Baru baru ini saya berniat untuk mencoba usaha baru, memanfaatkan kios
di depan rumah yang sebelum nya saya gunakan untuk usaha sablon spanduk.
Sudah 2 tahun kios tersebut kosong dan tidak menghasilkan.
Walaupun dengan modal se'ada nya saya sudah niat kan untuk mendirikan
usaha toko baju muslim (mencari moment ramadhan tentunya) dengan
segmen konsumen menengah dan menengah atas.

Modal yg sudah saya keluarkan, 90% terpakai untuk renovasi bangunan,
mengisi furniture, perlengkapan toko (hanger, patung, dll) dan
kelengkapan promosi seperti signage, hang tag, dan lainnya. Lalu untuk
belanja produk nya...????
Yah memang sebelum saya laksanakan rencana ini saya sudah mencari
kawan yang sekira nya ingin berkerjasama dengan mensupply produknya
kepada saya, jadi pada saat itu saya tenang dengan harapan semua
berjalan sesuai rencana.

Sedikit informasi mengenai rekan yang hendak bekerjasama, satu adalah
pengusaha ukm dengan produk jilbab dan yang satunya lagi adalah kawan
saya yang pernah berdagang di salah satu pusat grosir di jakarta,
namun setelah berkeluarga dan memiliki anak kecil, ia memutuskan untuk
mengkontrakkan toko nya pada orang lain dan menyimpan barang dagangan nya.
Total ada 7 karung besar baju muslim yang ia simpan di rumah sejak
menutup toko akhir tahun lalu. Setelah di sortir ada satu karung
produk yang siap saya bawa ke toko.
Dua hari yang lalu ketika saya ingin merapihkan baju2 tersebut, satu
per satu saya buka untuk melihat kualitas dari produk yang akan saya jual.
Walaupun dari jenis dan kualitas jahitan cukup baik, sayang nya hampir
dari semua produk tersebut modelnya sudah ketinggalan dan model nya
pun tidak sesuai dengan segmen pasar saya nanti.

Sampai dengan hari ini saya masih ragu dengan apa yabg hendak saya
lakukan dengan barang-barang tersebut dan belum memutuskan langkah
selanjutnya, mengingat cadangan modal yang sudah tidak memungkin kan
untuk belanja produk baju dan baru memiliki satu rekanan dengan produk
(jilbab) yang sesuai segmen saya.

Mohon kiranya rekan-rekan yang mungkin pernah memiliki pengalaman
serupa atau mungkin rekan senior yang dapat memberikan saran atau
solusi tepat untuk saya.

Terima kasih,


Ari

Kirim email ke