Usai mudik lebaran, seorang teman mengeluh. Dalam berbagai kesempatan bertemu 
dan berkumpul dengan keluarga besar, ia selalu ditanya, apakah perutnya sudah 
isi. Ia sudah 3 tahun menikah. 
 
Ia heran, mengapa semua orang tiba-tiba begitu peduli dengan kehamilannya. 
Tidak hanya saudara-saudaranya, tapi juga teman-teman yang dijumpainya. "Dulu, 
waktu belum nikah, seluruh dunia bertanya, kapan kawin? Sekarang dah punya 
suami, semua orang tanya, kok belum punya anak," ia ngedumel panjang-pendek.
 
Ah, bahkan jika kelak ia sudah punya anak pun, dunia masih belum akan berhenti 
bertanya. "Kok anaknya cuma satu, kasihan, bikinin adik dong, jangan lama-lama 
jaraknya, kasihan." Bahkan anak yang tak tahu apa-apa dibawa-bawa atas nama 
"kasihan". 
 
"Itu tandanya orang-orang mencintaimu, dan begitu memperhatikanmu," saya 
mencoba menghibur. Tapi, dia malah mencibir. Dia punya kesimpulan berbeda.
 
"Mereka sibuk bertanya dan dengan wajah sedih seolah memperhatikan kita, 
padahal mereka sebenarnya hanya ingin lari dan melupakan kehidupan mereka 
sendiri yang merana." Saya tercenung. Mungkin teman saya ada benarnya juga. 
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.
 
Btw, Klik ke sini kalo mau yang seru-seru.
www.makinseru.com
 
 
salam,
Rizza


      
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal. 
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  
http://overview.mail.yahoo.com/

Kirim email ke