Pak Johanes & BC-ers, Yang dijelaskan oleh mba Yullie adalah kesiapan kita untuk secara personal, namun dengan mengurangi budget belanja hang-out/communication/shopping, pasti berpengaruh langsung kepada network relation & performance, dramatis yaaa..
Kita sebagai entrepreneur, Menurut saya, jangan pernah kehilangan kontak dengan relasi yang ada, bila biasa bertelepon, coba berSMS ria, tukar Hape dengan dualSimcard, sukur2 ada 4simcard, kalu nga penting2 banget, mending naik busyway, irit parking & bensin, etc, etc Hindari planning mee too, masih ingat saat krisis 98? Nyaris semua yang terkena PHK, bikin café tenda, dilain pihak, pelanggan mengetatkan budget jajan mereka (Yullie said), Saya membaca petikan message pak Guswai, :: perbanyak orang untuk mencoba menggunakan jasa Anda, berikan voucher secara kreatif (kerja sama dengan industri yang target pasarnya sesuai dengan target pasar Anda) :: Pastikan bahwa itu menjadi sebuah moment of truth yang menguntungkan sehingga mereka menjadi loyal customers :: tetap menjaga keunggulan Anda di antara pesaing, pelanggan memang tidak pernah puas, dan itu adalah hak mereka. :: bina ikatan emosional dengan pelanggan Anda, tidak mudah namun jika Anda berhasil maka Anda tidak harus berperang dengan mengandalkan harga termurah semata. Saya mengambil petikan message pak Guswai, Pak guswai, pa kabar ...? gabung dunk di BC Salute, Y!: BroerCharlie -----Original Message----- On Behalf Of Jullie Subject: RE: BC @ Bagaimana Anda menghadapi Krisis Global Pagi Pak Johanes, nimbrung yaa.... semoga dapet neh kalender motivasi & Buku anda :-) Krisis global, siap nga siap, ya kita harus siap. Krn life must go on. Saya bikin skala prioritas dulu. Pos-pos mana yang bisa saya perketat pengeluarannya. Buat saya pos makanan adalah mutlak, saya hanya mengurangi jatah jajan di restorant. Kemudian kalo dulu jalan2 suka lapar mata, apalagi liat discount. Sekarang lebih di rem. Untungnya desember kemaren di saat discount bertebaran di mana2, saya berhasil mengatasi keinginan untuk membeli barang2 yang sebenarnya tidak terlalu perlu. Berat banget, apalagi buat perempuan seperti saya :-). Pos biaya telekomunikasi (hp) juga saya tekan. Kemudian, mulai melihat peluang untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Bisa dengan membeli reksadana ato saham2 yang sekarang lagi murah2 banget. Saya juga akan membuka mata lebar-lebar untuk investasi di sektor riil. Walau katanya krisis global, selalu ada perubahan pada trend bisnis. Saya masih ingat dulu sebelom krisis 97, jarang saya lihat kios2 cuci motor di pinggir2 jalan. Kalo sekarang? hampir kita liat di setiap meter jalan yang kita lalui. Jadi saya percaya, masih ada prospect bisnis yang bagus dalam kondisi krisis global. Contoh, kalo punya ilmu perpajakan, bisa bikin jasa konsultasi perpajakan kecil2an :-) lumayan nambah2 duit bulanan. Sharing saya itu dulu, yang lain belom kepikiran. Pengen denger sharing rekan2 yang lain. Di tunggu yaa... thanks To: [email protected] From: [email protected] Hallo Friend, Saya mau nanya nich bagaimana Anda Siap untuk menghadapi krisis Global, Sharing yang terbaik akan mendapatkan 1 buah Kalender Motivasi dan 1 buah buku karangan saya, berjudul JUST JIST JUST (JUAL iDE SIAPA TAKUT, JUAL USUL SIAPA TAKUT). Salam Antusias, Johanes Ariffin [Non-text portions of this message have been removed]

