http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/message/22737
Morry Infra <morry.in...@...>morry.in...@...
Send Email
---------- Forwarded message ----------
From: Muhammad Iman Suroto <>
Date: 2010/5/21
Subject: Selamat Hari Kebangkitan Nasional
Dapet dari temen, tulisan dan ilustrasi yang menarikselamat menikmatihave a
nice weekend..
Saat menonton televisi beberapa bulan ini:
1. kasus cicak buaya, sekarang si buaya jadi cicak, dan seterusnya (episode
bersambung,mungkin dibuat trilogy).
2. Penggerebekan kasus terorisme yang heboh (atau dibuat heboh?) dan selalu
dipenuhi aksi layaknya film SWAT (versi sinetron streaming ala Indonesia, dari
pagi sampe pagi lagi, diulang-ulang terus siarannya), dan anehnya kenapa si
teroris selalu tewas dalam penggerebekan? biar gak banyak omong borok diri di
media kyk si “buaya yg jadi cicak”. Mungkin.
3. Kasus Century yg lebih berkesan balas-balasan layaknya anak kecil yang
berebut mainan, dipenuhi tipu muslihat ala politisi Indonesia yg tidak pernah
konsisten terhadap opsi A,B, atau C. (sekalinya ada yg konsisten karena udah
kepalang malu, bahkan rumah tangga terancam cerai, karena si suami malah
mendekati musuh si istri)
4. Piala Thomas dan Uber selalu kalah sama Cina, mungkin Indonesia biasa juara
lagi kalau Cina tidak ikutan piala Uber dan Thomas? Ternyata pelatih Cina, yang
menghasilkan Lin Dan cs adalah mantan pelatih Indonesia kelahiran Lampung,
Indonesia yang ditahun 90-an tidak diberikan kewarganegaraan Indonesia nya dan
memutuskan pulang ke Cina dan jadilah dia bagian yang menghasilkan tim Thomas
Cina kuat seperti sekarang. Kalau ada pepatah, mungkin cocoknya dibilang
“Senjata makan tuan”. Agak khawatir saja, si ibu mantan MenKeu yang serasa
diusir dari negara sendiri gara-gara kasus Century yang sampai sekarang “belum
jelas” itu padahal sudah mengabdi untuk negaranya, bisa-bisa jadi seperti
cerita pelatih Thmas Cina, ditarik jadi staff ahli kementrian keuangan di
Amerika, dan membantu Amerika menyelamatkan Amerika bangkit dari krisis. Dan
tinggalah kita yang anjlok malah kena krisis dan kena pepatah lagi “Senjata
makan tuan”.
5. Menonton sepak bola Indonesia serasa nonton film Gladiator, si wasit jadi
Gladiator, pemain jadi singanya, dan di tribun adalah penonton yang ingin
menyaksikan si gladiator dicabik-cabik oleh Singa. Dari tribun penonton
terdengar jelas teriakan-teriakan “wasit goblok…wasit goblok….”‘
Katanya 2022 mau calonin diri jadi tuan rumah piala dunia? gosip atau fakta
juga masih belum pasti, yang sudah pasti ketum PSSI nya belum mau mundur
sebelum masa jabatannya habis, dan beliau berkata, tidak akan mencalonkan diri
lagi untuk ketum PSSI berikutnya. (akhirnya sadar juga). Bakat terbaik seperti
Boaz Salosa malah terkesan seperti mendapatkan turnamen yang tidak membangun,
karena suasana Liga Super (super?? yakin?? ) lebih terkesan seperti tarkam.
Rasanya ingin cepat-cepat nonton piala dunia 2010 saja, lebih menghibur,
apalagi di afrika selatan nanti katanya bakal lebih seru karena pembukaannya
pakai bom bunuh diri (sekarang memang trennya begitu, sudah pada bosan katanya
klo cuma kembang api). Mungkin memang susah ya cari 11 orang pintar main bola
dari 220 juta kepala ya?
6. Sekarang di negara kita lagi musim kejatuhan meteorit, gempa, angin puting
beliung, gunung merapi meletus, banjir bandang, dan musim penyakit-penyakit
mematikan seperti flu burung, flu babi, dan demam berdarah, sesekali juga ada
musim kebakaran dan musim tabung gas elpiji meledak, mungkin sudah bosan musim
rambutan, mangga dan duren terus kali ya.
7. Negara kita mungkin kalau diadakan award Negara paling hobi Demo mungkin
jadi juara ya. Hampir tiap hari ada saja yang demo bahkan kadang orangnya
itu-itu lagi. Setiap menonton aksi mereka di jalan dengan seluruh atributnya.
Mereka ini apa ndak kerja? apa ndak kuliah? apa ndak panas? apa ndak capek? apa
sudah hobi nya ya? seperti saya yang hobi main futsal, sudah tau bola cuma 1
direbut 10 orang, capek, tapi menyenangkan dan menyehatkan. Mungkin memang ada
ya orang-orang yang hobi nya demo. Mungkin.
8. Sekarang lagi tren film “eksekusi tanah sengketa” biasanya jalan ceritanya.
Ada 2 pihak bersengketa, yang menang sidang di pengadilan bawa satpol PP, yang
kalah bawa masa teman, kerabat, keluarga, sahabat, teman bayaran, kerabat
bayaran, keluarga bayaran dan sahabat bayaran. Lalu akan ada pertarungan di
lapangan. Lalu ada teriakan , makian,lemparan, sabetan, sampai penembakan gas
air mata (kalau yang ini udah level sengketa puluhan miliar biasanya). Diakhir
cerita , adegan mengambil setting di rumah sakit terdekat dengan laporan berapa
korban luka, korban meninggal, dan lucunya biasanya si pihak utama yang
bersengketa tidak pernah jadi korban luka atau sampai meninggal. Maklum namanya
juga film sekuel, jadi jagoan utama dan musuh utama ndak boleh mati dulu. Ntar
habis filmnya.
9. Untuk orang Indonesia dilarang mencuri yang kecil-kecil atau murah-murah
seperti kapas, semangka, buah coklat, listrik, atau dompet, resikonya besar,
bisa dibakar masa, dipukulin masa, dipenjara beberapa tahun (tapi kalau bisa
diblow up media kemungkinan jadi bebas malah besar). Sekarang yang lagi
ngetrend itu maling uang rakyat, dapatnya banyak, dipenjara paling setahun dua
tahun, itupun masih bisa bebas, kalau kita mengaku “ilang ingatan” atau “sakit
keras”, (pilih mana tinggal dipenjara atau di rumah sakit mewah?), dipenjara
maling uang rakyat juga enak kok, ada kamar VIP ,layaknya hotel bintang 5, cuma
beda seragam pelayannya saja kok.
10. Orang miskin dilarang sakit!!! kalau ndak ntar diusir dari rumah sakit lho
atau bayinya ditahan dulu (asal jangan sampai dijual saja ya). Maklum negara
katanya lagi agak murat marit, jadi belum bisa membiayai biaya perawatan
rakyatnya yang sakit. Tapi negara juga belum bisa menjamin untuk membuat sehat
rakyatnya. Tapi kalau bisa di blow up media lumayan bisa dapat koin berlimpah
seperti paman Gober dan lautan uang logamnya lho.
11. Sekarang juga lagi tren anak sekolah kesurupan, atau menangis serentak
diseluruh propinsi Indonesia pada hari bersamaan. Maklum angka ketidak lulusan
UAN masih tinggi dan merata diseluruh daerah dan kota juga lho. Katanya UAN nya
yang salah, katanya juga Pemerintah yang buat UAN salah, katanya Guru yang
mengajari sebelum UAN yang salah, katanya soal UAN nya yang susah yang salah,
katanya Sekolahnya yang salah, katanya , katanya dan katanya. Yang pasti
beberapa siswa yang mendapatkan nilai tertinggi di tingkat nasional bukan dari
orang kaya, bukan dari sekolah yang mahal juga, intinya Pendidikan tidak selalu
sebanding dengan harta benda. Yang lebih utama adalah etos belajar mengajar.
Yaitu yang mengajar dan diajar. Setuju?
12. Satu lagi kebanggaan dikalangan masyarakat kita yaitu menunjukkan anaknya
yang amsih balita sudah hobi merokok, bahkan bisa menghabiskan satu bungkus
dalam sehari. bahkan salah satu anak balita tsb mampu menunjukkan aksi membuat
bulatan-bulatan putih dari asap rokok yang dikeluarkan dari mulutnya. Mungkin
maksudnya lumaya kalau bisa jadi bintang iklan rokok, bayarannya gede. Kan
cukai rokok salah satu penyumbang dvisa terbesar negara kita. Atau mungkin
karena harga permen dan coklat mulai mahal, jadi supaya irit diganti rokok biar
irit. Mungkin.
Setiap hari menonton hal-hal demikian.Jadi bertanya pada diri sendiri. Negara
macam apa yang saya diami ini? Apa negara ini masih punya masa depan? Apakah
negara ini masih bisa bangkit dari keterpurukannya?
Lalu saya matikan televisi saya, dan saya keluar rumah, melakukkan aktifitas
sehari-hari. Dan saya menemukan masih banyak orang baik, orang yang bekerja
keras, orang yang tak berhenti belajar siang malam, orang yang ramah, orang
yang dermawan, orang yang suka memuji saudara dan temannya, orang yang suka
menolong temannya saat kesusahan, orang yang saling menjenguk dikala temannya
atau saudaranya sakit, orang yang senang melihat temannya berhasil, orang yang
sedih melihat temannya tertimpa musibah, orang yang patuh dengan orang tuanya,
orang yang masih memegang teguh agamanya, orang yang menjunjung tinggi
budayanya, orang yang suka nasehat menasehati secara baik, orang yang
menghormati pemimpinnya, orang yang menyayangi anak-anaknya, dan semua orang
tadi berbahasa Indonesia.
Dan terciptalah sebuah perasaan, saya masih cukup optimis, negara ini masih
bisa bangkit dan punya masa depan yang baik.
SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL
[Non-text portions of this message have been removed]