http://www.detiknews.com/read/2008/09/12/111756/1004991/10/800-motif-perak-b
ali-dipatenkan-di-as

 

800 Motif Perak Bali Dipatenkan di AS
Gede Suardana - detikNews

 
<http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a9139f83&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_H
ERE>
http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HE
RE&n=a9139f83

Denpasar - Perajin perak Bali memang layak menjerit. Bagaimana tidak?
Sedikitnya 800-an motif perak tradisional Bali telah dipatenkan di AS oleh
orang asing. Jadi jika mereka memproduksi perak dengan motif yang telah
dipatenkan itu, mereka akan digugat.

"Orang Bali sudah mampu mendesain motif-motif perak Bali dan sudah mampu
mempromosikannya ke seluruh negara di dunia. Ini karya seniman Bali, bukan
karya perorangan," ujar Wakil Ketua Asosiasi Perak Bali Nyoman Mudita di
sela-sela aksi demo 100-an perajin perak Bali di depan gedung DPRD Bali,
Denpasar, Jumat (12/9/2008).

"Sekitar 800 motif perak yang sebagian besar menggunakan motif tradisional
Bali telah diklaim sebagai milik perusahaan orang asing. Dipatenkan di AS,"
kata Mudita. Mudita juga menyebutkan nama pengusaha dan nama perusahaan
asing yang mematenkan motif tersebut.

Mudita menuturkan, dengan pematenan motif perak tersebut, seniman Bali
merasa dirugikan. "Kalau motif-motif tersebut dihakciptakan oleh orang
asing, pada saat seniman Bali melakukan pameran di New York, begitu mereka
pameran, mereka langsung kalah karena terbentur oleh motif-motif perak yang
telah dipatenkan di AS," beber Mudita.

Mudita menyatakan, perajin perak Bali datang ke DPRD Denpasar untuk mencari
solusi terbaik tentang sistem hak paten perak di Bali. "Kita ingin jangan
lagi (perak Bali) menjadi hak paten milik perorangan tetapi milik Bali,"
kata dia.

Salah satu motif yang sidah dipatenkan oleh orang asing adalah rantai tulang
naga yang telah ada sebelum RI merdeka, yang berasal dari Lumajang, Jatim.
Juga ada berbagai motif pengrajin perak celuk Gianyar. "Jika pengrajin Celuk
memproduksinya lagi, maka akan berhadapan dengan tuntutan hukum," kata
Mudita.

Motif lainnya adalah motif Keplak yang berasal dari leluhur orang Bali.
"Kini namanya diubah menjadi dot motive dan diklaim sebagai hasil ciptaan
pengusaha perak asing," ujarnya. 

(nrl/gah)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke