--- On Wed, 8/20/08, Daniel Adhi Surya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Daniel Adhi Surya <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [KPGKYSUNTER] Just For Laugh
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, August 20, 2008, 12:41 AM
Cerita Mbak Tutut Dahulu rakyat Aceh pernah ingin memberi gelar
pada Tutut. Dia diundang ke Aceh untuk menerima gelar tersebut. Namun saat
upacara berlangsung Tutut tidak mau menerima gelar tersebut dan langsung pulang
ke Jakarta. Usut punya usut ternyata gelar wanita untuk wanita Aceh adalah Cut
Nya ... dan gelar buat Tutut adalah Cut Nya Tut. Tutut yang kecewa berat
berusaha menghubungi suaminya dan diterima oleh sekretaris Rukmana via telpon.
"Halo, bisa bicara dengan Pak Rukmana?" Tanya Tutut. "Dari siapa?" tanya sang
sekretaris. "Istrinya".... jawab Tutut. "Oh tunggu sebentar Bu Ruk", minta sang
sekretaris, dan langsung Tutut menutup telpon.
Tutut kembali kecewa. Ia pun langsung menghubungi Bina Graha. "Selamat siang
bisa bicara dengan pak Presiden?" tanyanya lewat telpon. "Dari siapa Bu?' tanya
sang ajudan. "Dari putri sulungnya Pak", tegas Tutut dengan menyisakan nada
kecewa berat, Sang ajudan pun segera menjawab "Mohon tunggu sebentar Bu Tut"
dan langsung Tutut menutup telpon.
Akhirnya ia memilih langsung telpon ke handphonenya pak Presiden. Pak Presiden
mengangkat teleponnya. Selamat siang Bapak. Bagaimana Bapak memberi saya nama,
masa saya di Aceh di panggil Cut Nya Tut. Sedangkan sekretaris suami saya
memanggil saya Bu Ruk dan ajudan Bapak memanggil saya Bu Tut. Bapak Presiden
menjawab (Bayangkan nada dan logat Jawa ala Presiden Soeharto). "Ya sudah, Biar
Ken ...Tut, bukan maksud mereka begitu kok, nduk.
[Non-text portions of this message have been removed]