memperbanyak gantry ERP 
(tol) dan juga menaikan harganya, FYI, harga 1 liter bensin 95 di SG itu 
sekitar S$ 2.1 dollar (sekitar Rp 13650/liter)

Thx

Best Regards,

Surya Iskandar

prastyo hadi <prastyo_hadi@ yahoo.com> 
Sent by: [EMAIL PROTECTED] s.com
07/31/2008 10:41 AM
Please respond to
[EMAIL PROTECTED] s.com

To
[EMAIL PROTECTED] s.com
cc

Subject
Re: [BinusNet] Solusi kemacetan Jakarta?

solusi untuk mengatasi kemacetan jakarta menurut saya bagaimana kalau 
harga mobil dan motor dinaikkan 70-80%serta pajak kendaraan bermotor 
dinaikkan 70-80% dan untuk transportasi umum semisal busway jumlah 
armadanya ditambah shg jumlah kedatangan bisa 5 menit sekali dan jumlah 
koridornya diperbanyak yg nantinya masyarakat umum dapat beralih dari 
kendaraan pribadi ke moda transportasi ini. untuk kemacetan di jalur tol 
bisa menggunakan sistem seperti kartu voucher prabayar sistem scanning yg 
dipasang ditiap-tiap mobil sehingga hanya mobil yg menggunakan kartu ini 
yang bisa melintas.
regards,
pras/ka97

----- Original Message ----
From: Eko Prasetya <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Thursday, July 31, 2008 8:52:42
Subject: Re: [BinusNet] Solusi kemacetan Jakarta?

Bagaimana dengan menaikkan harga bahan bakar tertentu misalnya?
Misal, minyak tanah diturunkan, pertamax dinaikkan?

Menaikkan harga STNK dan SIM mungkin tidak begitu berpengaruh, karena 
hanya
berlaku satu kali untuk jangka waktu yang panjang.

KOkon.

2008/7/30 Johan <[EMAIL PROTECTED] com>:
> Klo yang dinaikkan STNK dan SIM saja bagaimana?
> Mungkin 3x lipat.
>
> Soal nya gas di pake tidak hanya oleh kendaraan.
>
> ----- Original Message -----
> From: "Eko Prasetya" <[EMAIL PROTECTED] com>
> To: <[EMAIL PROTECTED] p s.com>
> Sent: Thursday, July 31, 2008 6:07 AM
> Subject: [BinusNet] Solusi kemacetan Jakarta?
>
>> Mungkin dengan menaikkan gas-price, jumlah kendaraan akan menurun?

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke