Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal

--- On Wed, 3/11/09, peggy laison <[email protected]> wrote:
From: peggy laison <[email protected]>
Subject: FW: David Hartanto dibunuh atau niat membunuh lalu bunuh  diri??
To: "cia siet Laison" <[email protected]>, "jia jin" <[email protected]>, 
"xue li" <[email protected]>
Cc: "mti uph" <[email protected]>, "kkn girisubo" 
<[email protected]>, "MIPA '00" <[email protected]>
Date: Wednesday, March 11, 2009, 9:35 AM



----- Original Message -----
Subject: David Hartanto dibunuh atau niat membunuh lalu bunuh  diri??
Date: Tue, 10 Mar 2009 15:58:53
From: Daniel Cahyadi <[email protected]>
To: Renate Adinata <[email protected]>,Sam Andy Adinata
<[email protected]>,Maya Afridiyanto
<[email protected]>,Benedicta
<[email protected]>,Adhy Bimantoro
<[email protected]>,Erick <[email protected]>,Genta Ferdianto
<[email protected]>,Bridgina Gestanti
<[email protected]>,Dea Kamuh <[email protected]>,Talni
Keristiyanti <[email protected]>,Ita Kustiawan
<[email protected]>,Pascal Lasmana <[email protected]>,Tan
Lucia <[email protected]>,Dania Marlene
<[email protected]>,joel medellu
<[email protected]>,Indah Muliana
<[email protected]>,Elda Nikijuluw <[email protected]>,Edwind
nikijuluw <[email protected]>,Edwin Nugraha
<[email protected]>,Ronny Punuh <[email protected]>,Ferry
Qunya <[email protected]>,martin rumagit
<[email protected]>,Ariandy Rumagit
<[email protected]>,Risa Suwono
<[email protected]>,Nathalia Suzan
 <[email protected]>,Tony Swardi <[email protected]>,Syuwi
<[email protected]>,Mirella Tanok
<[email protected]>,Mersedes Tanok
<[email protected]>,Oding Tanok <[email protected]>,Edwin
Tielman <[email protected]>,Joe Tirta
<[email protected]>,Yunanto Waluyo <[email protected]>

-------- Original Message -------- 
Tulisan berikut ditulis oleh Klemens Andrianto, teman sejak kecil David 
Hartanto Wijaya, mahasiswa NTU yang menurut
pers Singapore meninggal bunuh diri setelah ia menusuk profesornya terlebih 
dulu. Semoga pada
akhirnya kebenaran yang akan menang.... Kebenaran yang Tidak Diungkap di Media
dalam Kasus David Hartanto Hari ini (5/3-09) saya dan temen2 SD/SMP yang
seangkatan sama David  Hartanto (Ming2) kita sama2 main kerumah keluarga 
Hartanto, sekedar untuk
menyampaikan bela sungkawa, serta mencari kebenaran yang sesungguhnya karena
kami tahu kalau David tidak akan melakukan hal-hal yang seperti diberitakan oleh
media. Disana kami disambut oleh kakak David, dan orangtuanya, kebetulan kami 
datang bersamaan dengan keluarga besar
Hartanto, jadi kami lebih banyak mengobrol dengan kakak David, yaitu William
Hartanto, atau dulu dikenal teman2 seangkatannya dengan panggilan Weha. 

 Semakin lama mendalami kasus ini, makin banyak keanehan yang terbuka, dan
untuk adanya pemberitaan yang mulai menunjukkan kebenaran, kami berterima kasih
untuk rekan David di NTU yaitu edwin, kami tahu dia mempertaruhkan gelar
sarjananya demi mengungkap kebenaran, karena itu kami juga mau membantu 
menyebarkan kabar yang sesungguhnya -walaupun terus
ditutupi dan dihalangi oleh pihak NTU- Kejanggalan-kejanggalan yang ada: 

1. Munculnya berita bahwa David menyerang Profesor Chan Kap Luk, lalu 
bunuh diri, padahal tidak ada bekas sayatan di pergelangan tangan seperti yang
diberitakan, lalu darimana muncul berita tersebut? Untuk apa dimunculkan berita
palsu bahwa David menyayat pergelangan tangannya? 

2. Saat keluarga tiba disana senin malam setelah kejadian, keluarga ingin
langsung melihat jenazah David, namun dihalangi oleh pihak2 tertentu, dengan
alasan sudah peraturan, tentu saja keluarga harus menurut, apalagi saat itu
keluarga masih syok. Lalu saat diizinkan melihat kondisi jenazah keesokan 
harinya, keluarga hanya diizinkan untuk
melihat jenazah bagian leher ke atas, sedangkan bagian tubuh yang lain telah
ditutupi plastik. Keluarga Hartanto juga telah mengkonfirmasikan ke pihak polisi
Singapura, tidak ada luka di bagian pergelangan tangan. Saat itu keluarga 
Hartanto juga melihat di bagian leher
depan (daerah leher dibawah bahu) terdapat banyak plesteran luka. Pertanyaannya.
Untuk apa keluarga Hartanto menunggu 1 hari untuk melihat jenazah keluarga 
kandung mereka sendiri? Mengapa jenazah harus ditutupi
oleh plastik? Apakah benar ada peraturan seperti itu? Atau hanya karangan pihak2
tertentu saja untuk menutupi kenyataan? Darimana asal luka di leher? Mengapa
jenazah David terlihat berdarah cukup parah di bagian bokong? 

3. Saat keluarga tiba di TKP senin malam, karena tidak
diizinkan untuk melihat jenazah, keluarga datang ke NTU untuk melihat TKP, namun
saat sampai, polisi tidak menemukan satupun bekas darah ataupun police 
line. Hebat bukan? Hanya dalam waktu sekitar 7 jam sejak waktu kejadian, TKP
telah bersih total, adakah alasan untuk buru2 membersihkan TKP? 

4. Lalu keluarga datang melihat kamar David, dan apa yang ditemukan? Ternyata 
semua peralatan komputer yang ada di kamar David semua MENYALA. Apakah
seorang yang mau bunuh diri akan menyalakan semua peralatan komputernya? Bahkan
menurut kesaksian seorang teman, account MSN David masih menyala. Apakah hal ini
terlihat seperti David mau mengakhiri hidupnya? Bahkan dia masih bermain game 
online sampai jam 2 pagi di
hari kejadian bersama teman yang tadi menjenguk keluarga David. 

5. Pada ruangan profesor tertinggal tas David yang biasa dia bawa, dan tebak 
apa yang dia bawa dalam tasnya? Sebuah handuk dan botol air mineral 1,5 L. 
(Semua yang mengenal Ming2 pasti tahu, dikelas, sejak SD, Ming2 selalu
membawa handuk, bahkan kadang dikalungkan di leher saat berada di kelas, dia
juga selalu membawa air minum yang banyak karena mamanya selalu berpesan untuk 
banyak mengkonsumsi air). Apakah seorang
yang mau membunuh, lalu bunuh diri, akan membawa barang seperti itu? Akan jauh
lebih mudah untuk membawa sebilah pisau yang besar (lebih besar dari pisau
berukuran 10cm yang muncul di TKP, yang entah milik siapa). 

6. Keluarga dihalang-halangi saat hendak bertemu dengan
Profesor Chan Kap Luk, dengan alasan, saat itu dia sedang di ICU, dan
kenyataannya? Hari rabu sang Profesor telah keluar dari rumah sakit. Apakah ada 
catatan seorang yang menderita luka tusukan parah yang harus masuk ICU, dapat
keluar dari rumah sakit dalam tidak sampai 2 hari? Benarkan sang Profesor
terluka? Atau hanya membaca koran sambil bersantai di ICU? 

 7. Saat keluarga ingin bertemu dengan "saksi mata" yang melihat
David melompat dari lantai 4, pihak NTU menghalangi dengan alasan hal itu harus
dirahasiakan. Oke, kalau begitu, darimana kita tahu kalau benar2 
ada orang yang melihat kalau David benar2 melompat, bukannya terjatuh ataupun
dijatuhkan orang? 

8. Data tentang David dan FYP (Final Year Project) nya telah
dihapus dari database NTU. Hanya dalam 2 hari, NTU langsung menghapus data 
topik FYP yang sedang David kerjakan, adakah alasan khusus dibalik
keterburu-buruan pihak NTU untuk menghapus data tersebut? Tidakkah ada rasa
ingin mengenang salah satu mahasiswa berprestasinya, alih-alih langsung
menghapus data, seakan David tidak pernah kuliah disana? 

 Di bawah ini adalah alamat google cache dari page yg membuktikan hal tersebut
di atas: as it appeared on 1 Mar 2009 23:00:13 GMT Lihat nomer 208 Link
bandingkan dengan link saat ini: Link 

9. Polisi Singapura menahan Laptop milik David dan akan dikembalikan setelah
penyelidikan selesai. Untuk apa? 

10. Pisau yang ada di TKP, dilaporkan berasal dari hall 4, itu hasil 
investigasi? Atau hanya karangan? Seorang teman di NTU
berkata bahwa biasanya seorang dosen memiliki pisau kecil di ruangannya yang 
biasa digunakan
untuk memotong buah. Jadi? Itu pisau milik David Hartanto atau Chan Kap Luk? 11.
Waktu kejadian adalah sekitar jam 10.45 waktu Singapura hari 
Senin, apakah tidak terdengar aneh jika hanya sedikit sekali mahasiswa yang ada
dan menyaksikan kejadian? Adakah tekanan dari pihak NTU untuk tutup mulut? 12.
Senjata yang ditemukan -pisau buah 10cm- ditemukan tanpa gagang, 
dimanakah gagangnya? Mengapa tidak dilakukan analisa sidik jari? Jelas tidak
mungkin menusuk seseorang tanpa menggunakan gagang pisau, jadi entah siapapun
yang menusuk siapa, pasti ada gagangnya, namun pemberitaannya belum jelas. 

 Pemberitaan miring yang disebutkan media pun tidak berdasar, berikut
klarifikasinya: 

1. David berniat membunuh Profesornya lalu bunuh diri meloncat.
Di dalam ruangan tersebut hanya ada David dan Profesor, David telah 
tiada, dan kesaksian yang bisa didengarkan hanyalah dari Profesor, darimana
kita tahu kalau kesaksian tersebut benar? Tanpa bukti2 yang cukup, kesaksian
Profesor tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menyalahkan David. 

2.. David dikatakan stress karena beasiswanya dicabut, bahkan dia salah
sasaran, yaitu mengamuk ke dosen pembimbingnya. Tidakkah hal itu terdengan
sangat aneh? David sangat tahu dengan jelas bahwa beasiswanya diberhentikan
karena prestasinya menurun, bukan salah Profesor itu. Pihak keluarga telah 
diberitahu sejak hari pertama diberitahukan
bahwa beasiswanya diberhentikan, dan pihak keluarga menerima, dan mampu untuk
membayarnya, David juga bersikap biasa2 saja tentang pemberhentian beasiswanya.
Bagi yang mengenal dia, tentu tahu bahwa dia orang yang sangat cuek, hal ini 
juga dapat dilihat dari post edwin.

3. Dikatakan pula, bahwa David depresi karena tidak mampu menyelesaikan FYPnya.
Seorang rekan David disana menyatakan bahwa FYP David hampir selesai. Dia tidak 
pulang ke Indonesia pada akhir semester lalu,
karena ingin berkonsentrasi menyelesaikan FYPnya. Bagi yang mengenal David,
apalagi kami teman sekolahnya, tentu tahu, David sejak dulu memang ketagihan
game, tapi 1 hal, dia selalu mengerjakan tugas dan PRnya dengan baik, tanpa 
bantuan orang lain apalagi menyalin hasil
pekerjaan orang lain. Jadi, jika dikatakan dia menyerang dosen pembimbingnya
karena FYPnya tidak selesai, hal itu benar2 tidak masuk diakal. 

 4. David diberitakan pula menghilang dari pergaulan selama kurang lebih 1
minggu sebelum kejadian, namun keluarga David tahu yang sebenarnya, David sedang
berkonsentrasi untuk menyelesaikan FYPnya, jadi pernyataan bahwa David
menghilang dari pergaulan karena sedang depresi dan ingin membunuh itu sangat 
tidak valid, karena saat itu dia banyak
chatting dengan kakaknya, bahkan bermain game online bersama temannya di
Indonesia. Terlihat seperti orang depresi yang mau membunuh dosennya? Tidak sama
sekali! 

 Saat ini fakta-fakta yang muncul setelah menyingkirkan pemberitaan media
adalah: 

1. David meninggal jatuh dari lantai 4, tanpa luka sayatan di
pergelangan tangan, dan dengan luka di bagian leher, serta bagian 
bokong berlumuran darah. 

2. Sang Profesor keluar dari rumah sakit dalam 2 hari, 
tanpa kejelasan dan foto apakah dia terluka atau tidak. 

3. Pisau tidak jelas berasal darimana, dan ditemukan tanpa gagang. 

4. Pihak universitas menutup-nutupi kejadian ini. 

 Spekulasi dan kemungkinan-kemungkinan: 
Apakah benar David menyerang profesor saat dia sedang membungkuk menghadap ke 
layar komputer? 
Jika itu benar, maka tidak mungkin saat ini profesor tersebut telah pulang ke 
rumahnya dalam 2 hari
sejak  kejadian. Apakah sang profesor tersebut yang justru menyerang David? 
Tidak tahu, namun jika ya, apa motifnya? 

Saat ini santer beredar di Singapura kabar bahwa sang Profesor ingin merebut 
FYP milik David. 
Hal ini didukung oleh kesaksian teman David yang mengatakan FYP David hampir 
selesai. 
Apakah mungkin seorang dosen dan Profesor dari universitas terkemuka di negara 
maju mau merebut FYP milik
mahasiswanya sendiri? 

Apakah ini motif sesungguhnya? Kita tidak tahu! Apakah ada orang ketiga dalam 
kasus ini? Kita tidak juga tahu. Ming, saat
ini lo udah gak ada, gak ada lagi yang bisa kita lakukan buat lo, selain pulihin
nama baik lo, dan menyatakan kebenaran, lo istirahat yang tenang aja disana. 

RIP, ming. Kabarkan ini ke teman-teman,saudara, dan copylah tulisan saya ini di 
blog/forum/facebook/friendster anda.
Salam. Klemens A. 

Tulisan lengkap dan respon dari tulisan ini bisa dilihat di: 
 http://manusialempung.blogspot.com/ --  

        Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman Tambahkan
mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!



      





      


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke