--- On Thu, 8/28/08, fransisca.dorothea <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: fransisca.dorothea <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Mengapa Andi F. Noya (KickAndy) Keluar dari Metro TV? (catatan 
refleksi)
To: "fransisca.dorothea" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, August 28, 2008, 3:14 PM








Just got this article from a friend.. and it comes at the right moment! 
(thanks, Rin..) 
 
Memang tidak gampang bagi seseorang untuk bekerja di tempat yang sesuai 
minatnya, apalagi belum tentu juga semua orang tahu dengan tepat pekerjaan apa 
yang menjadi minat dan “lentera jiwa” mereka. Contoh orang-orang dalam catatan 
Kick Andy ini adalah mereka yang sudah mapan secara keuangan (mis: Gde Prama) 
ataupun anak-anak dari orang-orang yang berduit (dimana pasti tabungan dari 
uang saku mereka yang selama ini diberikan orang tua sudah bisa diandalkan 
untuk membiayai hidup). Anak-anak ini pun tidak lagi diminta atau berkewajiban 
untuk men-support hidup keluarga mereka (orangtua dan saudara). Mereka bisa 
leluasa memilih jalur hidup mereka sendiri dan tanggung jawabnya hanya pada 
diri mereka sendiri (anak dan pasangan juga bila mereka sudah menikah, tapi 
umumnya yang berani mengambil jalur sesuai pilihan hati adalah mereka yang 
masih sendiri) dan kalaupun planning mereka sesuai “jalur”  pilihan hati itu 
gagal maka mereka tinggal kembali pada
 orang tua yang siap sedia untuk menopang hidup mereka. Selain itu, belum tentu 
juga jalur pekerjaan yang ”terpaksa” kita jalani sekarang tidak bisa dinikmati. 
Ini sama halnya seperti anak kecil yang kadang harus dilatih dan dipaksa untuk 
belajar atau melalukan sesuatu oleh orangtuanya dengan harapan suatu saat 
minatnya terhadap hal tsb bisa tumbuh (dan memang akhirnya benar bahwa minatnya 
bisa tumbuh, meskipun bisa juga tidak). 
 
Tapi, aku setuju pada pesan dari buku yang dibacanya (yang aku high-light). 
Memang pengembangan diri harus menjadi inisiatif dari diri kita sendiri. Sulit 
mengharapkan perusahaan untuk menyadari arti pengembangan diri tiap pribadi 
staff-nya (mungkin persh terkadang lupa bahwa staff adalah manusia yang 
kompleks dan dinamis dengan impian dan cita-cita, bukan robot yang hanya 
tinggal di-program sesuai keinginan sampai useful life-nya berakhir). Dulu ex 
bos-ku pernah mengatakan ada 2 tipe atasan, yang hanya mau MEMAKAI dan yang 
bersedia MENGEMBANGKAN. Bersyukurlah bila kita mempunyai atasan yang tipe kedua 
(MENGEMBANGKAN) meskipun mungkin mereka hanya akan mengembangkan sesuai “jalur” 
mereka. Karena itu bekerjalah secara total namun juga terus kembangkan diri 
sesuai jalur “lentera jiwa” kita. Mungkin suatu saat setelah modal tercukupi 
dan diperkenan oleh Tuhan, maka kita dapat dengan mudah memilih jalur “lentera 
jiwa” kita tsb. 
 













  -Fransisca Dorothea S.-
 



LENTERA JIWA

source: http://www.kickandy.com//


Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin 
redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang 
yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena pecah kongsi dengan Surya 
Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak 
menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan power 
yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, 
tiba-tiba saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan 
sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang 
beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah 
Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang 
kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan 
diri dari Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya 
kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa 
mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam. 
Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan 
tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.

Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak 
lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya 
ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi 
Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka 
hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu 
selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan 
habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika 
keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. 
Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun 
persediaan keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak 
sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat 
lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh 
seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak 
perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia 
memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang 
hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu 
sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi 
sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak 
dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa 
nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi 
perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, 
dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang 
menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang 
mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang 
selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudah 
tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa saya. 
Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang dinyanyikan 
Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin 
disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah 
sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.
Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa 
tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang 
sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, 
mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata 
tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di ajang 
pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai 
dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah 
mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia 
tidak bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga 
menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka 
tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi 
apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata 
putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling 
banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka 
tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), 
kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar 
dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan 
Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis 
untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih 
menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya 
sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini 
memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia dengan apa yang saya 
kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara 
mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk 
menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat 
beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. 
Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka 
mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama 
memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan 
komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku 
ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai 
public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan 
yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak 
tahu bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang 
dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu 
gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. 
Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah satu 
personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. 
Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak 
heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu 
melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua karena 
saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. 
Hidup saya, katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka 
yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah 
menemukan lentera jiwa mereka. 





      
  ----------

Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.11.5/426 - Release Date: 8/23/2006


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

"We cannot all do great things.But we can do small things 
with great love." - Mother Teresa
---------------------------------------------------------

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke