> To: [email protected]; [email protected]
> From: [email protected]
> Date: Tue, 13 Jan 2009 17:25:30 +0000
> Subject: [BinusNet]  Fwd: Pameran Warisan budaya Tionghoa Peranakan - di 
> Kompas / Bentara Budaya (ada putar film)
> 
> 
> Sekiranya rekan rekan binusian yg berkenan hadir dipersilahkan dapatbergabung 
> di acara ini. tidak dipungut biaya dan letaknya juga dekatdengan binus. 
> sehabis kerja dan kuliah ada baiknya juga belajar budayadan berbudaya di luar 
> lingkaran binus yg terbatas 

salam alex


Pameran Warisan budaya Tionghoa Peranakan - di Kompas / Bentara Budaya di 
Palmerah.





Pembukaan pameran hari Kamis 15 Januari 2009 pukul 19.00 akan

dilakukan oleh Bapak Siswono Yudo Husodo, dan akan dimeriahkan oleh

grup Gambang Kromong  "IramaBetawi" serta sajian aneka jenis kuliner

Peranakan. Akan diluncurkan pula buku "Peranan Tionghoa

Indonesia–Sebuah Perjalanan Budaya" yang diterbitkan bersama Komunitas

Lintas-Budaya Indonesia dengan majalah INTISARI.





16 Jan - 17 Jan 2009

Bentara Budaya Jakarta

Bentara Putar Film: FILM TIONGHOA PERANAKAN

Jumat, 16 Januari 2009

17.00    Ca-Bau-Kan

19.00    May



Sabtu,  17Januari  2009

17.00    Anak Naga Beranak Naga/ TheAnniversaries/ Sugiharti Halim/

Cheng Cheng Po

19.00    Babi Buta yang Ingin Terbang









Menyambut Tahun Baru Imlek 2560 dan untuk memeriahkan Pameran Warisan

Budaya Tionghoa Peranakan (yang berlangsung tanggal 15-25 Januari

2009), tanggal 19-20 Januari ini BBJ akan memutar sejumlah film fiksi/

dokumenter bertema akulturasi Tionghoa Peranakan.



Kita mengenal beberapa nama seperti Tan Tjeng Bok dan Teguh Karya yang

cukup besar sumbangannya bagi perkembangan perfilman di Indonesia.

Dalam perkembangannya kemudian, masih bermunculan lagi tokoh-tokoh

mudaTionghoa Peranakan yang menjadi aktor maupun sutradara film-film

fiksi maupun dokumenter, seperti Ferry Salim dan Ariani Darmawan.



Film Ca-Bau-Kan  yang dibintangi Ferry Salim dan diangkat dari novel

Remy Silado mengisahkan pencarian jati diri seorang perempuan

Indonesia pada periode 1930-1950 di Batavia, yang ternyata beribukan

perempuan Indonesia dan ayah seorang saudagar Tionghoa. Film yang

disutradari Nia Dinata ini menghantarnya memperoleh penghargaan di

Festival Film Asia Pasifik 2002.



Film May yang baru saja ikut JIFFEST dan FFI bulan Desember 2008 lalu

dan disutradarai  Viva Westi, mengisahkan jalinan kisah cinta seorang

pemuda Indonesia dengan seorang gadis Peranakan Tionghoa Indonesia.

Kemesraan mereka berakhir pada suatu hari di bulan Mei 1998 saat

terjadi kerusuhan politik di Jakarta. Setelah sepuluh tahun berlalu,

mereka masih begulat untuk berdamai dengan masa lalu yang traumatis.



Sutradara Ariani Darmawan akan menampilkan tiga buah karyanya. Yang

pertama adalah film dokumenter Anak Naga Beranak Naga (2005),

berdurasi 60 menit  tentang budaya Gambang Kromong yang di antaranya

masih bertahan hingga kini di Tangerang. Tidak banyak orang tahu bahwa

Gambang Kromong adalah sebuah musik akulturasi berbagai etnis di

Indonesia yang cikal bakalnya telah dirintis lebih dari dua abad lalu.

Irama gambang kromong pertama kali diperkenalkan oleh orang-orang

Tionghoa Peranakan sebelum menjadi salah satu cirri khas budaya

Betawi.



Film kedua Ariani Darmawan adalah The Anniversaries (2006), sebuah

film fiksi pendek (11 menit 50 detik)  tentang pasangan Tionghoa muda

yang merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka. Sedang Sugiharti

Halim (2008), juga film fiksi pendek (9 menit 52 detik) tentang

seorang perempuan Tionghoa muda yang mempertanyakan keharusan ganti

nama.



Film fiksi pendek lainnya, berjudul Cheng Cheng Po (2007) karya

sutradara BW Purba Negara, merupakan semacam cara jenaka untuk

memaknai Bhinneka Tunggal Ika.







15 Jan - 25 Jan 2009

Bentara Budaya Jakarta

Pameran "WARISAN BUDAYA TIONGHOA PERANAKAN"



15-25 Januari 2009



Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, entitas keturunan Tionghoa

di Indonesia telah ikut memperkaya dan diperkaya kebudayaan suku-suku

Indonesia lainnya. Terjadi akulturasi yang unik dan amat kaya

manifestasinya pada ragam budaya bangsa Indonesia. Dapat dikatakan

ekspresi budaya orang Tionghoa di berbagai pulau/ provinsi Indonesia,

khususnya kaum peranakan, berbeda dan jauh lebih kaya dibandingkan

dengan ekspresi budaya orang Tionghoa di Malaysia dan Singapura.



Kinilah saatnya bagi Anda semua yang berminat pada manifestasi temu/

lintas budaya yang khas ini menyaksikan untuk pertama kali di

Indonesia pameran berupa artefak perabotan dan asesoris rumah tangga

Tionghoa peranakan yang digunakan di bumi Indonesia antara rentang

tahun 1850-1960. Pameran Warisan Budaya Tionghoa Peranakan pada

tanggal 15-25 Januari 2009 ini sekaligus untuk menyambut momentum

Tahun Baru Imlek 2560 yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2009,

diselenggarakan bersama Bentara Budaya Jakarta (BBJ) dengan Komunitas

Lintas-Budaya Indonesia, sebuah perkumpulan yang bertujuan menjadi

wadah interaksi antar etnis dan suku yang ada di Indonesia demi

diperkokohnya nation building di Negara ini.







Selama pameran berlangsung, akan adakan acara pemutaran film-film dan

seminar mengenai masalah budaya/ akulturasi Tionghoa Peranakan di

Indonesia.



22 Jan - 22 Jan 2009

Bentara Budaya Jakarta

Bentara Music Performance: MANDARINA – ANTHONY.S BAND



22 Januari 2009

pukul 19.00WIB



Anthony S mulai debut di dunia musik sejak 1992. Ia ingin tampil beda

dengan mengkombinasikan musik Indonesia dan instrumen musik tradisi

China yang ia juluki "Mandarina" akronim Mandarin dan

Indonesia.Mandarina,  selain memainkan musik tradisi China menggunakan

instrumen musik tradisi Indonesia, juga menampilkan lagu-lagu

Indonesia dalam harmoni instrument musik tradisi China.

Kelompok musik unik ini berasal dari Bandung dengan personil Ary

bermain erl hu (cello China), biola, cello, gitar, Zach pada piano dan

bass, Sankis pada kendang, perkusi, simbal China, ceng-ceng Bali,

tok-tok, rebana, tor-tor, Asep pada suling, xiao (suling China), Billy

memainkan gamelan dan talempong, Budi pada  harpa China yang disebut

guzheng serta Anthony S memainkan gitar, gitar tiga dawai China

disebut san xian, angklung dan gitar China (ruan).

Sudah tiga album diproduksi oleh grup musik ini. Yang pertama berjudul

"Fu" dalam filsafat China diasosiasikan dengan keberuntungan,

kesempatan bagus dan masa depan. Bagi Mandarina, Fu digambarkan

sebagai "tak pernah henti mencintai keragaman budaya".

Album kedua berjuluk "Lu" yang berasal dari kata China feudal untuk

menyimbolkan "sukses di pemerintahan". Ini bisa menjadi insiprasi

untuk meraih sukses dan kesempurnaan.

Album ketiga berjudul "Shou" memiliki makna panjang umur yang

dimaksudkan sebagai harapan hidup panjang usia dan kehidupan penuh

keberkahan.





Jl.Palmerah Selatan 17, Jakarta 10270

Telepon : (021) 5483008, 5490666 ext.7910

Fax : (021) 53699181

e-mail : [email protected]

www.bentarabudaya.com> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> _________________________________________________________________
> Time for change? Find your ideal job with SEEK.
> http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Fninemsn%2Eseek%2Ecom%2Eau%2F%3Ftracking%3Dsk%3Atl%3Ask%3Anine%3A0%3Ahottag%3Achange&_t=757263783&_r=SEEK_tagline&_m=EXT
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> "We cannot all do great things.But we can do small things 
> with great love." - Mother Teresa
> ---------------------------------------------------------
> 
> BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> 
> Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected]
> Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 

_________________________________________________________________
Holiday cheer from Messenger. Download free emoticons today!
http://livelife.ninemsn.com.au/article.aspx?id=669758 

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

"We cannot all do great things.But we can do small things 
with great love." - Mother Teresa
---------------------------------------------------------

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected]
Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected]

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke