Bina Nusantara AlumniMenurut saya, gay adalah 'penyimpangan' preferensi seksual (saya tdk pake istilah 'kelainan jiwa'). Menyimpang dari apa? Dari 'nature' seksual yang dari 'sononya' cuma ada 2 preference: jantan (male) or betina (female). Jadi tinggal dipikir aja sendiri. Apa itu normal or tidak. (secara natural).
Kalo dari segi agama, homosex ya jelas 'dosa' / salah arah. Kalo dari segi kejiwaan, homosex ya 'penyimpangan' dari pakem yang sudah puluhan abad dipegang. Kalo dari segi spiritual, homosex adalah 'akibat' dari 'karma' (entah diri sendiri, atau orang lain yg mis: sex-abuse thdp dirinya pd waktu masih kecil). Dari statistik (di lembaga konseling kristen), banyak ditemukan orang2 yg dewasa yg condong gay, lebih dari 80% adalah akibat 'sex-abuse' waktu korban masih kecil/remaja. Kalo dari segi psikologi, homosex ada 2 kubu: - Kubu A berkata: homosex adalah 'hak/kebebasan' individu, dan tak perduli apapun ekses nya kepada society / childen. Mereka tidak mau tahu, apa nanti akibatnya jika sendi2 / nilai2 social kemasyarakatan jadi 'kacau' akibat sex jenis ke-3 ini. Fenomena expresi sosial mereka jadinya: pertahankan HAK-Ku (hak utk jadi sex jenis ke-3), tak peduli orang lain/social. - Kubu B berkata: homosex adalah 'dalih pembenaran' untuk me-legitimasi 'ketidak-MAU-an' individu tsb utk mencari 'pengobatan/pemulihan' (entah sec. kedokteran, kejiwaan, atau spiritual). Tentu kubu B setuju bhw "jika ada kemauan, pasti ada jalan". Saya condong setuju dgn kubu B, karena disini pun ada contoh (dokter Boyke, yg kalian tahu dari gaya/cara BL nya agak kewanitaan), tapi karena dia punya 'knowledge' + TEKAD untuk memperbaiki dirinya, maka dia tetap bisa menjadi PRIA normal (ini pendapat temen saya yg juga di dunia kedokteran). < Ini sekedar contoh > Juga artis Ivan Gunawan, walau tadinya (saya dengar, cmiiw) mau operasi ganti kelamin, tapi akhirnya tak jadi, dan tetap memilih bertahan dgn onderdil pria nya. (walau dari segi kejiwaan, mungkin sudah 'kepalang' masih tersisa banyak mental kewanitaannya). :-) PS: bagi yg agama tertentu, mestinya sudah tahu/baca bahwa di kitabsuci mereka juga ada banyak ayat2/firman "Tuhan" yang menyatakan perilaku sex 'menyimpang' adalah 'akibat' mereka tetap 'lebih suka' tetap dalam 'kenyamanan' nya). Tentu pendapat ini cuma berlaku bagi mereka yg mengamalkan ajaran kitabsuci tsb -- tentu nya yg non-agama akan sangat tak suka dgn pendapat spt ini. Sah-sah saja toh, dimana2 pasti ada perbedaan pendapat, asal yg agamis jangan memaksakan pendapatnya ke yg lain. TAPI JUGA yang non-agamis jangan memaksakan pendapatnya ke yg lain. -my 2cents- Dion ----------- Re: OBAMA = President of the U.S.A Posted by: "Eko Prasetya" [EMAIL PROTECTED] kokon Fri Nov 7, 2008 10:12 am (PST) Menurut saya, gay adalah preference. Pada dasarnya setiap orang adalah hetero-sexual. Walau bagaimanapun dipaksanya, jika mereka hetero kemungkinan besar akan hetero. Tapi pandangan yang menganggap bahwa gay adalah kelainan jiwa, tidak normal, dan memalukan adalah tindakan yang salah. Ini yang disebut sebagai diskriminasi. Kita harus bisa menerima mereka sebagai bagian dari variasi kehidupan. Spain misalnya, melegalkan gay marriage. Apakah mereka hancur? Asumsi ini salah dan tidak berdasar. KOkon. 2008/11/6 Agus Irawan <[EMAIL PROTECTED]>: > > misalkan pasangan gay mengadopsi anak, > sepertinya anak tersebut akan berpikiran bahwa gay adalah wajar, > dan dibolehkan, karena pendidikan pertama khan di keluarga. > > Lalu kejadian tersebut berulang selama beberapa generasi, > maka hancurlah negara tsb, karena lama-lama sudah gak > ada generasi yang benar-benar dapat menghasilkan anak. > Atau minimal bisa lebih banyak gay dari orang normal. > > Lalu akhirnya orang normallah yang dianggap tidak normal, > http://fantasyfootball.id.msn.com
