------Original Message------ From: ChanCT Sender: [email protected] To: GELORA_In ReplyTo: [email protected] Subject: [mediacare] Ganti Rugi Indonesia untuk Belanda Sent: Aug 8, 2010 9:36 AM
Ganti Rugi Indonesia untuk Belanda Benar juga, berkesempatan dengan Ultah 65 tahun Kemerdekaan RI, 17 Augustus 2010, seminggu lagi ini, patut direnungkan kembali mengapa selama ini Pemerintah yang berkuasa tidak pernah menyinggung bahkan menggugat ketimpangan perjanjian yang sangat merugikan RI! Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah RI, baik era Gus Dur & Megawati (masing-masing cuma 1/2 periode) maupun era SBY, yang kini memasuki periode ke-2. Tanpa harus mengurangi rasa hormat kepada Bung Hatta sebagai ketua delegasi Indonesia dalam KMB, dalam menghadapi tekanan Belanda dan masih lemahnya kekuatan RI, yang telah melahirkan perjanjian timpang dan sangat merugikan RI. Bagaimana bisa terjadi, “Bantuan” rakyat Indonesia untuk Belanda jumlah keseluruhannya bisa lebih besar dari Marshall Plan kepada Belanda, padahal RI yang masih bayi dan di tinggalkan Belanda dalam keadaan sangat miskin. Seharusnya terbalik, Belanda-lah yang harus GANTI RUGI pada RI, atas penjajahan selama 350 tahun lebih, pengisahapan SDM yang telah dilakukan, pengurasan harta kekayaan bumi-alam dan dilakukan 2 X serangan yang sangat-sangat merugikan pihak Indonesia. Sagat baik tulisan dibawah diangkat kembali untuk menggugah hati rakyat Indonesia, khususnya pejabat-pejabat yang berkuasa sekarang ini, … agak keterlaluan kalau selama 10 tahun belum juga bisa tergerak, tulisan dibawah lewat begitu saja! Mudah-mudahan bisa mendapatkan perhatian! Salam Merdeka, ChanCT --- < Kompas >, Selasa, 15 Agustus 2000 Ganti Rugi Indonesia untuk Belanda TIDAK banyak orang tahu, perbaikan dan pembangunan kembali Belanda yang rusak setelah Perang Dunia (PD) II justru dibantu oleh bangsa Indonesia. Ini semua ada kaitannya dengan persetujuan Konferensi Meja Bundar (KMB), yang memutuskan sebagai imbalan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia, Belanda mendapat bayaran sejumlah 4,5 milyar gulden dari pihak Indonesia. Lewat tulisannya di de Groene Amsterdammer Januari 2000 berjudul De Indonesische Injectie (Sumbangan Indonesia), sejarawan Lambert Giebels meng Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
