Hapalan atau logika tergantung orang/anaknya.
Kalo bakat logika, arahkan ke logika,
kalo bakat hapal, arahkan ke hapalan.
 
Logika tanpa hapalan (saya juga kurang kuat menghapal),
terkadang merasakan lebih lambat sedikit dibanding orang
yang hapal.
 
Tetapi kalau hapalan tanpa logika, yah seperti
patokan mati.  Berubah dikit, bingung.
 
Semuanya penting.
 
Mungkin masalahnya di indonesia banyak pelajaran yang seharusnya 
gak usah dihapal.   Misalnya : siapa pencipta puisi xxx, siapa mentri dalam 
negeri (ganti terus tiap repelita), dan
pertanyaan konyol lain yang gak perlu nongol di ujian.
http://www.get.live.com/wl/all

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke