ILMU YANG MENERANGI HATI

 

Sumber: website www.andriewongso.com <http://www.andriewongso.com/> 

Rabu, 02-April-2008; 08:46:12WIB

 

 



Oleh : Eko Jalu Santoso: www.ekojalusantoso.com
<http://www.ekojalusantoso.com/> 


 

Dikisahkan ketika masih berguru menuntut ilmu, Imam Syafi'I RA seorang ulama
muslim pernah mengeluh dan mengadukan suatu problematika kepada gurunya. Ia
bertanya kepada sang guru, ''Wahai Guru, mengapa ilmu yang sedang kukaji ini
susah dipahaminya?'' Kemudian sang guru yang bijak, Imam Waki' RA  menjawab,
''Ilmu itu ibarat cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang
yang berbuat maksiat.''

Membaca kisah diatas, saya menjadi ingat dengan salah satu nasehat dari
seorang guru spiritual yang mengatakan, "Orang yang memiliki ilmu
pengetahuan hidupnya akan mulia." Kalau dikaji lebih mendalam, apa yang
dinasehatkan oleh guru spiritual ini, sesungguhnya sejalan dengan apa yang
telah disampaikan oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa sebagaimana tercantum
dalam kitab suciNya, bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Tentunya
adalah orang yang menuntut ilmu dan ilmunya diamalkan untuk kebaikan.


Mereka ini kualitasnya akan terangkat, derajatnya akan ditinggikan dihadapan
manusia dan dihadapan Tuhan. Karena dengan ilmu pengetahuan, seseorang mampu
menyelami hidup ini dengan penuh semangat dan optimistis. Dengan ilmu
pengetahuan seseorang mampu membuka tabir kegelapan, mampu memahami
kebesaran Tuhan, sehingga diharapkan semakin memperkokoh keimanan dan
ketakwaan kepada Allah Tuhan Sang Penguasa Kehidupan. Dengan senang
membagikan ilmu pengetahuan, berarti melepaskan energi positif kebaikan dan
pada akhirnya akan memberikan balasan kebaikan yang berlipat ganda bagi
dirinya.


Dengan demikian, menuntut ilmu pengetahuan sangatlah penting bagi kesuksesan
dan kemuliaan kehidupan kita. Menuntut ilmu artinya mengembangkan kemampuan
nalar atau akal pikiran yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada kita.
Dapat dilakukan melalui sekolah atau pendidikan formal yang utamanya untuk
mengembangkan kemampaun berpikir atau IQ, maupun melalui berbagai sarana dan
media pembelajaran lainnya. Bahkan begitu pentingnya, Nabi Muhammad
menganjurkan untuk menuntut ilmu sampai ke negeri Cina. Ini merupakan
indikasi nyata bahwa pentingnya menuntut ilmu pengetahuan. Kalau kita
pahami, tentu belajar ke Cina bukanlah belajar tafsir atau agama, pasti
adalah belajar dalam ilmu pengetahuan, teknologi, industri, dan perdagangan.


Bagaimana agar ilmu pengetahuan yang kita pelajari dan miliki dapat menjadi
Cahaya bagi hati kita ? Merujuk pada nasehat Imam Waki' RA tersebut diatas,
dalam menuntut ilmu atau belajar meningkatkan pengetahuan sebaiknya selalu
dilandasi dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Tanpa hati yang
bersih, ilmu yang kita miliki tidak akan meninggikan derajat kita, malah
dapat merendahkan seseorang ke jurang kehinaan. Contohnya nyatanya dalam
realitas kehidupan sekarang, akibat pengaruh sosial dan kapitalisme modern
cenderung mendorong orang mengedepankan nilai-nilai materialisme. Maka mudah
kita temukan orang yang memiliki ilmu pengetahuan, berpendidikan tinggi,
tetapi menggunakan ilmu dan kepandaiannya tidak sesuai jalan kebenaran yang
disyariatkan Tuhan. Mereka yang hatinya tidak bersih, cenderung
mengedepankan sifat-sifat serakah dan tamak terhadap nilai-nilai
materialisme duniawi. Akibatnya mudah menggunakan ilmunya untuk
memperturutkan keinginan nafsu dan ego pribadinya yang berlebihan. Melakukan
korupsi, berbisnis dengan cara-cara tidak terpuji, melakukan suap, menipu
orang lain dan merugikan banyak orang lain.


Dengan demikian memiliki hati yang bersih adalah landasan utama agar ilmu
dapat menjadi Cahaya bagi hati kita. Sehingga ilmu pengetahuan itu dapat
meninggikan kualitas hidup kita dan derajat kemuliaan kita. Dilandasi hati
yang bersih, ilmu pengetahuan bukan hanya mengantarkan pada kesuksesan,
melainkan dapat membentuk perangai manusia lebih bijaksana dan lebih mulia.
Dalam karier, Bisnis maupun kehidupan dapat mengendalikan dirinya dari
perbuatan-perbuatan tercela dan akhlak yang jelas-jelas tidak disukai Allah.
Hanya dengan hati yang bersih ilmu akan mudah dipahami dan bermanfaat bagi
kita dan orang lain. Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari sifat
tamak, rakus dan serakah terhadap urusan duniawi dan tidak pernah digunakan
menzalimi sesama.


SEMOGA BERMANFAAT. Salam Motivasi Sukses Dan Mulia.


***Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku "The
Art of Life Revolution" dan Buku "Heart Revolution: Revolusi Hati Nurani",
keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo.

 

 

<<image001.jpg>>

Kirim email ke