Iya memang kalo mode optimis lagi "on" semua terdengar manis :)
Apakah setelah pemilu dan pemerintahan baru akan diperhatikan lagi?
apakah pemerintah baru nanti tahun 2009 akan lebih memperhatikan tentang 
pajak ini?
kalo mode optimis 'on' sih.. kita haru optimis dan percaya.. dan harus jadi 
perintis..

kalo mode optimis 'off':
- Pajak mulai kacau lagi.. dimaenin ama pihak tidak bertanggung jawab
- Yang udah keburu daftar npwp malah jadi pihak yg dikejar2 dan seperti 
diawasi terus..
yg tidak punya npwp aman.. :p

kalo di luar negeri ada pengembalian pajak dari biaya kuliah, dokter dll..
kalo di Indonesia? kalo pun ada.. gw rasa susah birokrasinya..

pernah denger dimana ya motto ini?
"Kalau bisa dibikin susah kenapa musti dibikin mudah" :D




----- Original Message ----- 
From: Wen Chian BONG
To: [email protected]
Sent: Wednesday, December 03, 2008 1:45 PM
Subject: RE: [BinusNet] Nanya NPWP Pribadi


Halo Paulus,

Saya salah satu binusian yang bekerja dan 'terpaksa' harus punya NPWP,
dikarenakan keharusan dari pihak kantor.
Saya juga baru satu kali melakukan pelaporan pajak untuk tahun fiskal
kemarin (2007).

Kalau hitung2an untung rugi, saya rasa anda benar.

Tapi kalau kita melihat kedepannya ("menghibur diri mode ON") semoga
bakal lebih banyak keuntungan yah, seperti rencana mau menjadikan NPWP
semacam Social security number seperti di negara2 maju (kalo nggak
salah, ada tunjangan untuk masa tua, kalo nganggur ada uang saku dll).
Saya sendiri kurang tahu SSN ini diluar negeri keuntungannya apa ya ?
maklum, wong ndeso, nggak pernah tinggal diluar. Mungkin yang sudah
bekerja dan tinggal diluar bisa share ?

Memang, jadi yang pertama atau perintis tidak enak, sama seperti waktu
Bapak2 Pendiri Negara kita, kalo mereka mikirin bakalan dipenjara karena
menyuarakan kemerdekaan, mungkin mereka tidak mau.
Tapi, kenyataannya mereka mau menjadi korban / tumbal kemerdekaan.
Mereka melakukannya dengan rasa cinta, demi masa depan generasi
selanjutnya.

So, saya rasa hal seperti diatas relevan sekali bukan dengan quote anda
dibawah, which is :

"We cannot all do great things.But we can do small things
with great love." - Mother Teresa

right ?

Salam,
Bong



Kirim email ke