Too late.
Zimbabwean dollar sudah di-devaluasi, dari 10bil to 1.

http://allafrica.com/stories/200807310014.html


KOkon.

2008/8/4 NiSC <[EMAIL PROTECTED]>:
> Subject: Elo mau jadi miliader - Gampang Pergi ke Zimbabwe
>
> HARARE,SENIN - Bank sentral Zimbabwe, mulai Senin (21/7) ini rencananya akan
> mulai mengedarkan uang kertas dengan nilai nominal 100 miliar dollar
> Zimbabwe, sebagai langkah menghadapi hiperinflasi yang mencapai 2,2 juta
> persen di negara tersebut.
>
> Zimbabwe sebelumnya, telah mengeluarikan uang kertas senilai 50 miliar
> dollar Zimbabwe. Negara di kawasan Afriak bagian selatan itu menghadapi
> kelangkaan berbagai bahan pangan dan bensin dan juga lamanya antrian bila
> ingin mengambil uang di bank.
>
> Gubernur bank Sentral Gideon Gonom seperti dikutip Reuters, menyatakan,
> sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah uang yang boleh diambil
> dalam sehari. saat ini pihaknya membatasi pengambilan uang tunai sebesar 100
> miliar dollar dalam sehari, jumlah itu hanya cukup untuk membeli dua kerat
> roti, atau naik bus komuter pulang pergi.
>
> Negara yang semula makmur itu, kini mengalami krisis pasca-pemilu.
> Hiperinflasi telah melanda negara itu, dengan inflasi membumbung tinggi dari
> 165.000 persen pada Februari menjadi 2,2 juta persen pada Juni lalu.
>
> Bank Sentral Zimbabwe Januari lalu, mengedarkan uang kertas 10 juta dolla,
> pada April uang kertas 50 juta dollar diterbitkan. Mei, mengedarkan uang
> kertas 100 juta dollar dan 250 juta dollar. Kemudian berturut-turut mencetak
> uang kertas bernominal 5 miliar, 25 miliar dan 50 miliar dollar.
>
> Dollar Zimbabwe yang secara resmi dipatok sebesar 30.000 dollar Zimbabwe per
> satu dollar AS itu, saat ini melonjak menjadi sekitar 800 juta dollar
> Zimbabwe per dollar AS.
>
> Kenapa Bisa Begitu ?
>
> Ekonomi Zimbabwe yang berbasis pada pertanian kini tengah menghadapi masalah
> kelangkaan bahan makanan, dan bahan bakar, serta jatuhnya nilai tukar
> setelah banyak perkebunan komersial milik orang kulit putih diambil alih
> dengan kekerasan.
>
> Seorang wartawan asal Zimbabwe, Jennifer Dube seperti dikutip Antara,
> mengatakan dirinya harus langsung menghabiskan gaji yang diterimanya setiap
> bulan agar nilainya tidak sempat jatuh. Opsi lain yang dimungkinkan,
> jelasnya, adalah segera menukarkan uang yang dimilikinya ke mata uang
> patokan, seperti dolar AS atau euro. "Hampir tidak ada orang di Zimbabwe
> yang punya tabungan dalam mata uang lokal," katanya. ( Kutipan Kompas JULI
> 2008 )

Kirim email ke