Hore, 
Hari Baru!
Teman-teman.

Disukai orang lain itu merupakan sebuah kenikmatan. Makanya tidak 
heran kalau banyak  orang berlomba-lomba untuk menyenangkan orang 
lain, supaya orang-orang itu menyukainya. Lagipula, apa salahnya sih 
membuat orang lain suka sama kita? Bukankah bagus-bagus saja jika 
kita membuat orang lain senang? Berarti kita berhasil melakukan 
sesuatu sesuai keinginan mereka, bukan? Stop. Jangan diteruskan. Apa 
yang dimaksud dengan 'kita berhasil melakukan sesuatu sesuai 
keinginan mereka' itu? Dalam konteks melayani, memang kita dituntut 
untuk bisa melakukan sesuai keinginan mereka; apalagi jika mereka 
itu pelanggan kita. Tetapi, apakah segala yang mereka inginkan harus 
kita penuhi? Saya yakin anda sependapat untuk menjawab 'tidak'. 
Tidak semua yang mereka inginkan harus kita ikuti dan penuhi. 
Contohnya apa? Ketika keinginan orang lain  melampaui batas-batas 
etika. Ada yang seperti itu? Banyak. Dan ketika keinginan mereka 
mengandung unsur kriminal. Adakah? Tak terbilang. Juga ketika 
keinginan mereka merendahkan martabat kita sebagai seorang manusia. 
Memangnya bisa terjadi? Mengapa tidak? Betapa banyak orang yang 
menginginkan sesuatu, meskipun dia tahu bahwa orang lain harus 
mengorbankan martabatnya demi terpenuhinya keinginan itu. Ada banyak 
hal yang diinginkan oleh orang lain; dan kita tidak perlu 
mengikutinya. Tetapi, bukankah kalau kita tidak memenuhi keinginan 
mereka maka mereka tidak akan menyukai kita?  So what? Artikel 
selengkapnya di: http://www.dadangkadarusman.com/


Kirim email ke