From: arief budi setyawan 
To: [EMAIL PROTECTED] 

Pernahkah Anda membaca salah satu artikel di Jawa Pos mengenai seorang pemuda 
di Montreal, Canada, Kyle MacDonald, yang memiliki ide untuk menukar penjepit 
merah dengan sebuah rumah. Ide yang kedengaran gila ini ternyata mendapat 
banyak tanggapan positif. 


Walau saat ini dia masih belum berhasil mencapai tujuan utama tersebut 
(mendapatkan rumah), perjalanan barter-nya melalui situs craigslist.org sejauh 
ini telah menghasilkan sebuah paket sewa rumah gratis di kota Phoenix. 
Perjalanan Kyle tersebut mengingatkan pada keberhasilan pemuda lain dari 
Crickdale, Wiltshire, UK: Alex Tew. Pada usianya yang hanya 21 tahun, dia 
berhasil menghasilkan US$ 1 juta dalam waktu empat bulan dengan modal dengkul. 


Bagaimana dia melakukannya? Alex mendapatkan ide membikin sebuah website yang 
dinamai The Million Dollar Homepage dan menawarkan bagi siapa saja yang 
berminat untuk membeli 1 buah pixel di halaman tersebut dengan harga US$ 1. Ide 
yang kedengaran gila itu ternyata direspon banyak orang dan dalam tempo empat 
bulan, total 1 juta pixel yang disediakan di halaman web-nya habis terjual. 
Keberhasilan tersebut langsung membuatnya menjadi selebritis dadakan. 

Bila dua orang muda tersebut, tanpa latar belakang pendidikan, kecerdasan, atau 
status sosial yang istimewa (Kyle malah seorang pengangguran), ternyata bisa 
menghasilkan ide luar biasa yang sederhana seperti itu, maka tidak ada alasan 
mengapa kita tidak bisa melakukannya. 

Keberhasilan mereka, bila ingin dilihat lebih jauh, sebenarnya karena ide 
mereka tersebut membalikkan asumsi konvensional yang selalu kita pegang tanpa 
pernah kita pertanyakan sebelumnya. Misalnya, kita selalu berasumsi tidak 
mungkin ada orang yang bersedia menukarkan milik mereka dengan sesuatu yang 
berharga lebih rendah (Kyle menjungkirbalikkan asumsi tersebut), atau orang 
tidak mungkin mau membeli pixel di situs web yang tidak dikenal (Alex 
menjungkirbalikkan asumsi tersebut). 


Pembalikkan asumsi yang jarang kita pertanyakan seperti itu adalah salah satu 
kunci inovasi radikal. (Dalam dunia bisnis, inovasi-inovasi radikal seperti 
Ford Model T, Polaroid, Walkman, MTV, atau handphone juga merupakan hasil dari 
penjungkirbalikkan asumsi-asumsi konvensional sebelumnya). 


Bila kita ingin menjadi Kyle atau Alex, maka langkah pertama adalah mencoba 

memeriksa asumsi-asumsi yang selama ini tidak pernah kita tanyakan sebelumnya. 


Karena kita memegang asumsi tersebut selama bertahun-tahun, bukanlah berarti 
asumsi tersebut tidak boleh dipertanyakan. Coba balikkanlah asumsi-asumsi 
tersebut dan pikirkan apa yang akan terjadi bila ide dengan asumsi yang sudah 
dibalikkan tersebut dijalankan. Kalau bisa, lakukanlah eksperimen skala kecil 
dengan ide tersebut. Walau tidak selamanya proses tersebut akan menghasilkan 
inovasi yang layak untuk dijalankan (dan menghasilkan uang atau hal lain), bila 
kita melakukannya secara terus menerus, kita pasti akan menemukan suatu ide 
inovatif yang layak untuk diimplementasikan suatu saat nanti. 

  

_________________________________________________________________

www.kpk.go.id ||| [EMAIL PROTECTED] 
_________________________________________________________________

(^_^) ~ Bila Kejagung sudah menyerah, mengapa harus KPK ~ (^_^)



Kirim email ke