he he he kok kayaknya
relevan ya dgn ane...terlebih skill analisa dan matematika ane agak gimana gitu
=P

 

mohon perhatian para
lembaga pendidikan dan ormas/LSM terkait agar membenahi pengajaran Matematika
kita, sehingga bermanfaat dunia-akhirat.

 

Best Regards and
Wassalam,

 

 

 

 

Nugon

 


--- In [email protected], Satriyo <lasykarl...@...> wrote:

fyi ...

--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les
coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


---------- Forwarded message ----------
From: Koran Digital korandigi...@...
Date: 2010/1/21
Subject: [Koran-Digital] Pengajaran Matematika Salah Konsep
To: Koran Digital [email protected]



LAYANAN PENDIDIKAN
Pengajaran Matematika Salah Konsep

Kamis, 21 Januari 2010 | 03:08 WIB

Bandung, Kompas - Pengajaran Matematika di Tanah Air saat ini dinilai
tidak relevan dengan tren global. Pendidikan di Indonesia masih
bertumpu pada aspek kognisi, bukan pemecahan masalah.

"Orientasi pendidikan di kita masih seperti di zaman penjajahan.
Hanya
bertumpu pada knowledge (aspek kognisi). Padahal, di banyak negara
maju, Matematika diarahkan pada expert thinking yang mencakup
kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keingintahuan," tutur
Iwan
Pranoto, pakar Matematika dari Institut Teknologi Bandung di sela-sela
acara diskusi yang diadakan Asosiasi Guru Matematika Indonesia, Rabu
(20/1) di Bandung.

Lemahnya kemampuan kecerdasan yang lebih tinggi, yaitu pemecahan
masalah pada siswa-siswa Indonesia ini, terlihat dari serangkaian tes
Program for International Student Assesment (PISA) yang dilakukan
Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

"Tes ini mengukur kemampuan siswa-siswa umur 15 tahun untuk
menghadapi
tantangan hidup pada abad ke-21. Hasilnya, sangat mengecewakan untuk
Indonesia. Padahal, kita sudah mengadopsi PISA," ungkapnya.

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan apa yang juga disampaikan Ahmad
Muchlis, dosen Matematika ITB lainnya. Menurut pembimbing Olimpiade
Matematika ini, sebuah survei internasional menyebutkan bahwa siswa
Indonesia sebetulnya sulit mengejar standar yang baik dalam kemampuan
Matematika.

"Tahun 2007, sebanyak 52 persen (yang disurvei) berada di kategori
terendah, lower quarter. Hal ini berarti sisanya tidak mencapai
standar yang terendah sekalipun," ujarnya.

Kalaupun ada yang berprestasi misalnya di ajang olimpiade, itu tidak
mewakili kondisi keseluruhan siswa di Tanah Air.

"Ini hanya gincu yang coba digembor-gemborkan pemerintah. Seolah
dijadikan cermin keberhasilan pendidikan," ujarnya.

Menurut Didi Suryadi, dosen program studi Pendidikan Matematika
Universitas Pendidikan Indonesia, praktik pendidikan di Tanah Air
seolah telah melawan arus global.

Di banyak negara maju, seperti Singapura, pendidikan sains, khususnya
Matematika, diarahkan untuk dapat membekali siswa dengan kemampuan
pemecahan masalah. (JON)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/21/03083550/pengajaran.matemati\
ka.salah.konsep

--
- One Touch News-

To post  : [email protected]
To unsubscribe  : [email protected]

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius
Syrus

Catatan : -  Gunakan bahasa yang baik dan santun
-  Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
-  Hindari ONE-LINER
-  POTONG EKOR EMAIL
-  Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator
Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda.
-  Berdiskusilah dengan baik dan bijak.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~----------------------\
---------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam
deklarasi perang
sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." --
Otto Von
Bismarck

"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di
belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib


[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke