http://groups.yahoo.com/group/Forum_LingkarPena/message/69025
http://groups.yahoo.com/group/Forum_LingkarPena/message/69027


"nidlol" <nid...@...> 

nidlol 


[FAEDAH] Barangkali

Alkisah, seorang lelaki tua duduk bersama anaknya yang sudah berusia 25 tahun di

sebuah kereta api yang sedang berjalan kencang. Nampak keceriaan dan

kecemerlangan pada wajah pemuda yang duduk persis di samping jendela bersama

ayahnya tersebut.



Pemuda itu mengeluarkan tangannya melalui jendela dan menggerak-gerakkannya

seraya tersenyum merasakan segarnya udara di luar sambil berseru, "Ayah,

lihatlah! Semua pohon-pohon itu berlarian membelakangi kita!" Sang ayah pun

tersenyum mengiringi kebahagiaan anaknya.



Di samping mereka, duduk sepasang suami-istri yang tengah memperhatikan

pembicaraan sang pemuda bersama ayahnya. Mereka nampak terganggu dan tidak

nyaman. Bagaimana mungkin seorang pemuda yang sudah berusia 25 tahun itu

bertingkah seperti anak kecil!



Tiba-tiba, sang pemuda berseru lagi, "Ayah, lihatlah sawah yang penuh dengan

barisan padi dan burung-burung kecil itu! Lihatlah, Ayah, awan menggumpal di

atas kita yang indah itu!"



Sepasang suami-istri itu makin heran dan tak nyaman melihat kata-kata sang

pemuda.



Lantas perlahan-lahan gerimis hujan pun mulai turun, dan titik demi titik air

hujan membahasi tangan sang pemuda, yang wajahnya semakin cerah dipenuhi oleh

semburan rata rasa senang bahagia. Ia bergumam kalem, dan tiba-tiba bersorak

ramai, "Ayah, ini sangat indah! Ayah, ini hujan! Airnya membahasi tanganku.

Lihatlah, Ayah!"



Di detik itu, pasangan suami-istri sudah tak sabar lagi. Mereka tak sanggup lagi

berdiam diri melihat perbuatan sang pemuda. Mereka serentak menghardik ayah sang

pemuda, "Mengapa kalian tidak membawa anak ini ke dokter supaya ia segera

diobati?!"



... (berlanjut) --> lanjut terus ke bagian paling bawah email ini








































































(lanjutan)



Sang ayah menjawab mereka dengan santun dan tetap tenang, "Kami baru saja datang

dari rumah sakit, dan alhamdulillah anak saya ini sudah bisa melihat setelah

sekian tahun lamanya ia buta semenjak lahir."



.



..



...



Sontak kedua suami-istri meminta maaf, "Kami telah berbuat salah. Seharusnya

kami tidak tergesa-gesa berburuk sangka."





________

Jazallaahu khairan untuk Syaikh Abu Muhammad atas percikan hikmahnya:

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showpost.php?p=1215035&postcount=39



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke