Suatu permulaan yang bagus.... kalo ini sudah ada sejak dulu2 mungkin sudah 
lebih banyak enterpreneur2 muda yang bisa tertolong :)
kebetulan saya punya pengalaman dengan bagaimana mendapatkan pembiayaan, 
barangkali bisa bermanfaat bagi rekan2 bisnis yang laen.
Kebetulan saya memiliki bisnis warnet di kota kecil antara surabaya dan malang. 
Sebelumnya saya hanya sebatas membantu mengelola warnet tersebut, dan 
merencanakan sedari awal, pokoknya temen saya tahu beres dah...kebetulan waktu 
itu dia punya ruko nganggur yang berada di pinggir jalan di tengah kota. Dalam 
perkembangannya, kita hanya punya 8 unit PC saja, berhubung pelanggannya 
semakin banyak, sampai rela antri hehehe...trus saya berinisiatif untuk 
menambahnya, cuman pas saat itu dana temen saya terbatas karena dia juga 
memiliki beberapa bisnis laen yang sehingga tidak memungkinkan untuk menyuntik 
modal tambahan buat warnet. Sekadar info, waktu itu untuk bikin ini warnet 
butuh sekitar 35 jutaan termasuk setting tempat dll dan termasuk cukup canggih 
(monitor 17" dan semua PC menggunakan WIFI- biar gak ribet dibanding pake 
kabel). 

Akhirnya saya tawarkan peluang ini ke orang tua dan beliau bersedia membantu 
dengan memberikan pinjaman senilai 40 jt dari BRI dengan bunga sekitar 1,8% 
perbulan, cukup ringan dibanding yang bank laen. Sebetulnya tidak semudah itu 
beliau menyanggupinya, tapi karena saya bersikap pantang menyerah dan 
menunjukkan bukti2 kalo memang warnet ini layak untuk dimodali. Saya 
menunjukkan semua laporan cash flow yang trennya semakin meningkat (saat itu 
warnet baru berjalan sekitar 3 bulan-terlalu dini memang.... tapi saya yakin 
warnet di kota saya ini masih prospek) 

Dengan modal baru sebesar 40 juta saya bisa menambah 8 unit komputer baru dan 
lagi status saya naik menjadi  parner bisnis bagi teman saya dari yang 
sebelumnya  pegawai (manager)  dan saya juga berhasil mengajak  pihak telkom 
untuk  mengadakan joint-promo sehingga sebelumnya saya yang memakai  16 pc 
dengan 2 line speedy unlimited senilai 4 juta sebulan, akhirnya mendapat 
diskon1 line speedy unlimited sehingga, saya hanya bayar 1 line saja senilai 2 
jutaan. Join promo ini dalam rangka memasyrakatkan penggunaan internet dengan 
memberikan pelatihan gratis bagi masyarakat terutama para guru sekolah dasar 
dan menegah. Barangkali join promo semacam ini bisa ditiru oleh sesama rekan 
pengusaha warnet yang lain, karena bisa menekan pengeluaran saya sampai 2 juta 
sebulan. Dikarenakan pelaksanaan dilapangan yang dinilai cukup berhasil kontrak 
kita yang selama 6 bulan akhirnya diperpanjang lagi sampai sekarang. Dan saya 
berharap dengan program semacam ini saya bisa
 mengentas semua guru terutama dari tingkat sekolah dasar supaya terbebas dari 
ketinggalan informasi, supaya bisa memberikan ilmu dengan lebih baik kepada 
anak didiknya berkat internet. Jadi disatu sisi ini bisa membantu bisnis saya 
lebih efisien, termasuk promo gratis buat warnet saya, karena dari sebelumnya 
para guru ini tidak tahu dengan warnet saya, dengan adanya pelatihan gratis ini 
mereka jadi kenal dan banyak dari anak didiknya yang jadi pelanggan dari warnet 
saya, yang kedua saya jadi bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat berkat 
dukungan dari pihak TELKOM. Dari kerjasama yang terjalin baik ini akhirnya saya 
mengetahui bahwasannya perusahaan semacam TELKOM ini  memiliki dana yang 
dinamakan CSR (corporate social responsibility). Dana CSR ini digunakan untuk 
memberdayakan masyarakat sekitarnya, dalam artian memberikan kredit lunak 
dengan bunga antara 3-10 % pertahun dengan rentang 10juta sampai 100 juta. 
Cukup murah bila dibandingkan dengan
 kredit usaha dari bank manapun sebagai catatan BRI mengenakan sekitar 20% 
setahun (BRI termasuk yang paling murah dibanding bank yang lain)

Dari semula kerjasama memberikan pelatihan gratis buat masyarakat (teruatama 
guru) kerjasama kali ini mensosialisasikan program CSR ini kepada semua SD yang 
ada di kota tempat tinggal saya. Bagi SD yang belum memiliki lab komputer 
sendiri bisa mengajukan kredit sebesar maksimum 25 juta untuk pengadaan PC di 
sekolahan masing2 dengan syarat yang ditentukan oleh telkom. Dan saya pun 
diisyarakatkan untuk ikut juga mengajukan dana pinjaman bagi pengembangan 
warnet saya karena dinilai oleh pihak telkom cukup memenuhi syarat untuk 
dibantu. Dari yang sebelumnya sulit mendapat pinjaman saya bersyukur berkat 
kerja keras saya membina hubungan baik dengan pihak2 yang berkaitan dengan 
bisnis saya, akhirnya bisa membuahkan hasil untuk bisa mengembangkan usaha saya 
menjadi lebih baik. Mungkin sekelumit cerita saya ini bisa bermanfaat bagi 
teman2 bisnis yang lain, tentang bagaimana bisa mendapat pinjaman. Bagi yang 
tertarik bagaimana saya sampai bisa menjalin kerjasama
 dengan telkom bisa mengirim email ke saya, via japri saja. SEMOGA SUKSES 
SELALU.


Bastomi Arifin

www.kenconowungu.net
www.powerpointpartners.com

----- Original Message ----
From: BisnisCenter <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, November 18, 2007 9:10:29 AM
Subject: Bisnis_Center@ pemilik-pengelola dikenal rekam jejaknya










  


    
            



ada rekan di bisniscenter 
yang mengetahui IFC ini? Diskusi yang saya ikuti di milis tetangga tentang 
modal funding 
mungkin bisa jadi inspirasi kita semua 

 

 

Salute,

Ch





 

Saya ikut nimbrung nih, beri masukan dan informasi.

 

Sekarang di Jadebotabek telah berdiri PT Sosial Enterprener Indonesia, yang 
diinisiasi oleh IFC dan beberapa pentolan pengusaha kelas atas putih bersih. 
Begitu berdiri PT SEC langsung menggulirkan kredit kepada tiga wirausaha muda 
pemula. Rp.48 juta untuk anak Bandung buka outlet laundry ke2, Rp. 67 juta 
untuk 
cewek Sleman yang mengembangkan jamur kuping dan tiram dan Rp. 188 jeti untuk 
PT 
Saka Gading - kumpulannya anak2 ITB.

 

Ketiga usaha tersebut saat dapat kredit sudah berjalan 2 tahunan. Dari 
pengalaman membantu wirausaha muda tadi menyiapkan business plan hingga 
presentasi dan pengalamana lainnya dengan bank, ada beberapa poin yang saya mau 
share:

Sejak krismon, dan diterapkannya prudential banking yang sangat ketat, 
semua bank selalu cermat dan mengambil satu langkah cadangan untuk risk 
mitigation. Bila suatu usulan usaha tidak feasible, pasti bank tidak memberikan 
kredit. Apalagi bila tidak feasible dan viable.

 

Yang kedua, umumnya pengaju kredit, apalagi yang novice, selalu minta jauh 
diatas kemampuan usaha membayar angsur. Banyak rekan2 kita terlalu tinggi 
membuat sales forecast. Dan bila diuji tuntas, tidak bisa membuktikan sales 
revenue bisa masuk. sebagian malah janji lisan dari seseorang dalam, dimasukkan 
ke angka projected sales.

 

Yang ketiga, tingkat kepercayaan pemberi kredit terhadap calon debitur; 
karakter wirausaha - referensi tingkat amanah.kejujuran - sistem manajemen dan 
lainnya.

 

Percayalah, saat ini bank sangat membutuhkan usaha kecil untuk dibiayai. 
Uang bank melimpah ruah, ibarat air di drum besar - sudah meluber tak 
tertahankan. Mari kita siapkan usaha kecil yang prospeftif, ada badan 
hukum, ada sistem manejemen sederhana. Dan perjuangkan bisnis berjalan 
bagus, cash flow ngalir walau tersendat... ..Ini logikanya ! mengapa banyak 
juga usaha kecil yang ditawari kredit oleh bank? Coba pelajari siapa mereka, 
apa 
bisnisnya, bagaimana penjualannya?

 

Yang saya pelajari, mereka itu usaha kecil yang uang masuk ngalir terus, 
ada pelanggan tetap dan banyak, ada kontrak- kontrak dengan pembeli yang jelas, 
pemilik-pengelola dikenal rekam jejaknya.

 

Salam,

Nugget F Gunawi,

Business Mentor for start up business

Coach for youth soccer

0813 89611125 

 



Any Septiani <[EMAIL PROTECTED] com> 
wrote:


  
  Saya sepakat dengan ide Bung Gregorius
yang ingin mendirikan lembaga 
  keuangan yang dapat
memfasilitasi permasalahan awal buat 
  para
entreprenuer.

Ini penting sekali...karena saya dan teman-teman 
  juga
mengalami kendala dalam memperoleh tambahan dana untuk
perluas 
  usaha kami...

Ide itu juga pernah tercetus...
Mungkin belum bisa 
  sekarang karena masih concern
dengan bisnis saat ini.
Tapi next time ide 
  ini perlu diwujudkan..
Saya ikut 
mendukung!





No virus found in this outgoing message.

Checked by AVG Free Edition.

Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.32/1131 - Release Date: 11/14/2007 
4:54 PM

 


    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








      
____________________________________________________________________________________
Be a better sports nut!  Let your teams follow you 
with Yahoo Mobile. Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ

Kirim email ke