Enggeh, ane sabar =)

Setelah sibuk seharian, baru cek email lagi....Ok, mohon maaf kpd semua
bila membuat anda semua (termasuk ane juga) menjadi emosi atau sedikit
lost control dan tdk fokus.

Sekarang...disini, ane mereview kembali sbg bentuk pertanggungjawaban
moral, dan juga pembelajaran serta arena diskusi. Memang tdk berhubungan
dgn IT...tapi bukan berarti kita menutup mata atas apa yg terjadi di
luar sana, apalagi utk peristiwa dahsyat macam 9/11.

Pertama-tama Mari kita buang hal yg tdk relevan.

Terus terang aja ane agak "lost control" karena mendadak dibawa-bawa
issue Riot Mei 1998, Hamas (mungkin karena tertulis di berita), juga
media yg bernama Hidayatullah (btw tdk tertulis satu pun dari posting
email ane terkait thread ini...entah kenapa bisa muncul).

Tapi di sisi lain, ane juga ternyata membawa issue ttg mendiang David
(kasus di NTU) yg tdk relevan...adapun USS Liberty, ane rasa masih
relevan...namun ok, kita sepakat anggap ini tdk relevan.

Ok...bagaimana kalau disepakati kita buang atau diamkan hal yg tdk
berhubungan. Karena disini kita ingin diskusi, bukan debat. Ok!?


Kedua, kita sepakat, apa pun "platform" kita, kita hanya ingin berpikir,
mencoba menganalisa fakta dan data yg tersembunyi. Membuang opini dan
asumsi yg bisa mengacaukan fakta dan data tersebut.



Ketiga, kita hanya mendukung kebenaran....apa pun itu, siapa pun yg
berada di sana...tdk peduli apakah itu komunitas yg kita sukai atau kita
benci....bila ternyata mereka mempunyai kebenaran di sana, harus kita
terima. Deal?!



Keempat....anyway...ini bukan topik SARA kan?! betul mengarah ke
politik...betul mungkin punya asosiasi ke SARA...tapi rasanya kita tdk
mengarah secara eksplisit ke Suku atau Agama dan Ras tertentu bukan?
mungkin hanya golongan...berorientasi ke politik dan dimensi hub.
internasional. Kita hanya ingin membicarakan/menganalisa berita tsb.

Kita tdk menuding Agama atau Suku Tertentu...hanya kebetulan saja
beritanya menyinggung Mossad-Israel. Mohon maaf bila ini dianggap
menyinggung sebagian rekan-rekan dari aspek SARA...mohon maaf bila hal
ini termasuk dlm kategori Agama menurut sebagian teman-teman.  Mohon
maaf bila ternyata ada orang dari etnis Yahudi di sini.

Ane pribadi tdk membenci Yahudi..ane hanya membenci gerakan Zionisme.
Dan banyak orang Yahudi yg sekuler...tdk punya asosiasi thd agama
Yahudi, atau tdk punya hub thd Zionisme. No Problem at all with Jews,
only have a big problem with Zionism mindset.


Nah Sekarang...ini ulasan ane, dari membaca kembali email-email yg
masuk, kritik, saran dan referensi lainnya..akan ane posting di bawah
ini. Mungkin dlm waktu lama tdk posting lagi email spt ini....karena
sibuk kerja.

Mohon izin rekan-rekan dan moderator...bila ternyata ulasan ane malah
memicu konflik...ane minta maaf, dan ane terima apa pun keputusan
moderator.

Hasil kontemplasi ane adalah sbb (penyimpulan dari semua email):

= 9/11 masih terselimuti banyak misteri...fakta dan data yg ada belum
banyak terungkap/dipublikasikan

= Pemerintah Amerika Serikan terkesan lambat dlm investigasi dan
bertindak utk mengungkap detail peristiwa tsb. Bahkan lebih banyak
dilakukan atau 'diambil alih' oleh media massa.

[1] New York Times hanya memberitakan bahwa benar ada keterlibatan agen
Mossad beretnis Arab (maaf) yg tertangkap (terungkap kegiatan
spionasenya), dan masih ada hub saudara/keluarga dgn pelaku 9/11. Lihat
referensi di:
http://www.nytimes.com/2009/02/19/world/middleeast/19lebanon.html?_r=2
Ini adalah data dan fakta.



[2]  AFP yg juga melakukan investigasi, mengambil rujukan New York
Times, mengambil asumsi dan opini berdasarkan asosiasi...bahkan
dirasakan ada hub. Mossad dgn peristiwa 9/11.  Referensi, lihat di:
http://www.americanfreepress.net/html/mossad_link_found_169.html

Ini asumsi dan opini, bukan data dan fakta...namun sangat mungkin orang
berasumsi demikian....entah karena platform mereka, atau karena pola
sejarah, atau sekedar asosiasi.

Tapi asumsi dan opini ini cukup kuat. Apalagi mengingat asosiasi dan
asumsi orang terkait dunia intelijen. Tetapi sekali lagi sekuat apa pun
ini...ini masih asumsi dan opini....perlu investigasi lebih lanjut. Bagi
yg berpegang mutlak pd data dan fakta...ini akan ditinggalkan,
setidaknya utk sementara.



[3] Media massa di negara lain...termasuk di Indonesia mengutip dari 2
berita tsb, namun lebih dominan menggunakan versi AFP, dan tampaknya tdk
melakukan recheck dan klarifikasi ulang serta menyajikan dlm bentuk
analisa lain yg lebih menarik dan kreatif.

Ini juga menyambung masalah Extra Info...ternyata semua jurnal bahkan
jurnal / media Asing....mempublikasikan berita ini dgn merefer ke AFP.
Sehingga seolah informasi berlimpah, pdhal hanya ada 1-2 versi, alias
minim. Hanya menjadi banyak karena cara penyebaran, dikombinasikan dgn
jalur mata rantainya.

Seperti contoh, ada 1 blog merefer ke Detik, Detik merefer ke AFP, AFP
ke New York Times.

Ini efek dari Web 2.0 Generation...persis yg dikatakan Jurnalis Thomas
L. Friedman dlm buku the World is Flat (maaf ya kalo tdk fokus lagi
tulisannya)



[4] Rekan-rekan ada yg menilai Media massa di Indonesia umumnya
cenderung memilih berita sesuai dgn platform mereka atau sesuai dgn
selera pasar.



[5] Ruang lingkup media yg kita bicarakan adalah Detik, Tempo utk di
Indonesia...dan AFP, serta New York Times utk media massa Asing. Kita
tdk membicarakan media yg lain.



[6] Ane pribadi menganggap bahwa berita ini ane forward karena cukup
penting, dan memang dikutip banyak media massa, terlebih oleh media
massa online yaitu Detik, yg sering dibaca banyak orang...juga Tempo, yg
menurut ane pribadi sejauh ini cukup berimbang dlm menyajikan sisi pro
dan kontra, juga cukup berbobot. Namun ternyata dari kritikan, saran,
dan masukan rekan-rekan...menurut rekan-rekan mestinya pemberitaan tsb
lebih detail dan jelas (lihat lagi point [1] dan [2] serta [3])



[7]  Apa pun perbedaan opini kita thd netralitas media massa...jelas
dibutuhkan media massa yg netral, terlebih di Indonesia, sehingga bisa
mendapatkan berita yg lebih obyektif.

Bila ingin diskusi lebih lanjut...bisa dialihkan ke topik baru, yaitu
seperti apa kriteria media massa yg netral dan menyajikan berita lebih
obyektif... lalu apa ada media massa sekarang ini yg mendekati kriteria
tsb dan konsisten...syukur-syukur ideal, persis sesuai dgn kriteria tsb.

Kalau menurut ane pribadi, Kompas, Tempo, dan Media Indonesia sudah
mendekati ke arah sini, dan relatif cukup konsisten. Utk media agama,
ane lihat yg mengarah ke sini adalah Majalah Tarbawi (utk Islam)
danMajalah Bahana (utk Kristen...ndak tahu masih ada apa tdk sekarang
ini).



[8]  Apa pun pendirian kita, disini kita ingin berdiskusi, bukan
berdebat. Dan kita sepakat ingin belajar menganalisa suatu peristiwa,
ingin mencari kebenaran dari suatu peristiwa, bukankah begitu?!

Serta kita tdk ingin mengikuti kubu-kubu yg ekstrim dan fanatisme thd
golongannya sehingga menginjak-injak hati nurani...seperti
euforia...bergembira tatkala ada peristiwa teror, seolah bergembira di
atas musibah orang lain...siapa pun mereka.




Just want to sharing about my self...
Terus terang peristiwa 9/11 ini dan segala dampaknya punya keterkaitan
emosional yg tinggi thd ane pribadi.

Ane bisa dikatakan Minoritas dari Minoritas (Muslim Tionghoa), sehingga
nyaris selalu bersinggungan dgn lingkungan berbagai platform dan
pendirian serta opini...yg kadang sering berseberangan dan masuk ke area
pribadi dan keluarga. Dan sekali lagi...9/11 menambah intensitas dan
kedalaman dari kondisi emosional yg ane alami tsb.

Ci-cong (Kakak Ipar) ane hampir menjadi korban peristiwa 9/11. Ci-cong
ane yg putih kulitnya, berubah menjadi hitam tertutupi abu lantaran efek
dari puing-puing runtuhnya twin tower. Kami sekeluarga yg di Indonesia
panik sekali...dan sulit sekali menghubungi Ci-Cong dan Cie-cie kami yg
di USA (waktu itu di New York).  Selama menghubungi mereka...kami
harap-harap cemas....sambil berdoa, sambil pasrah...sambil mencoba utk
kontak mereka. Baru 1 hari kemudian bisa dihubungi....dari situlah kami
tahu kata "hampir" tsb.

Ane juga ketemu orang-orang yg Euforia...bergembira atas 9/11, dan ane
konflik berat dgn mereka. Ane muak dgn hilangnya kepekaan nurani mereka.
Tapi ntah bagaimana justru ada dari kubu lain yg menganggap ane bagian
dari kubu "Euforia" tsb...mungkin lantaran atribut agama yg ane anut.

Di sisi lain ane juga bertemu dgn orang yg "Conspiracy Mania" dan selalu
sinis thd yg berbeda "platform" dgn mereka. Ane bisa memaklumi karena
mereka selalu menjadi "korban", bahkan ane pun mengalaminya. Tetapi ane
"amphibi", hidup di "dua  alam", bisa mengetahui lebih banyak
hal....terutama fakta dan data serta realita yg mungkin mereka tdk
lihat. Tdk semua yg mereka pikirkan dan tuduhkan adalah benar. Namun
karena atribut kesukuan yg ada...justru pendapat yg ane lontarkan malah
dianggap aneh, bahkan dianggap "menusuk".

Tatkala menegaskan pendirian pribadi yg berbeda dgn kubu-kubu
berseberangan tsb...tatkala memilih suatu jalan berdasarkan
pemikiran...perenungan dan suara hati nurani sendiri...Ane dikucilkan
atau pun dipancing berkonflik dgn mereka, lantaran pendirian ane
tsb...pendirian yg tdk 'populis'.

Perisitwa 9/11 ini juga menyebabkan banyak orang bertanya kembali apa
alasan ane menjadi Muslim dan Tionghoa sekaligus di Indonesia ini (ini
yg ane herankan...kenapa dikaitkan,...aneh tapi nyata)

Mereka bertanya bagaimana pendapat ane ttg Konflik SARA yg lebih
meruncing karena 9/11 ini....bertanya di pihak siapakah ane berada
(hm...ini juga efek ucapan Bush ttg Stick and Carrot tampaknya)...dan
sebagainya. Yg tampaknya juga secara spontan reaksi rekan-rekan secara
implisit atau tanpa disadari juga mengarah kesini.

Karena itu semua...sambil menegaskan pendirian ane...ane selalu
merenungi peristiwa 9/11 ini, terlebih bila ada data, fakta
baru...berita baru....karena efek 9/11 sulit terlepas dari kehidupan
ane.

Karena itu...bila ane menemukan berita terkait 9/11 yg menurut ane cukup
layak disebarkan dan dianalisa, maka ane sebarkan. Dan ane cenderung tdk
ingin mengambil berita dari kubu-kubu yg ekstrim
berseberangan...melainkan lebih di kubu-kubu yg mengarah kpd
pertengahan, kenetralan, dan keobyektifan berita...kubu yg tdk
berafiliasi kpd kubu-kubu ekstrim tsb...kubu yg relatif bisa diterima
bagi orang-orang yg tertarik kpd kebenaran dan nurani. Ane tahu itu
relatif...tapi ane berusaha ke arah sana.

Ok...itu saja sharing dari ane, maaf bila banyak meracau, ngomong ndak
karuan....maklum Jumat Malam =)  Lagian apalah artinya seorang Nugon =P


Ok demikian dari ane....ane mohon maaf sekali apalagi membuat polemik
dan membuat kita semua lost control...kita kembali ke jalur
semula...hanya ingin berbagi dan diskusi di milis tercinta ini.


"Tiada asap Kalo tiada yg membakar"...itu mungkin yg terlintas di benak
rekan-rekan sekalian, walau pun sekali lagi ane benar-benar tdk
bermaksud demikian. Tetapi sekarang ini ane ingin memadamkan api,
mengurangi asap yg mungkin ane picu baik sengaja mau pun tdk disengaja.
Mohon dibantu. Thanks a lot and please accept my apology.

Best Regards....and....Wassalam,



Nugon


--- In [email protected], Agus Irawan <agusira...@...> wrote:
>
>
> P Nugroho, sabar, sabar, ...
> Jangan esmosi dulu, ambil sisi positip dari email2 P Rudy.
>
> Saya yakin, P Rudy bukanlah pendukung Yahudi dan sejenisnya.
> Coba pikir, misalkan suatu saat P Rudy butuh uang/sakit/apalah, apakah
> Israel akan mengirimkan uang buat P'Rudy.  Tidak, gak ada  untungnya
buat
> dia.
>
> Saya sendiri, saya berpikir bahwa Anda sangat yakin dengan isi email
yang
> Anda forward, dan media sumber yang Anda gunakan.  Kalau
> Anda sendiri tidak yakin dengan kenetralan sumber Anda, saya malah
> enggan membahasnya.  Buat apa membaca email kontroversi,
> yang pengirimnya sendiri tidak yakin dengan kenetralannya.
>
> Jika Anda tidak yakin sumber berita Anda netral, bukankah
> berarti berita gosip yang Anda forward.  Seperti berita
> selebriti yang lebih banyak gosipnya.
>
> Anggap saja postingan saya terdahulu, gak pernah ditulis,
> karena ternyata pengirim sumber berita sendiri,
> gak yakin kenetralan media sumbernya.
>
> Coba baca ulang apa yang anda tulis ke P Rudy,
> "> Bisa beritahu media massa yg netral? Ane butuh buat
> > referensi...setidaknya netral menurut anda. Thanks a lot."
>
> Untuk lebih yakin, baca lagi tulisan lengkapnya di bawah.
>
> Ini email  terakhir saya mengenai forward-an Anda.
>
> Maaf sudah salah mengira tentang email gosip Anda.
>
>
>
>
>
> > To: [email protected]
> > From: nugo...@...
> > Date: Thu, 12 Mar 2009 10:57:48 +0000
> > Subject: [BinusNet]  Re: Fwd:  berita detik com tgl 11 maret 2009
> >
> > Ane jawab pertanyaan Rudy Susanto...diringkas dari email Rudy
> > sebelumnya:
> >
> > --- In [email protected], "Rudy Susanto" rsantolie@ wrote:
> > > Makanya saya bilang, walaupun anda tidak bermaksud demikian tetapi
> > anda suka
> > > melakukannya. Dari email yg anda kirim saya bisa berkesimpulan
bahwa
> > anda
> > > ingin orang lain tahu bahwa orang yahudi lah pelaku dari 9/11
> >
> > Mohon maaf bila kurang berkenan
> >
> >
> > >
> > >
> > >
> > > Detik/Tempo/Hidayatullah atau yang lain2 di Indo, semua tidak
NETRAL.
> > Kalo
> > > acuannya ke sana, sangat2 diragukan.
> > >
> > > Dan saya lihat ada kecenderungan utk membuat semua orang semakin
anti
> > dgn
> > > yahudi, benci mendarahdaging walaupun tidak pernah kenal dgn orang
> > yahudi
> > > secara pribadi.
> > >
> > >
> >
> > Bisa beritahu media massa yg netral? Ane butuh buat
> > referensi...setidaknya netral menurut anda. Thanks a lot.
> >
> > Btw, anda sendiri bagaimana dgn issue Yahudi? Apakah Pro atau sangat
> > Pro? Apakah Kontra atau sangat Kontra? Atau Netral? Mohon bila
berkenan
> > dijawab ringkas, tdk usah diterangkan detailnya.
> >
> > Bagi ane sendiri, Tempo cukup berimbang, apalagi Tempo berafiliasi
kpd
> > JIL dan punya hub cukup baik dgn beberapa tokoh terkemuka di Amerika
> > Serikat...jadi relatif netral thd issue Yahudi, dan sejenisnya. Dan
> > rekor Tempo cukup panjang terkait kiprahnya di Media Massa.
> >
> > Anda pernah rutin baca koran/majalah Tempo????
> >
> > >
> > > Liat NYT tanggal 19-Feb-2009, dan ini linknya
> > >
http://www.nytimes.com/2009/02/19/world/middleeast/19lebanon.html?_r=1
> > >
> >
<http://www.nytimes.com/2009/02/19/world/middleeast/19lebanon.html?_r=1&\
\
> > scp=
> > > 2&sq=%22Ziad%20al%20Jarrah%22&st=cse>
> > > &scp=2&sq=%22Ziad%20al%20Jarrah%22&st=cse
> >
> > Thanks atas infonya. Kalau berkenan, mohon sekalian cek juga ke AFP.
> >
> > >
> > > Jangan dikait2kan dengan kasus David.
> >
> > Hmm...maaf, menurut ane pribadi, pola pembiasan beritanya ada
kemiripan.
> > Dan kebetulan ane mengikuti terus issue David , apalagi adik ane
pernah
> > menjadi guru di SMAK I BPK Penabur, sebagai guru Matematika, dan
pernah
> > mengajarnya beberapa kali.
> >
> > >
> > >
> > > Mana beritanya? Bisa tunjukkan selain link yang saya berikan di
atas?
> > >
> >
> > Ane biasa merefer ke media cetak, macam majalah Tempo, Gatra...atau
> > koran seperti Tempo, Media Indonesia, dan Kompas. Kalau ane masih
arsip,
> > bisa ane scan dan forward...setidaknya via japri.
> >
> > > Dari mana anda berkesimpulan bisa seperti itu? Sementara di NYT
tidak
> > > mengatakan demikian, coba baca deh.
> >
> >
> > Pertanyaan kesimpulan ttg Al-Qoidah, misteri 9/11 adalah murni hasil
> > analisa dan kesimpulan ane mengikuti beritanya dari 2001 s/d
sekarang.
> > Ane tdk baca NYT. Ane baca Detik, Tempo, Kompas, Media Indonesia,
BBC.
> >
> > Sekali lagi pemicu ane forward berita ini adalah karena Detik dan
Koran
> > Tempo mempublikasikannya. Detik mengacu ke AFP. Tempo mengacu ke AFP
dan
> > NYT.
> >
> > Ada pun jurnalis Tempo berani mempublikasikan berita senada
> > Detik...karena mereka melakukan analisa dari berbagai berita, lalu
> > membuat opini, menyimpulkannya sendiri bahwa ada dugaan
> > keterkaitan...setidaknya harus ada investigasi dan pengungkapan
serius
> > dari pemerintah Amerika yg terkesan kurang aktif dan kurang terbuka.
> > >
> > >
> > > Fakta sangat penting untuk diungkapkan, bukan berarti fakta belum
> > terungkap
> > > kita bisa bicara seenaknya.
> >
> > Ok, mohon maaf bila menurut anda...ane berbicara seenaknya. Tidak
ada
> > maksud demikian.
> > Mohon bantuannya utk diberikan tips mencari, mengungkap, dan
> > menyampaikan fakta...data...opini. Ane rasa Rudy Susanto sangat
> > kompeten...apalagi karena di email yg sebelumnya mengkritik ane yg
> > forward berita ini ke banyak milis.
> >
> > Sekali lagi Thanks a lot, dan Sorry berat.
> > >
> > >
> > Best Regards...and...Wassalam,
> >
> >
> >
> >
> >
> > Nugon
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ------------------------------------
> >
> > "We cannot all do great things.But we can do small things
> > with great love." - Mother Teresa
> > ---------------------------------------------------------
> >
> > BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> >
> > Stop or Unsubscribe: send blank email to
[email protected]
> > Questions or Suggestions, send e-mail to
[email protected]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
>
> _________________________________________________________________
> NEW! Get Windows Live FREE.
> http://www.get.live.com/wl/all
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke