Di suatu pagi, ketika saya mendengarkan siaran sebuah radio, ada suatu
kisah yang menarik. Di acara itu seorang pria bercerita bahwa ia
menyukai seorang wanita dan baru belakangan mengetahui bahwa wanita
tersebut teryata telah memiliki suami dan ia bahkan pernah didamprat
oleh suami wanita tersebut. Bagaimana pandangan anda terhadap wanita
tersebut? Banyak pendengar radio yang mengirim SMS, menasihati si pria
agar memutuskan hubungan dengan wanita tersebut, dikarenakan wanita
tersebut adalah seorang pembohong dan masih banyak wanita lain di luar
sana. Apakah anda setuju dengan saran ini? 

 

Si penyiar kemudian menelpon suami dari wanita tersebut untuk melakukan
interview. Beruntung si suami mau di-interview oleh radio tersebut. Ia
mengatakan bahwa ia dijodohkan dengan istrinya dikarenakan bisnis
keluarga, dan ia tidak mencintai istrinya tersebut. Si penyiar kemudian
bertanya, jika ia tidak mencintai istrinya, kenapa ia melarang istrinya
berhubungan dengan orang lain yang memang dicintai oleh istrinya
tersebut. Alasannya lagi-lagi karena masalah bisnis: Bagaimana jika ada
orang melihat istrinya tersebut jalan dengan pria lain, hal itu akan
mempengaruhi bisnis mereka. Kemudian ditanya lagi, apakah ia akan cerai
dengan istrinya tersebut. Dijawab oleh si suami bahwa itu mustahil
terjadi, karena banyak yang harus dikorbankan jika sampai harus
bercerai. Sekarang saya bertanya lagi, bagaimana sekarang anda melihat
wanita tersebut? 

 

Saya pribadi merasa kasihan dengan wanita tersebut karena harus
menjalani kehidupan tidak seperti apa yang ia inginkan, semuanya palsu,
semuanya hanya untuk bisnis semata. Hal ini juga pasti akan mempengaruhi
kualitas hidupnya. Ok, karena ini adalah artikel bisnis dan bukan
artikel infotainment, sekarang saya ingin menghubungkan cerita ini
dengan kehidupan anda sendiri. Apakah saat ini anda menjalankan bisnis
atau pekerjaan karena SUKA atau TERPAKSA atau TERLANJUR? 

 

Dari cerita di atas, ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak ia
sukai, maka hasilnya sulit untuk bagus. Seperti cerita di atas, si
wanita berusaha mencari pria lain yang ia cintai. Demikian pula orang
yang melakukan hal yang tidak ia sukai, cenderung untuk tidak setia
dengan bisnis atau pekerjaannya. Mungkin ia mencoba bisnis sampingan
sehingga bisnis intinya tidak berjalan dengan baik. Atau contoh lain
lagi, seorang sales yang menjual produk dari perusahaan lain selain
produk dari perusahaan dimana ia bekerja.  Ketidaksetiannya ini
mengakibatkan ia tidak dapat memberikan hasil yang Optimal dari bisnis
atau pekerjannya.

 

Apa beda terpaksa dan terlanjur? Bedanya adalah apakah paksaan datang
dari luar atau dalam. Terpaksa dikarenakan paksaan datang dari luar,
misalnya : meneruskan bisnis keluarga yang ia tidak suka. Tetapi karena
tidak ada orang lain, maka ia terpaksa menjalankan bisnis keluarga
tersebut. Sedangkan terlanjur dikarenakan seseorang merasa sayang untuk
melepaskan sesuatu hal yang sudah ia tekuni, walaupun mungkin ia tidak
menyukainya. Misalnya : seseorang yang ketika kuliah mengambil fakultas
teknik, kemudian ketika bekerja ia juga mengambil di bidang teknik dan
baru menyadari bahwa ia tidak terlalu menyukai bidang teknik. Tetapi ia
enggan untuk pindah ke bidang lain dikarenakan telah terlanjur lama
menekuni bidang tersebut dan merasa sayang kalau harus memulai sesuatu
yang baru dari nol lagi.

 

Sekarang terserah anda, karena ini adalah hidup anda dan andalah yang
akan menjalaninya, baik nikmat maupun sengsara. Apakah tetap mau
melakukan yang tidak anda sukai atau mau merubahnya. Hal ini pulalah
yang seharusnya dicari tahu oleh para pemilik bisnis dalam penerimaan
karyawan baru. Seringkali yang dilihat hanyalah pengalamannya saja,
apakah si pelamar memiliki pengalaman yang dibutuhkan, tanpa mencari
tahu apakah ia sesungguhnya menyukai pekerjaan tersebut atau tidak. Jika
anda menerima karyawan yang memang menyukai pekerjaannya, maka prestasi
mereka akan jauh lebih baik dibandingkan yang tidak menyukai atau
terpaksa atau terlanjur.

 

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dan bisnis anda.

 

NB : Tanggal 28 Agustus, dalam rangka memperingati ulang tahun
kemerdekaan Indonesia, Omzetter dan Asosiasi Manager Indonesia (AMA DKI)
akan menyelenggarakan acara dengan judul "Merdeka Untuk Menjual". Dalam
acara ini, saya akan membimbing peserta untuk mencari akar penyebab
mereka tidak bisa menghasilkan Sales yang optimal dan menghancurkan
penyebab tersebut. Info lebih lanjut silakan kunjungi www.omzetter.com
<http://www.omzetter.com/>  atau telp 0815-100-77-232

 

 

Salam Omzetter!

 

Norman Firman MBA
Sales & Marketing Coach

[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke