Namanya juga kepercayaan, pembuktiannya juga lebih repot.

Mirip dengan kasus debugging, misal kita ada memory corruption,
tiap pribadi pasti ada pendapat, ini pasti subsystem A, atau B, atau
pasti proses corruption-nya seperti ini, etc. Cuma bedanya kasus ini
bisa dibuktikan apabila kita sudah bisa reproduce problemnya, dan
menemukan bug-nya. Untung-untung bisa menemukan problemnya dalam
waktu sehari, kalau apes, musti nunggu bulanan atau tahunan.

Di bidang agama, tiap pribadi bisa bilang ini pasti tuhan X, tuhan Y, etc.
Bagaimana cara membuktikannya? Bisa, tapi tiap pribadi musti masuk
kubur dulu... :D

Mungkin ada baiknya tiap pribadi bersedia menerima fakta bahwa mereka
sendiri tidak tahu. Pada saat mereka benar-benar tahu, pada saat itu bukan
kepercayaan lagi namanya, tapi hukum/law.


KOkon.

2009/11/17 anatta net <[email protected]>

>
>
> Sudah saya japri kok :)
>
> Sori, saya sedikit "capek deh" aja dengan pendapat yang sedikit2 membawa2
> nama tuhan, agama dll.
>
> *Hare gene masalah science dikait2kan dengan agama
>
> Saya cuman "mancing" saja kok, gak bawa2 nama tuhan or agama tertentu,
> hanya
> bertanya :)
>
> Anyway beteway buswae, sekali lagi saya sudah japri kok :)
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke