maaf edwin...ini dilempar ke milis justru ingin mencari info atau
pencerahan ttg buku tsb.dan dibahas dgn obyektif dan didukung data fakta
yg ilmiah.
saya pribadi belum baca buku tsb, dan bingung dgn statement resensi buku
tsb.dan saya yakin di milis ini ada pemerhati sejarah yg bisa beri
pandangan/masukan lain.
tidak lebih dan tdk kurang, hanya itu saja.
tdk ada niatan lain kok.
justru siapa tahu kita jadi punya metodologi/framework mengevaluasi
buku-buku yg sering dijual/dipasarkan dgn cara bombastisn dan
kontroversial, serta sering menebeng/bonceng topik sejarah, agama dan
sains....pdhal sebenarnya muatannya lebih dominan fiktif.
bila tdk berkenan...abaikan saja email ini, tdk usah dijawab oleh
rekan-rekan.

--- In [email protected], Edwin <edwin.kus...@...> wrote:
>
> Sepertinya hanya Bab 4 yang merupakan isi yang berhubungan dengan
judul
> bukunya, bab bab yang lainnya merupakan Historical Fact.
>
> Informasi ini menyesatkan. Just curious kenapa ga ada yang men-scan
foto
> yang ada di bukunya?
>
> Just my 2 cents, akan lebih baik kalau informasi yang di dapat bisa
> di-filter dan pertimbangkan dulu sebelum di broadcast ke milis.
>
>
>
>
> 2010/8/6 joe_0500559...@...
>
> >
> >
> > Bagus nihh ;)
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
Nyambung
> > Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Nugroho Laison nugo...@... <nugon19%40yahoo.com>>
> > Sender: [email protected] <binusnet%40yahoogroups.com>
> > Date: Thu, 5 Aug 2010 18:24:29
> > To: SMA 1 [email protected]
<sma1bks%40yahoogroups.com>>;
> > [email protected] <binusnet%40yahoogroups.com>>; Blue
> > [email protected] <bluejackets%40yahoogroups.com>>;
> > bluejackets
[email protected]<bluejackets98-2%40yahoogroups.com>>;
> > Muhammadiyah
[email protected]<Muhammadiyah_Society%40yahoo\
groups.com>>
> >
> > Reply-To: [email protected] <binusnet%40yahoogroups.com>
> > Subject: [BinusNet] [OOT] Hitler Mati di Indonesia?
> >
> > Percaya...ndak percaya...percaya...ndak percaya...ndak
percaya...bingung???
> >
> >
> >
> > http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/message/22593
> > adnan a...@adn@
> >  Send Email
> >
> > Hitler Mati di Indonesia?
> > Hitler Mati di Indonesia?
> > Kamis, 29 Juli 2010 - 16:34 wib
> >
> > Judul Buku: Hitler Mati di Indonesia "Rahasia yang terkuak"
> > Penulis: Ir KGPH Soeryo Goeritno, Msc
> > Penerbit:Titik Media Publisher 2010
> > Halaman: 119
> >
> > Kontroversi kematian Hitler memang menarik untuk diulas. Atas dasar
itulah
> > kira-kira buku ini dicetak untuk khalayak.
> >
> > Bab Satu, Pendahuluan: Buku ini ditulis untuk mengungkap misteri
kematian
> > Hitler yang sebenarnya, itulah isi dari bab pendahuluan. Buku ini
memang
> > bukan merupakan buku sejarah, tetapi sebuah buku yang mengungkapkan
sisi
> > lain dari sejarah kelam yang dialami oleh bangsa Eropa, khususnya
bangsa
> > Jerman pada masa Perang Dunia ke 11 yang penuh dengan kekejaman yang
pernah
> > terjadi pada umat manusia.
> >
> > Dari sekian banyak informasi yang ada tentang kematian Hitler, tidak
ada
> > yang dapat menyebutkan secara pasti apa penyebab kematian sang
diktator Nazi
> > ini. Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Hitler tewas bunuh
diri
> > dengan cara menembak dirinya sendiri dan minum racun sianida pada 30
April
> > 1945, saat Jerman diduduki oleh Uni Soviet. Meski sejumlah ahli
sejarah ragu
> > Hitler menembak dirinya, dan menduga hal itu hanyalah propaganda
Nazi untuk
> > menjadikan Hitler sebagai pahlawan. Namun, lubang pada potongan
tengkorak
> > itu tampak menguatkan argumen tersebut ketika tengkorak itu
dipamerkan di
> > Moskow tahun 2000. Bagaimana dan kapan Hitler meninggal sekarang ini
masih
> > diselimuti misteri.
> >
> > Bab Dua, Misteri Kematian Hitler: Pada bab ini dapat dijumpai
penjelasan
> > tentang penyebab dan kapan Hitler mati dari beberapa versi. Ada
kematian
> > versi Jerman, versi Rusia, dan versi para peneliti atau ilmuwan.
> >
> > Dari sekian banyak informasi yang ada tentang kematian Hitler, tidak
ada
> > yang dapat menyebutkan secara pasti apa penyebab kematian sang
diktator Nazi
> > ini. Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Hitler bunuh diri
dengan
> > cara menembak dirinya sendiri dan minum racun sianida pada 30 April
1945,
> > saat Jerman diduduki oleh Uni Soviet. Itu menurut versi Jerman,
seperti yang
> > diceritakan oleh Flegel, salah satu perawat Hitler dan petinggi Nazi
lainnya
> > saat di dalam bunker.
> >
> > Dan menurut versi Rusia, yang dinyatakan oleh seorang pejabat tinggi
dinas
> > rahasia Rusia, KGB, yang mengklaim, bahwa Adolf Hitler mengakhiri
hidupnya
> > tidak dengan menembak dirinya sendiri, tetapi dengan meminum racun
sianida.
> > Seperti yang dinyatakan oleh Letnan Jenderal Vasily Khristoforov,
staf arsip
> > untuk dinas keamanan FSB Rusia, “Paramedia militer Uni Soviet
kala itu telah
> > memastikan bahwa Hitler dan Eva Braun tewas setelah minim racun
sianida pada
> > 30 April 1945.”
> >
> > Dan versi kematian yang terakhir adalah menurut pendapat umum, dalam
hal
> > ini diwakili oleh para ilmuwan. Sudah lama sebenarnya para ilmuwan
dan ahli
> > sejarah menyatakan bahwa potongan tengkorak yang telah diambil dari
luar
> > bunker Hitler oleh tentara Rusia dan selama ini disimpan intelijen
Soviet
> > itu akan menjadi bukti yang meyakinkan bahwa menembak dirinya hingga
tewas
> > setelah minum pil sianida pada 30 April 1945. Akhirnya dilakukan
analisis
> > DNA terhadap potongan tengkorak itu oleh peneliti Amerika, dan
mereka
> > menyatakan, “kami tahu tengkorak itu berhubungan dengan
seorang perempuan
> > berusia antara 20 dan 40 tahun,” kata ahli arkelogi Nick
Bellantoni dari
> > Universitas Connecticut, AS, dikutip dari Dailymail. “Tulang
itu kelihatan
> > sangat tipis, tulang tengkorak laki-laki cenderung lebih kuat. Dan
> > persambungan di mana lempengan tengkorak itu menyatu tampak
berhubungan
> > dengan seseorang yang berusia kurang dari 40 tahun. Hitler pada
April 1945
> > berusia 56
> > tahun.
> >
> > Dengan adanya hasil tes DNA tersebut, berarti sejarah kematian
Hitler
> > menjadi sebuah misteri kembali, dan para ahli teori konspirasi harus
> > memikirkan kembali kemungkinan-kemungkinan lain tentang kematian
Hitler,
> > seperti mungkin saja Hitler tidak mati dalam bunker.
> >
> > Bab Tiga, Sekilas Tentang Adolf Hitler: Mengenai masa kecil, masa
remaja,
> > sampai dengan ketika menjadi seorang diktator, dapat dilihat pada
bab ini.
> > Hitler kecil adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat
membencinya
> > dan mengenggap perilakunya yang “antisosial” sebagai
sebuah kutukan. Ayahnya
> > seorang yang keras dalam mendidik anak, sedang ibunya (Klara) sangat
baik
> > kepadanya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dari ayahnya
inilah
> > yang memberikan andil besar dalam pembentukan mental dan kejiwaan
Hitler
> > saat dewasa.
> >
> > Ketika hidupnya sulit, Perang Dunia 1 pun pecah. Tanpa ragu-ragu
Hitler
> > mendaftar menjadi tentara dengan pangkat Kopral, bertugas di medan
perang di
> > barisan paling depan. Kecewa dengan kekalahan Jerman di Perang Dunia
1,
> > Hitler pun masuk menjadi Anggota Partai Buruh yang kemudian menjadi
NSDAP
> > (National Socialistische Deutsche Arbeiter Partei).
> >
> > Tahun 1920, Hitler menjadi Kepala Bagian Propaganda, disinilah
terlihat
> > bakat Hitler di bidang pidato dan agitasi. Satu tahun kemudian,
1921,
> > akhirnya Hitler menjadi ketua partai. Akhirnya pada tahun 1962
Hitler
> > mendapatkan wewenang mutlak dari partainya. Dan Hitler adalah
seorang orator
> > ulung,”singa podium”, ahli pidato yang bisa
menghipnotis massa pendengarnya.
> > Hitler adalah politikus handal dan berhasil membangun pencitraan
yang sukses
> > melalui propaganda. Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah
kekuatan
> > dahsyat yang sukses melalui propaganda. Ia berhasil membangun opini
menjadi
> > sebuah kekuatan dahsyat yang ditakuti. Ia juga berhasil membangun
opini
> > sebagai fuhrer atau pemimpin yang dapat dipercaya rakyatnya, membawa
> > bangsanya ke puncak kejayaan.
> >
> > Bab Empat, Bukti-Bukti Hitler di Indonesia: Di dalam bab empat ini,
Anda
> > bisa jumpai penjelasan mengenai, bagaimana caranya Hitler sampai ke
> > Indonesia, bisa menjadi WNI, dan bekerja menjadi seorang dokter di
Rumah
> > Sakit Umum Sumbawa Besar, dan sampai dengan pertemuan Hitler dengan
seorang
> > wanita sunda yang akhirnya menjadi istrinya. Juga tentang kesaksian
dr Sosro
> > Husodo saat bertemu dengan Hitler ketika di Sumbawa Besar. Dan
semuanya
> > dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung serta foto-foto yang
akurat.
> >
> > Hitler yang terkenal sangat bengis di abad ke 20, ternyata
bersembunyi di
> > Indonesia sejak tahun 1954 sampai dengan tahun 1970, yang kemudian
tercium
> > oleh Sekutu (AS, Uni Sovyet, Inggris dan Prancis) yang selanjutnya
diusut
> > oleh Pemerintah Israel yang terus-menerus mengejar para tokoh Nazi.
> >
> > Pada tahun 1954 Adolf Hitler masuk ke Indonesia dengan menggunakan
nama
> > palsu, dr Poch. Pada awalnya dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke
Bima,
> > selanjutnya pindah ke Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian bekerja
menjadi
> > dokter di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumbawa Besar. Seluruh penduduk
pulau
> > Sumbawa Besar. Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan dokter
ini, yang
> > di panggil “dokter Jerman”.
> >
> > Salah satu peninggalan Adolf Hitler meninggal pada tanggal 15
Januari 1970
> > di Surabaya, yaitu buku catatan kecil berwarna cokelat ukuran 9x16
cm dengan
> > tebal 44 cm. Buku ini mempunyai arti yang sangat besar, karena
merupakan
> > bukti otentik yang menyatakan bahwa “dr Poch” adalah
dewa-Nazi Adolf
> > Hitler.
> >
> > Kemudian Hitler bertemu dengan seorang gadis bernama Sulaesih yang
sedang
> > menggembara ke Sumbawa Besar, yang akhirnya dilamar oleh Hitler.
Tidak lama
> > setelah dr Poch melamar Sulaesih, beliau memeluk agama Islam pada
tahun
> > 1964, yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama di Sumbawa, (tapi
sayang
> > Sulaesih lupa namanya) dan mengganti namanya menjadi Abdul Kohar.
Pada tahun
> > 1965 Hitler pun menikahinya.
> >
> > Bab Lima, Hitler Mati di Indonesia: Bab ini berisi tentang pengakuan
Hitler
> > kepada istrinya yang berasal dari Indonesia, Sulaesih, bahwa dia
adalah
> > memang Hitler yang sebenarnya, Der Fuhrer. Apa saja kegiatan Hitler
sebelum
> > dia meninggal. Di dalam bab ini juga terdapat pernyataan Stanlin,
bahwa yang
> > tewas di dalam bunker di Jerman bukanlah Hitler asli. Dan dibagian
akhir ini
> > menceritakan bagaimana akhirnya sang diktator itu meninggal di
Indonesia.
> >
> > Selama ini kematian Hitler memang sangat misterius, karena tidak ada
saksi
> > yang dapat menunjukkan dimana mayat Hitler ataupun mayat Eva Braun.
Di
> > Konferensi Postdam tahun 1945, Stanlin bahwa mayat Hitler dan Eva
Braun
> > tidak ditemukan. Stanlin menduga, dewa Nazi ini lolos dan melarikan
diri ke
> > Spanyol atau Amerika Latin. Dan tak berapa lama ada kabar yang
mengatakan
> > Hitler kabur menggunakan kapal selam ke sebuah pulau. Tapi tidak ada
yang
> > tahu pulau apa dan dimana. Dunia internasional sama sekali tidak
> > menyadarinya bahwa seorang pemimpin Nazi yangn sangat kejam itu
bersembunyi
> > dengan aman di Sumbawa Besar, sampai meninggal di Surabaya dan
dimakamkan di
> > pemakaman umum muslim di Ngagel.
> >
> > Bab Enam, Penutup: Kematian Diktator Jerman, Adolf Hitler yang
diyakini
> > tewas bunuh diri di sebuah bunker, pada tanggal 30 April 1945 di
Berlin,
> > tetap masih dipertanyakan dan menjadi misteri. Siapa yang
menyaksikan
> > peristiwa di bunker saat Hitler bunuh diri? Tidak ada, sumber cerita
> > tersebut hanya dari mulut ke mulut. Dan pada saat itu, walaupun
tidak ada
> > saksi dan bukti yang jelas, pihak sekutu tetap mengumumkan secara
resmi
> > bahwa Hitler dan istri, Eva Braun telah meninggal. Bukan tidak
mungkin
> > Hitler mati di Indonesia. Karena Indonesia dianggap tempat yang
aman, bagi
> > Hitler. Silahkan siapa pun untuk menemukan jawaban yang
sesungguhnya.
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
>
>
> --
>
> *P* Please consider the environment before printing this e-mail!
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke