Tapi bukankah itu counter argumentative juga? Kalau kita tidak tahu yang
asli,
kita juga tidak tahu yang palsu kan?

Dibandingkan dengan industrial technology, yang terjadi sekarang adalah
the overflow of information. Kita tidak tahu pasti mana yang benar dan
salah.
Jangankan yang non-eksak seperti politik & agama, yang eksak saja masih
bisa salah.

Pendirian kita seharusnya berdasar pada anggapan bahwa informasi yang
kita terima mungkin salah. Ini membuat kita lebih terbuka terhadap alur
informasi yang benar.


KOkon.

2009/3/11 Kamin <[email protected]>

>
> > Fakta lainnya bahwa Israel
> > terlibat dalam serangan 11 September 2001, adalah tidak satu pun dari
> 3.000
> > pegawai Yahudi masuk kerja pada hari itu. Tidak mungkin 3.000 orang sakit
> atau
> > cuti secara bersamaan, tanpa ada sesuatu di baliknya. (rdf/Rez)
> > --- End forwarded message ---
>
> Jadi ingat berita2 atau klaim2 dari banyak orang bahwa nggak ada korban
> perkosaan dalam kasus Mei 1998. Kalau mau liat video2nya, cari aja di
> youtube, search "Riot May 1998".
>
> Abis ini jangan2 byk yg bilang, ah... itu kan nggak asli udah dibuat2!!!
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke