Dear All,

Pernakah secara pribadi kita selalu mengucap kata Syukur setiap hari di dalam 
kehidupan kita masing-masing?

 Thanks and Regards,


Yanto Chiang



----- Forwarded Message ----
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, August 2, 2010 7:02:46
Subject: [Metamorphe] Mencukupkan Diri

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa 
mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya, kucuran uang emas 
itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah, diambilnya beberapa ember untuk menampung. 
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, 
seluruh 
tempayan nya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah 
lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu 
terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya 
karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "CUKUP". 
Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum 
bisa 
dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa 
pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang 
perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap 
orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang. Kapankah kita bisa berkata 
cukup?

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di 
dalam Kristus Yesus bagi kamu.” 1 Tesalonika 5:18.

Cukup bukanlah soal berapa jumlah nya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. 
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut 
berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan 
berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi  mandeg dan berpuas diri. 
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan 
apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita 
sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri 
kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya 
dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:19).


Sent from my BlackBerry Wireless Handheld 


------------------------------------

Injil Untuk Semua Bangsa
METAMORPHE Pengkabaran Injil via Internet
===="Jadikan semua bangsa muridKU" (Mat 28:19)====
Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil 
mulai 
dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu 
Ia, yang memulai pekerjaan 

yang baik diantara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari 
Kristus Yesus. Fil 1:5Yahoo! Groups Links





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke