http://groups.yahoo.com/group/smilingheart/message/2365


yenny win <yenny...@...> 

yennywin 



----- Forwarded Message ----
From: moren momo <mo...@...>
To:
Marliana Lie <li...@...>; yenny...@...; novi_natalia87
<novi_natali...@...>; namaemailnya_ad...@...;
cantique_lili...@...; Stepfanny Wahono <stepfa...@...>;
gsuh...@...; ferrysapu...@...; witochan...@...
Sent: Thu, March 25, 2010 10:15:13 AM
Subject:
Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik





Cerita sedih.... Hiks.... (Siapin tisu deh....)


Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki

sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah

seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama

delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah 'saya

pernah datang dan saya sangat penurut'.Anak ini rela melepaskan

pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan

sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese

seluruh dunia. Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian,

yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang

menghadapi kematian, dan dia rela melepaskan pengobatannya.Begitu

lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia

hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya.



Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She

Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu.

Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan

hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin

tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.



Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat

dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan

rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang

kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat

selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak

kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah,

papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka

kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya

memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "Saya

makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian

papanya memberikan dia nama Yu Yuan.



Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang

membesarkan seorang anak, tidak ada ASI dan juga tidak mampu

membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan

air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi

lemah dan sakit- sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan

sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan

bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para

tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar walaupun dari kecil

sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan.



Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan

tumbuh dewasa. Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar

biasa.



Mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan

pekerjaan rumah, mencuci baju, memasak nasi, dan memotong rumput.



Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan

anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua,

sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya

mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi

seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi

sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri

sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di

sekolah.



Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi

bangga di desanya.



Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk

papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya

diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan

mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap

kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.

Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi

bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.



Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada

suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa

air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal

dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan

pendarahan tersebut sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas

desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga

mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai

bermunculan bintik- bintik merah. Dokter tersebut menyarankan

papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.

Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena

antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri di kursi

yang panjang untuk menutupi hidungnya.



Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir

dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian

mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar

dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil

tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.



Dokter yang melihat keadaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk

diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan

terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal

yang memerlukan biaya sebesar $ 300.000. Papanya mulai cemas

melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya

memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai

cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata, uang

yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil

keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu

satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang

singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli. Melihat mata papanya

yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus, dalam hati Yu Yuan

merasa sedih.



Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun

mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa, saya

ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan,

"Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati?". "Saya adalah anak

yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga,

tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah

sakit ini."



Pada tanggal 18 Juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal

huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak

yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang

berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah

pulang ke rumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki

permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia

ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada

papanya, "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya

lihatlah foto ini".



Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota

dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang

dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan

corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dia tidak rela

melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto.



Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin

berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada

akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar.



Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di

surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun

yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin. Setelah mengetahui

keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan

sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita

tentang anak yang berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri

dan akhirnya menyebar ke seluruh kota Rong Cheng.



Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang

sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke

seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk

menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara

panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu

sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah

mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi.



Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih

semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan

tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah

tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu

demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua

orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di email

bahkan menulis, "Yu Yuan, anakku yang tercinta. Saya mengharapkan

kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat

kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan

sehat.



Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan

menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang

sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan

alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima

pengobatan dan dia sangat menderita di dalam sebuah pintu kaca

tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk

diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum

padanya.



Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan

proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat.



Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan

tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan

pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari

depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak

berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu Yuan dari lahir

sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang

ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi

anak perermpuannya, air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu

memanggil dengan sebutan Shii Mama.



Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian

dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang

mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan

hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk

Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.

Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang

menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan di

pencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah

putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang

pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.



Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi

sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak

leukemia yang lain fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah

melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada

tanggal 20 Agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan,

"Tante, kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?". Wartawan

tersebut menjawab, "Karena mereka semua adalah orang yang baik

hati". Yu Yuan kemudian berkata, "Tante, saya juga mau menjadi

orang yang baik hati".



Wartawan itu pun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang

baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin

baik".



Yu Yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan

diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."



Fu Yuan kaget sekali, membuka dan melihat surat tersebut. Ternyata

Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri.

Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang

menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman

surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan,

tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih

ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam

belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Dia

juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada

orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat

kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong

jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa

dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin

palang merah.



Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada

orang- orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh".



Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang

membasahi pipinya. "Saya pernah datang, saya sangat patuh",

demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22
Agustus, karena pendarahan di pencernaan hampir satu bulan, Yu

Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk

bertahan hidup. Mula-mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan

mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan

di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun

secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan

transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat

hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang

ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa

membantunya.



Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya

meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan

ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air

sungguh telah pergi ke dunia lain. Di kecamatan She Chuan, sebuah

email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak

yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga

yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan

pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas

langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah....." demikian

kata-kata dari seorang pemuda tersebut.



Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan

gerimis. Di depan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan

menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu

Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan

yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi

orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang

diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan. Di depan kuburannya

terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu

nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30

November 1996 - 22 Agustus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan

singkat riwayat hidup Yu Yuan.



Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima

kehangatan dari dunia. Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana

540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita

leukimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan

itu adalah :



Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian,

Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari

keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang

melawan kematian. Pada tanggal 24 September, anak pertama yang

menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil

melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut

wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan

Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami

diatas sana.



Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya

dengan kata-kata 'Aku pernah datang dan aku sangat patuh'".



Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati. Seorang anak

kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi

kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan

ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan

respon yang luar biasa dari kalangan dunia. Walaupun hidup serba

kekurangan, dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah

contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama,

berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit

kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi

dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang pengasih.




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke